Rabu, 10 Juli 2013

hidup untuk ibadah(catatan ramadhan)


Setelah zhuhur
Masih diawal puasa, setelah shalat zhuhur harus mengantar kan gas ke beberapa warung makan dan tukang gorengan, biasanya jika bukan ramadhan antrer gas pagi hari setelah sholat shubuh.pada ramadhan warung makan dan gorengan langganan buka mulai bada zhuhur.

Sebelum dan setelah ashar
Sekitar jam 14 30, sudah ada janji yaitu isi privat belajar ngaji tetangga. Biasanya malam jam tapi kali jadwal disesiuaikan karena yang bersangkutan masuk kerjanya malam. Setelah sholat ashar ngajar ngaji anak2 yang biasanya bada magrib karena ramadhan jadwal nya ganti untuk iqra bada ashar sedangkan untuk alquran jdi bada subuh

Saat berbuka sampai  tarawih
tak berbeda dengan biasanya saat nunggu berbuka baca koran dua hari yang lalu dibalik-balik. Menu buka seperti biasa pada ramadhan sebelumnya kolek pisang teh manis tapi tak hangat dan gorengan terutama bala-bala yang jadi ciri khas buka didaerah cikarang. Tidak ada es apapun jenis ini tahun kedua saya tak minum es saat berbuka dan kali ini selain berbagai jenis yang dihindari juga berbagai jenis minuman dan makanan yang panas/agak panas. Jadi menunya apa saja yang penting tidak panas dan tidak dingin.

Setelah taraweh.
Tak kuat tahan kantuk karena lelah setelah tarawih langsung tidur. Dan pesan sama isteri untuk membangunkan nya jika orang kiriman aqua galon datang, dan jan 20 15 aqua galon datang.

Sahur ke 2 dan shubuh
Setelah memrapihkan barang dagangan yang baru datang, selesai sekitar jam 11, istirahat dilanjut, dan makan sahur sekitar jam 3 20. Setelah santap sahur bersiap shalat subuh.
Kali ini setelah materi kultum adalah hidup  untuk ibadah ( dibahas secara khusus). Setelah kultum pengajinan anak anak yang sudah pada al quran. Pada bukan bulan ramadhan pengajain dilaksanakan setelah magrib bersambung setelah anak2 iqra.
  
sebelum zhurur hari ke 2
karena setelah zhurus ada rapat di SMP maka pengajian iqro di majukan jam 10. alhamdulillah walau keliatan pada lemes karema berpuasa dan belum cukup istirahat mereka semangat,
dan setelah zhur harus antar gas kewarung wakan dan tukang gorengan,
 setelah itu harus berangkat menghadiri rapat awal tahun ajaran di SMP NURUL IMAN SUKAKARYA.

 berlanjut.......................

bahagia mengisi Ramadhan (materi)



Dalam  hadits nabi bersabda “barang siapa yang gembira meyambutdatangnya bulan ramadhan maka diharamkan api neraka membakar jasadnya”

Bulan ramadhan sangat istimewa di dalamnya penuh dengn peristiwa yang sangat hebat yaitu kemenangan kaum muslimin dalam perang badr, juga nujulul qur’an. Kemerdekaan indonesia juga terjadi pada ramadhan.

Bergembira menyambut ramadhan berarti kita telah siap dan nantikan sejak lama, bahkan dua bulan seblum ramadan kita senantiasa berdoa meminta kepada Allah supaya diberi kesempatan untuk bertemu dengn ramadhan.

Ramadhan memeng begitu spesial, karena ramadhan para pekerja mendapatkan jatah wkatu istirahat yang lebih banyak  tetapi tetap mampu mengejar target yang ditentukan, dalam ramadhan perputaran uang naik, baik jumlah atau waktunya. Dalam ramadhan rasa kasih sayang dan perhatian serta kepedulian lebih meningkat, pada ramhadan setiap orang mencoba mewujudkan keinginannya. Menambah pundi amal, menjalin persaudaraan sampai meningkatkan kualitas diri.

