mulai dari mana ?
......................................Lanjutan Mulai dari sekarang
dari dua hal tersebut selalu memiliki keterkaitan antara pendidikan dan ekonomi
masyarakat harys dapat pendidikan yang baik sesuai dengan amanat undang undang dan hal itu harys di jamin gratis bukan sekedar kata kata apa lagi orang miskin
orang orang miskin akan tetap mewariskan kebodohan dan kemiskinannya kepada anak cucunya karena mereka tak sanggup memberikan pendidikan formal yang layak bagi keluarganya dan selanjutny mereka hanya mampu bekerja dengan upah di bawah layak, sementara yang ekonominya cukup dan di atas rata rata bahkan melebihi seratus persen di atas kecukupan bisa menikmati pendidikan dengan berbagai tambahan dan fasilitas yang menunjang
disisi lain ekonomi yang kini telah menunju ke bangkitan bahkan ramalan para pengamat dalam dan luar negeri bahwa indonesia akan menjadi kiblat , penguasa ekonmi syariah. dengan jumlah penduduk muslim terbesar hal ini akan menujukan sebuah kekuatan tersendir.
tapi di balik itu semua sampai hari ini masih banyak kalangan orang muslim khususnya yang enggan bertransaksi dengan (bank Syariah), serta yang paling IRONIS adalah KEMENTERIAN AGAMA lebih memilih bekerjasama dengan BANK KONVESIONAL dalam penyaluran dana bantun untuk GURU DI lingkungannya, sesuatu yang menyedihkan bahkan menyesatkan, seharusnta KEMENAG menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan aflikasi tetapi pada kenyataan - sampai hari ini- justu menjadi "PENGHIANAT" Bagi dunia Ekonomi Syariah d indinesia