EKONOMI SYARIAH BUKAN HANYA UNTUK MUSLIM
Setelah Rosullah wafat, Abu bakar bertanya
kepada Aisyah “amalan apa yang dikerjakan oleh Rosullah semasa masa hidupnya
dan belum aku ikuti/kerjakan” tanya Abu bakar, Aisyah menjawab “ hampir semua
amalan Rosullah telah kau kerjakan, tapi ada satulagi yang belum kau kerjakan,
yaitu setiap hari Rosul pergi kepasar untuk memberi makan pengemis tua yang
buta”.
Besok harinya Abu bakar berangkat ketempat
yang ditunjukan oleh Aisyah dan ditempat itu telah ada seorang pengemis tua
yang buta yang selalu menghina , menjelekan dan mencaci Rosullah, dan seperti
diceritakan oleh aisyah bahwa nabi selalu memberi makan kepada pengemis itu
maka abu bakar melakukan hal yang sama, akan tetapi baru makanan di
suapkan pengemis itu membuangnya dan
berkata “ kau bukan orang yang biasa memberiku makan “, “ dari mana kau
mengetahuinya” tanya abubakar, pengemis itu menjawab” sebelum menyuapkan
makanan dia akan memembutkannya sehingga aku dengan mudah memakannya”.
Dari riwayat di atas tergambar betapa mulia
akhlak rosullah sampai si penemis yahudi yang buta itu bersyahadat di depan abu
bakar ketika mengetahui bahwa orang yang selalu di caci, hina dan selalu di
jelekannya adalah orang yang setiap hari memberinya makan dengan
mengunyahkannya sampai lembut, Islam
sebagai agama rahmatan lil alamin, bukan sekedar rahmatan lil muslimin,
maka ketika di aplikasikan (seperti
rosullah ) dalam kehidupan siapapun dapatkan kemaslahatan .
Kehidupan sosial
menurut islam di laksanakan prinsifnya untuk seluruh warga negara dalam suatu
negara, baik golongan muslim atau bukan, tidak seorangpun dapat
dikecualikan ketika umar bin khotab
menjadi kholifah pernah berkata” tidak ada perbedaan antara penduduk yang beragama islam atau yang
bukan islam (konsep perbankan syariah,hal 28,Dr moh rifai ,2002)
Dan hari ini ketika ekonomi islam di terapkan
juga sebuah yang bisa di terima setiap orang , seperti bnyak di laporkan media
tentang perkembangan ekonomi syariah, “ Meskipun menggunakan sistem syariah
Permata Syariah mampu mengajak masyareakay non muslim di indonesia untuk
berinvestasi di bank tersebut. Hal ini di buktikan dengan nasabah sekitar 36%
dari kalangan non muslim, prosentase tersebut menunjukan bahwa bank syariah
tidak berlaku bagi muslim (republika, 14 juni 2012) .
Maka dalam menjalankan sistem syariahnya
perbankan Syariah selalu meningkatkan kwalitas sumber daya manusia pegawai
dengan terus dan berkala melakukan pelatihan dengan penekanan bahwa islam
adalah pegangan”pelatihan dasar Islamic way life SDM syariah menjadi wajib,
bahkan program seperti ini harus rutin
dilakukan dan hal itu akan lebih memudahkan pemahaman materi-materi yang
diberikan berikutnya”(lukman tamani, direktur batasa tazkia kepada sharing
ed 54 juni 2011)
Islam adalah rahmatan lil alamin, dunia dalam
sejah telah membuktikan ketika islam
diterapkan dalam setiap hal akan ada keteraturan dan keadilan nserta
kesejahteraan karena yang menjadi dasar dari itu adalak akhlakul karimah, dalam
sejarah tercatat bahwa modal dasar perjalanan yang di jalankan nabi adalah
kejujuran dan kepercayaan sehingga rasa simpati konsumen meningkat , hal ini
tercemin dengan keuntungan yang dicapai dalam masa yang relatif singkat tanpa
harus menghindari etika bisnis yang berlaku dalam tradisi arab yang sesuai
dengan prinsif syariah (fiqh perdagangan bebas , prof ali yafie dkk,cet 1 maret
2003)