Bergembira menyambut juga gembira mengisi ramadan dengan berbagai sikap dan aktivitas, berpuasa sebagai kewajiban, firman Allah dalam al Qur’an surrah Al baqarah 183.
                Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”,

Dengan berpuasa banyak keuntungan yang akan dapatkan, mulai dari teraturnya waktu makan, sampai kesehatan lambung pencernaan dan anggota tubuh yang lain.

Selain menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik puasa juga akan meningkatkan produktifitas kerja, dalam menjalankan ibadah puasa setiap muslim akan bekerja dengan kejujuran dan penuh rasa tanggung jawab sehingga berimbas pada hasil kerja. Saat puasa ramadhan juga memberikan kesempatan orang untuk bekerja lebih awal, walau justru beberapa pihak memberi kelonggaran dengan mengurang jam kerja.

Saling kepercayaan akan timbul dari semua pihak saat puasa, menjaga hubungan serta memberi kesempatan untuk berbuat lebih banyak.

Terkadang kita tidak bisa menutup mata sebagain muslim menjadikan puasa sebagai alasan untuk berleha-leha, atau menghentikan pekerjaan, yang sebenarnya tak tetlalu berpengaruh antara pekerjaan dan puasanya. Mereka merasa terbebani dengan bekerja saat puasa, dan sesungguhnya mereka terbebani saat bekerja pada saat tak puasa.

Keikhlasan adalah salah satu kunci, menjalankan ibadah puasa dengn tetap bekerja adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Dari pekerjaan kita akan mendapatkan bonus berupa pergantian uang makan dalam bentuk uang sampai pada THR. Dari sisi ibadah sudah jelas bahwa puasa adalah kewajiban dan melaksanakan pekerjaan sambil menjalankan puasa berarti berlipat nilai bekerja sebagai ibadahnya, melaksanakan kewajiban bekerja saat kewajiban ibadah dilaksanakan.    

Selasa, 09 Juli 2013

bahagia mengisi Ramadhan (catatan ramadhan)

ba'da ashar
akhir bulan syaban hujan mulai turun, saat hampir semua muslim mempersiapkan diri dan tempat untuk tarawih, spesial sekali pelaksanaan tarawih tak seperti shalat wajib maklum hari pertama.

selepas magrib
hujan masih mengguyur walau tak selebat sebelumnya, orang begitu antusias untuk shalat tarawih walausekalin sholat fardu isya,  dalam keadaan becek dan udara sangat dingin.

waktu tarawih
walau tak sebanyak tahun sebelumnya yang sampe keluar, jamaah penuh sesak didalam bahkan sampai berdesakan karena diluar tak bisa dipake tempat shalat.
 selepas tarawih sebagian banyk, banyak nya pada pulang dan hanya segelintir orang bahkan bisa cukup dihitung dengan sebelah jari masih tersisa untuk tadarus.
sebagian anak muda ada yang membuat kotak  amal untuk anak jalanan.

saat dan setelah sahur
alarem berbuny jam 2 29, ibu - ibu ada yang sudah mempersiapkan bahan dan memulai memesak dari kejauhan terdengan suara dari mesjid dan mushola yang bersahutan saling sambung membangunkan sahur,
sahur dengan karbohidrat dari nasi ,protein dari ikan serta sayur (kacang panjang dan jagung muda)bening tambah bikin segeer.
waktu imsak tiba 
 santap sahur selesai . setelah mandi bersiap shalat subuh,
sampai kemushala jamaah sudah menunggu, selesai shalat seperti biasa memberikan tausiyah (kultum) maretinya bahagia mengisi  ramadhan

inti dari materi nya adalah
bahagia menyambut ramadhan berarti setiap kita ikhlas dan senang menjalankan pekerjaan dalam keadaan berpuasa,  
selain itu juga bahwa setiap kewajiban harus terpenuhi rukun dan syarat nya
dan rukun puasa adalah niat dan menahan diri dari yang membatalkan
 masih bnyak keterangan lain ( dibahas secara khusus  ).

 setelah shubuh
kebiasaan yang mungkin kurang baik yaitu tidur setelah subuh, tapi ini dilakukan karena beberapa catatan/sebab. diantaranya sekolah masih libur sehingga tak ada persiapan untuk mengajar.
warung langganan yang biasa dikirim gas buka sore (biasanya pagi setelaah subuh anter gas kewarung-warung)

bangun jam 8 hrus ganti jaga warung karena isteri harus shalat dhuha,setelah gantian dhua pergi belanja pulsa dan ambil honor yang dititip dikawan mengajar.

berlanjut............................




