Minggu, 13 Mei 2012

PERJALANAN


Ini jalan ku*

Kan ku tempuh sampai waktu habis
Entah berapa lama
Entah sampai kapan
Dengan atau tanpa yang lain
            Kuat jalani hidup
Sungguh suatu keharusan
            Tak kan menyerah
Berhenti ditengah perjalanan
Berarti akan tertabrak waktu
Apalagi bila mundur
Binasa dengan peradaban zaman

Aku ingin menulis, berkarya, menulis sebuah karya yang bisa berguna bukan hanya untuk diriku, tapi bermanfaat bagi orang banyak . sulit sungguh sangat sulit dikeluarkan  yang ada hanya iide , yang ada hanya gagasan dalam kepala sulit sekali di keluarkan.
Imanjinasi, khayalan angan yang terlalu tinggi membuat ku tak mampu untuk merangkai kata, tak mampu menyusun kalimat, hingga semua terhenti.
Coretan coretan ini biarlah menjadi jalan, pipa penghantar sebuah proses yang bisa aku lalui agar kekentalan isi dalam otak. Menjadi encer dan lebih mudah untuk untuk di keluarkan
Walau entah sampai kapan , walau ku sendiri  tak tahu pasti akan perubahan pikiran akibat perubahan jaman, tapi hari ini ku ingin membuat perubahan, sebuah perubahan yang bermanfaat dan menggapai ke-ridhaan Illahi.

*ini di tulis pada 14 juni 2008, di saat saya sedang mencari, banyak mencari tempat yang bisa di jadikan curhat kepenatan dari ide gagasan yang tak pernah tersalurkan,yang tak ada tempat untuk menuangkannya apalagi merealisasikan
Ide penulisan ini diawali karena selalu jenuh,  karena lebih banyak waktu luang dari pada pekerjaan  

GENERASI YANG HEBAT


Generasi yang punya jati diri*
Atang shalihin**
M
encari Jati diri generasi pembangun ekonomi Syariah Ini adalah tema dari kegiatan Orientasi and Outbound Spiritual Quotient (O2SQ) 2012  yang di selenggarakan oleh  FORUM ISLAMIC LAW OF ECONOMIC STUDIES (FILE”S). kegiatan yang semula direncanakan  pelaksanaanyan di Bogor  atau tepatnya  di  Pesantren Alam “Salam Ciriko”, Desa Sukamaju, Dusun Citarna Kecamatan Cigudeg Kab. Bogor Jawa Barat,  akhirnya di laksanakan di Cikarang Bekasi atau lebih tepatnya di kandang sendiri, kampus STAI Haji Agus Salim di Desa tanjungsari, kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Ada bebrapa  alasan perubahan  lokasi pelaksanaan  O2SQ di antaranya:

Jarak tempuh ; bila di laksanakan di Bogor maka butuh jarak tempuh yang cukup jauh, maka akan ada beberapa hal yang tidak terkejar(lebih bayak istirahat dam persiapan), materi yang di beikan hanya 2, plus outbond, dan kemarin (pelaksanaan di tempat sendiri) peserta mendapatkan  5 materi (qur’an dan sins, perkembangan dan peranan Ekonomi Syariah, keorganisasian, persidangan, personal intraduction) serta outbond, jadi dengan dilaksanakan di cikarang peserta lebih bayak mendapat materi.
 
Peserta yang mempunyai anak kecil; karena ada calon peserta yang mempunyai anak kecil (dibawah 2 tahun) yang tak mungin untuk di tinggal( suami yang bersangkutan hanya  memberi ijin jika kegiatan dilaksanakan di sekitar Bekasi agar jika terjadi sesuatu -anak ingin menyusu- dapat di tempuh dalam waktu yang tak lama – kurang dari 60 menit-)

Dana ; alasan inilah yang dapat mewakili dan faktor penyebab yang paling krusil dalam perubahan lokasi, karena jarak tempuh yang jauh berarti dana yang harus di siapkan harus cukup , sementara dana yang ada  sampai pada sehari sebelum pelaksanaan (H  -1) Rp 300.000 dari sekitar 20 jutaan dana yang di butuhkan
hal lain yang menjadi alasan adalah kesiapan waktu yang (keberangkatan) untuk banyak calon peserta yang banyak bekerja di perusahaan industri, serta masih ada sebab lain yang menjadi tempat pelaksanaan acara tidak sesuai dengan rencana.

