Minggu, 16 Desember 2012

EKONOMI ISLAM UNTUK SELURUH UMAT


EKONOMI SYARIAH BUKAN HANYA UNTUK MUSLIM

Setelah Rosullah wafat, Abu bakar bertanya kepada Aisyah “amalan apa yang dikerjakan oleh Rosullah semasa masa hidupnya dan belum aku ikuti/kerjakan” tanya Abu bakar, Aisyah menjawab “ hampir semua amalan Rosullah telah kau kerjakan, tapi ada satulagi yang belum kau kerjakan, yaitu setiap hari Rosul pergi kepasar untuk memberi makan pengemis tua yang buta”.
Besok harinya Abu bakar berangkat ketempat yang ditunjukan oleh Aisyah dan ditempat itu telah ada seorang pengemis tua yang buta yang selalu menghina , menjelekan dan mencaci Rosullah, dan seperti diceritakan oleh aisyah bahwa nabi selalu memberi makan kepada pengemis itu maka abu bakar melakukan hal yang sama, akan tetapi baru makanan di suapkan  pengemis itu membuangnya dan berkata “ kau bukan orang yang biasa memberiku makan “, “ dari mana kau mengetahuinya” tanya abubakar, pengemis itu menjawab” sebelum menyuapkan makanan dia akan memembutkannya sehingga aku dengan mudah memakannya”.
Dari riwayat di atas tergambar betapa mulia akhlak rosullah sampai si penemis yahudi yang buta itu bersyahadat di depan abu bakar ketika mengetahui bahwa orang yang selalu di caci, hina dan selalu di jelekannya adalah orang yang setiap hari memberinya makan dengan mengunyahkannya sampai lembut, Islam  sebagai agama rahmatan lil alamin, bukan sekedar rahmatan lil muslimin, maka ketika di aplikasikan  (seperti rosullah ) dalam kehidupan siapapun dapatkan kemaslahatan .
Kehidupan sosial menurut islam di laksanakan prinsifnya untuk seluruh warga negara dalam suatu negara, baik golongan muslim atau bukan, tidak seorangpun dapat dikecualikan  ketika umar bin khotab menjadi kholifah pernah berkata” tidak ada perbedaan  antara penduduk yang beragama islam atau yang bukan islam (konsep perbankan syariah,hal 28,Dr moh rifai ,2002)
Dan hari ini ketika ekonomi islam di terapkan juga sebuah yang bisa di terima setiap orang , seperti bnyak di laporkan media tentang perkembangan ekonomi syariah, “ Meskipun menggunakan sistem syariah Permata Syariah mampu mengajak masyareakay non muslim di indonesia untuk berinvestasi di bank tersebut. Hal ini di buktikan dengan nasabah sekitar 36% dari kalangan non muslim, prosentase tersebut menunjukan bahwa bank syariah tidak berlaku bagi muslim (republika, 14 juni 2012) .
Maka dalam menjalankan sistem syariahnya perbankan Syariah selalu meningkatkan kwalitas sumber daya manusia pegawai dengan terus dan berkala melakukan pelatihan dengan penekanan bahwa islam adalah pegangan”pelatihan dasar Islamic way life SDM syariah menjadi wajib, bahkan program seperti ini  harus rutin dilakukan dan hal itu akan lebih memudahkan pemahaman materi-materi yang diberikan berikutnya”(lukman tamani, direktur batasa tazkia kepada sharing ed 54 juni 2011)
Islam adalah rahmatan lil alamin, dunia dalam sejah telah membuktikan ketika  islam diterapkan dalam setiap hal akan ada keteraturan dan keadilan nserta kesejahteraan karena yang menjadi dasar dari itu adalak akhlakul karimah, dalam sejarah tercatat bahwa modal dasar perjalanan yang di jalankan nabi adalah kejujuran dan kepercayaan sehingga rasa simpati konsumen meningkat , hal ini tercemin dengan keuntungan yang dicapai dalam masa yang relatif singkat tanpa harus menghindari etika bisnis yang berlaku dalam tradisi arab yang sesuai dengan prinsif syariah (fiqh perdagangan bebas , prof ali yafie dkk,cet 1 maret 2003)