Rabu, 29 Mei 2013

pelajar aktivis


Dalam  suarapublik harian republika edisi 11 mei 2013 " murid SMA perlu program layanan masyarakat" yang inti usulan tersebut adalah untuk mencegah prilaku buruk siswa, maka sekolah harus  mengadakan program magang untuk pengabdian masyarakat di lembaga yang langsung bersentuhan dengan masyarakat , seperti : Rumah sakit, yayasan yatim, panti asuhan, panti jompo dan sejenisnya.dengan magang di tempat seperti itu diharapkan siswa dapat memiliki daya empati dan simpatiserta kepedulian terhadap sesama.

membaca usulan tersebut saya teringat dialog pelajar tahun 2000, ketika masih di pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia, sebagai Ketua PD PII yang di undang oleh HIPASI (himpunan Pelajar Bekasi) yang saat itu di deklarasikan .

dalam dialog tersebut saya mengusulkan bahwa untuk mengurangi bahkan kebiasaan aksi tawuran dikalangan pelajar adalah pihak pemerintak harus memberi intruksi  setiap sekolah untuk mewajibkan siswanya ikut dalam kegiatan dan menjadi aktivis salah satu organisasi pelajar di sekoalah atau di organisasi pelajar di luar sekolah.

aksi buruk , tau perilaku yang tak terpuji dari para pelajar adalah sebagai pelarian dan menunjukan eksitensi diri nya yang ingin di akui oleh pihak dalam (rekan sesama satu sekolah ) atau pihak luar (rekan di sekolah yang berbeda juga masyarakat umum)

jika para pelajar ada dalam organisasi- menjadi anggota bahkan pengurus- maka akan ada tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi, sebelum masuk mereka akan di orentasi dan mengikuti pelatihan, di PII misalnya untuk menjadi anggota atau kader sebelumnya mengikuti prabatra( sebuah acara pengenalan PII yang  diadakan sebelum mengikuti BATRA,  banyak macam dan jenis dari prabatra  ).
selesai batra  baru seorang bisa dikatakan angota atau yang biasa disebut dengan kader PII,

pelajar yang jadi aktivis akan dituntut untuk merealisasikan program dalam organisasinya sebagai jalan untuk menunjukan diri, dengan demikian mereaka akan sibuk dengan hal-hal positif, mulai dari merencanakan program, menyusun kepanitian, mencari dana sampai pada tahap evalusi.

kesibukan dalah hal tersebut tentu akan berbuah positif setelah belajar secara akademikmereka belajar kepemimpinan, bergaul , berkomunikasi, berdiskusi, memberi ide/gagasan, menghargai pendapat, juga memberi dan menerima kritikan.

secara fisik aktivis akan dituntut lebih budar karena memilikijadwal yang padat mulai dari belajar diruang kelas sampai mondar-mandir urusan kegiatan organisasi.

jika saya boeleh ungkapkan prestasi  aktivis  lebih baik dari yang hanya toh belajar dikelas/sekolah, aktivis memiliki kemampuan dan wawasan yang lebih baik, hampir disetiapsekolah yang menjadi terbaik dan teladan adalah aktivis- ketiaka angkatan saya di PDPII kab Bekasi, juara umum dan kelas  di raih oleh kader PII. aktivis selain peka terhadap sebuah keadaan juga kemampuan selalu di olah dan diasah secara langsung dengan ikut pelatihan atau secara tidak langsung seperti dalam rapat dan merencaanakan program

berbekal dan berdasrakan pengalaman maka organisasi pelajarbagi siswa adalah menjadi suatu yang harus bahkan wajib, karena penting sifatnya.bial dibanding dengan magang yang waktunya relatif singkat hanya 2-8 pekan. dan rawan penyelewengan, dan kebohongan. karena pihak sekolah hanya meminta laporan dari tempat magang tanpa melakukan pengawasan lanngsung, dan hal ini menjadi celah sebagian siswa untuk tidak magang tetapi mendapat sertifikat atau piagam dari tempat magang dengan membayar kepada oknum yang membuat laporan.