Berubahnya tempat tak menyurutkan calon peserta (walau ada kabar angin bahwa  tempat menjadi alasan untuk beberapa calon peserta batal ikut ), mereka sangat antusias mengikuti semua proses kegiatan dari awal sampai akhir, bahkan ketika hari ke 2 pun, semua datang kembali (karena acara tidak menginap) dengan semangat yang lebih dari hari sebelumnya, tidak tampak pada wajah mereka rasa lelah, dan kecewa yang ada semangat , padahal di hari pertama mereka sangat di kuras energi – berfikir membutuhkan energi yang lebih besar dari dapa bekerja fisik- dan sebelum acara ada yang baru pulang kerja di perseroan Terbatas (PT) shif 3(belum istirahat) dari tempat kerja.

Acara di mulai      
Hari sabtu pukul 08 30 kegiatan O2SQ di mulai dengan opening ceremony, moderator Ceremony (MC) oleh saudari Ekawati (rencana semula oleh Purnawati ) dari semester VI HES, pembacaan ayat suci Al-quran oleh saudara Jamali dari Semester IV HES  dengan saritilawah saudari Mulyanah (istri saudara Jamali) yang juga dari semester IV HES, untuk sambutan pertama di sampaikan oleh ketua Panitia yang juga ketua FILE’S,  Atang Shalihin .

Dalam sambutannya ketua panitia menjelaskan bahwa pelaksanaan acara ini dengan semangat dan rasa optimis yang tinggi akan terselenggara, walau sebelunnya pihak kampus (Ketua STAI HAS) sudah memperingatkan dengan mengatakan “hari gini mau ngadaion acara,lagi ngebangun aja ditunda dana dari mana “ . tapi dengan tekad dan keyakinan serta kerja sama semua panitia (termasuk didalamnya peserta) bahwa ini adalah langkah yang harus dimulai sebagai jal;an da’wah bil hal dalam sosialisasi, edukasi, dan realisasi ekonomi syariah di kampus STAI HAS terutama secara khusus bagi mahasiswa Prodi Hukum Ekonoi Syariah (HES), untuk itu ketua panitia yang juga ketua FILE’S meinta agar semua  tetap semangat dalam mengikuti kegiatan agar mendapat manfaat yang bayak.

Dan sambutan yang ke dua dari Rektorat di sampaikan oleh ketua Program Studi (kaprodi) HES bapak Sumarjo , dalam sambutannya beliau sangat banga dan prihatin dengan kegiatan ini, beliau juga menegaskan bahwa acara ini (O2SQ) wajib diikuti oleh semua mahasiswa prodi HES, karena sertifikatnya akan digunakan sebagai syarat wajib untuk ujian komprehenshif (selain sertifikat MOS dan PKL) , kalau di PAI kan wajib pramuka maka di HES acara ini wajib diikuti terutama semester VI”  ungkap nya jelas, beliau juga  memberi paparan bahwa HES masih mencari bentuk bukan hanya di STAI HAS tapi hampir semua Perguruan Tinggi yang membuka jurusan Ekonomi Syariah, “ jadi kasihan  semester VI yang kebingungan dengan mata kuliahnya, saya dapat mertasakan hal itu” pengakuannya saat sambutan.

Selain sambutan, bapak Sumarjo juga membuka acara “  dengan membaca BISBILLLAHI RAHMANNIRRAHIIM acara O2SQ saya buka”  ucapnya dilanjut mengetukan palu tiga kali (tok tok tok), dan tepuk tangan pun diberikan oleh semua yang hadir, selain panitia dan peserta  yang turut hadir bapak Nur S Buchori salah satu Dosen di prodi HES dan dan beliau adalah  penggagas berdirinya FILE’S juga O2SQ, hadir juga  bapak Yusuf  beliau adalah sekretaris Jurusan HES yang banyak membantu proses pra pelaksanaan O2SQ..