Jumat, 17 Mei 2013

Tansaksi sehat



 

Penduduk indonesia yang hampir semua memelik agama walau ada sebagian kecil yang menganut kepercayaan. Setiap ajaran  agama tentu mengatur dam memberi arahan dalam menjalani proses kehidupan agar dapat mencapai tujuan keberhasilan (dunia dan akhirat).
Salah satu sendi kehidupan yang diatur dalam agama adalah hubungan sosial yaitu manusia dengan manusia yang dalam agama islam disebut muamalah   dan lebih khusus berkaitan dengan tansaksi.
Secara langsung atau tidak secara langsung Dalam keseharian kita tidak lepas dari sebuah proses tansaksi, seperti jual beli, tukar menukar atau menggunakan jasa, baik perorangan atau secara berkelompok.
Sebagai manusia yang beragama tentu setiap akan melakukan tansaksi seyogya nya melaksanakan kaidah atau aturan yang telah tentukan oleh agama.
Pada awal mulanya hampir setiap agama (yahudi, keristen dan islam) melarang praktek riba dalam bertansaksi atau dengan kata lain riba adalah haram, namun seiring perjalanan waktu dengan alasan mempertimbangkan keadaan dal hal lainnya yang sengaja dibuat untuk merubah ketentuan bahwa riba itu haram maka hari ini bagi kaum keristen dan yahudi bukan sesuatu yang haram bahkan dibolehkan, hanya dalam islam riba tetap haram tidak berubah dan tak akan berubah.

Sebelum jauh melangkah membahas hal yang berhubungan dengan riba , semestinya kita menyamakan presefsi atau setidaknya mengikuti presefsi makna dari riba itu sendiri, berikut beberapa pendapat dan pandangan tentang pengertian riba:
Ø  Riba secara bahasa bermakna; ziyadah (tambahan), tumbuh dan membesar.

Ø  Menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil
Adapun pengertian tambah dalam konteks riba adalah tambahan uang atas modal yang diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan syara’, apakah tambahan itu berjumlah sedikit maupun berjumlah banyak seperti yang disyaratkan dalam Al-Qur’an

Ø  Badr Ad-Din Al-Ayni pengarang Umdatul Qari’ syarah Shahih Al-Bhukhari.
Prinsip utama dalam riba adalah penambahan. Menurut syari’ah riba berarti penambahan atas harta pokok tanpa adanya transaksi bisnis rill.

Ø  Imam zarkasi dari madzab Hanafi
Riba adalah tambahan yang disaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan yang dibenarkan syari’ah atas penambahan tersebut.

Ø  Raghib Al-Asfahani
Riba adalah penambahan atas harta pokok.

Ø  Qatadah
Riba Jahiliyah adalah seseorang yang menjual barangnya secara tempo hingga waktu tertentu. Apabila telah datang saat membayar dan si pembeli tidak mampu membayar, maka ia memberikan bayaran tambahan atas penangguhan.

Ø  Ja’far As-Shodiq berkata ketika ditanya mengapa Allah SWT mengharamkan riba supaya orang tidak berhenti berbuat kebajikan karena ketika diperkenankan untuk mengambil bunga atas pinjaman maka seseorang tadi tidak berbuat ma’ruf  lagi atas transaksi pinjam meminjam dan seterusnya. Padahal Qord bertujuan untuk menjalin hubungan yang erat dan kebajikan antar manusia.
Dari penertian yang ada maka riba berkenaan dengan 3 (tiga) hal, yaitu :
1.       Harta pokok
2.       Harta tambahan
3.       waktu
Landasan yang menjelaskan bahwa riba  berasal langsung dari sumberutama pedoman yang dijadikan pegangan oleh kaum muslim yaitu Al Qur’an dan juga beberapa hadits nabi Muhammad SAW.
 Dalam al Qur’an surat Al baqarah ayat 275 yang  artinya
". orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".

Dengan jelas dan gambalang ayat di atas menerangkan bahwa sebelum memberi penjelasan  riba itu haram, Allah SWT memberi tahu bahwa  adanya riba karena orang menganggap sama dengan jual beli padahal hal itu hanya dilakukan oleh orang yang kemasukan setan

Jumat, 10 Mei 2013

PELAJARAN AL QUR’AN dan PERDA


Pertenghan April 2013 kemarin, sebelum pelaksanaan UN tingkat SD salah peserta didik di TPQ yang saya bina meminta IJAZAH Sebagai tanda ke-lulus-an  dari tempat belajar ngaji.

Anak tersebut menjelaskan bahwa dari keterangan orang di sana(tempat akan melanjutkan sekolah SMP  ) ijaah tersebut akan digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke SMP di daerah tersebut yaitu Ciamis, di sana setiap peserta didik dari SD dan sederajat yang akan melanjutkan sekolah kejenjang tingkat SMP dan sederajat di wajibkan memiliki kemampuam baca Al-qur’an, dengan menyertakan tanda bukti kelulusan dari tempatnya belajar ngaji. Mendengar keterangan tersebut saya cukup kaget, karena mendadak dan tidak pernah ada sebelumnya.

Beberapa tahun kebelakang saya pernah ngobrol  dengan seoarang anggota DPRD kab Bekasi, anggota dewan tersebut sedang berusaha agar aturan baku dalam bentuk PERDA  yang mewajibkan setiap siswa muslim di kab Bekasi harus memiliki kemampuan Baca Tulis Al-qur’an (BTQ), dan pihak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan sederajat menjadikan kemampuan BTQ bagi siswa muslim sebagai salah satu syarat masuk sekolah. Dan bila pihak sekolah menemukan siswa yang mendaftar tak memiliki keamampuan itu maka harus menolaknya, Sampai sekarang hasilnya belum ada.

Saya kurang faham atau bahkan tidak faham mengapa rencana itu belum dapat direalisasikan, belum ada PERDA yang menyatakan kewajiban kemampuan BTQ, hari ini yang ada bahwa diwajibkan sebagai muatan lokal di kab Bekasi.

Secara keseluruhan penerapan BTQ hanya sebatas proeses yang harus di jalankan  sebatas menjalankan dan memenuhi laporan kurikulum dan hasilnya hanya beberapa sekolah hampir semua nya swasta yang menerapkan uji kemampuan BTQ sebagai sesuatu yang penting, misalnya ada beberapa sekolah yang menerapkan siswa yang tidak dapat ijazah kelulusan sebelum membuktikan kemampuan BTQ nya, ada yang dengan hafalan 1 juz atau tes baca Al-qur’an , jika tidak bisa maka siswa tersebut tertunda mendapat ijazah nya, sampai kewajiban hafalan atau tes nya terpenuhi.

Disayangkan kab Bekasi yang salahsatu   misi ingin membentuk masyarakat yang agamis dan mayoritas penduduknya muslim tapi pembelajaran Al-qur’an sangat kurang, hanya 2 jam pelajaran untuk BTQ dan 3 jam pelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) yang campur aduk isinya dalam sepekan dari hampir 40 jam pelajaran yang ada.

Setiap kita tentu mafhum bahwa terwujudnya masyarakat yang agamis tidak terlepas dari pembelajaran dan pendidikan Al-qur’an sebagai kitab suci, pegangan, pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dalam Al-qur’an surat al baqaarah ayat 2  yang artinya

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”

Jika mengetahui keterang yang Allah berikan dalam ayat di atas dengan realita yang ada di kab Bekasi maka ada beberapa pertanyaan dan diantaranya yaitu;

Apakah para pembuat peraturan masih ragu dengan Al-qur’an atau mereka tidak ingin dapat petunjuk karena tidak ingin jadi orang yang bertaqwa ???