Selesai sambutan dan pembukaan acara oleh prodi HES bapak Sumarjo , acara yang terakhir dalam rangkaian opening ceremony adalah doa, ” untuk pembambacaan do’a akan di pimpin oleh bapak Buchori “  kata pembawa acara sambil memohon maaf dan pamit karena selesai tugas yang di embannya.
Bapak Buchori memimpin doa penutupan opening ceremony  Orientasi and Outbound Spiritual Quotient ( O2SQ) 2012, “semoga acara ini lancar dan dapat keberkahan dari Allah SWT” amin yaa rabbalalamiin.

Berlanjut ..............................  dengan Tulisan  berjudul   Al qur’an bicara sains lebih awal
*catatan kaki ketua panitia Orientasi and Outbound Spiritual Quotient ( O2SQ) 2012
** ketua FORUM ISLAMIC LAW OF ECONOMIC STUDIES (FILE’S)

Rabu, 09 Mei 2012

harus di penuhi


Kebutuhan
D
emi memenuhi kebutuhan , orang akan melakukan apapun dengan berbagai cara apalagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan yang bersifat fisik ini akan sangat merasa rugi, menyesal jika tak terpenuhi. Akan sangat merasa sedih jika lapar tak tertahan sementara tak ada makanan yng bisa di lahap, tak ada jaminam akan makan apa, tak terbayang akan bisa makan kapan sehingga dengan sekuat tenaga akan mencari sesuap, sepiring, secukup memenuhi kebutuhan keinginan untuk makan, begitu pula dengan pakaian dan tempat tinggal, walau untuk pakaian apalagi  tempat tinggal adalah kebutuhan primer yang sifatnya hanya penting tapi tak sampai genting . tak ada seorang yang sanggup bertahan terlalu lama demi menahan perut dalam kedadaan kosong , sementara tak ada niat atau tak punya tujuan untuk melaksanakan puasa.
Jika terhadap isi perut, dan bungkus kulit orang begitu peduli terbalik 100 bahkan sampai 180 derajat dengan pemenuhan isi hati, jiwa . kebutuhan ruhani kadang terabaikan bahkan dengan sengaja di abaikan sampai terlupakan. Orang-orang tak pernah  merasa lapar ketika berhari-hari bahkan berminggu-minggu tak mendapatkan dan menikmati santapan ruhani , mereka tak pernah kehausan walau selama mungkin tak meneguk air telaga hikmah, mereka tak merasa kekeringan padahal jarang sekali mendapat siraman ruhani. Kebanyakan orang menganggap bahwa ruhani tah punya kebutuhan, tak mesti di beri makan, minum tak perlu di basuh bahkan tak perlu di lindungi.
Sungguh sebuah kenyataan kenyataan yang sangat menyedihkan. mereka , orang-orang yang hanya menganggap harus memenuhi kebutuhan jasmani  belaka tanpa memperdulikan bahwa sangat penting memenuhi kebutuhan ruhani, mereka lupa, mereka tak sadar,  bahwa jasmani yang selalu mereka penuhi kebutuhannya itu akan binasa, akam mati, hancur bercampur tanah karena memang berasal dari tanah, saripati tanah, mereka tidak berfikir bahwa yang kekal abadi adalah jiwa, ruh yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan, prilaku yang mereka lakukan ketika ruh masih bersama jasmani.
Tapi tentu tak semua orang yang demikian, beranggapan tidak perlu memenuhi kebutuhan ruhani,karena ada sekelompok, segolongan , sebagian orang yang beranggapan sama penting memenuhi kebutuhan jasmani dan kebutuhan ruhani atau bahkan ada yang berprinsif bahwa memenuhi kebutuhan jasmani cukup alakadarnya sementara pemenuhan kebutuhan ruhani harus maksimal.
Seharusnya pemenuhan kebutuhan jasmani menjadi alat , sarana untuk bisa mencapai terpenuhinya kebutuhan ruhani sehingga keseimbangan akan tercapai. Dalam mencari kebutuhan (dunia) jasmani seakan-akan kita akan hidup selamanya, tapi memenuhi kebutuhan ruhani bagai akan berpisah (mati) secepat mungkin (esok hari).

untuk Indonesia


NEGERIKU*
Di sini di negeri ini aku di lahirkan
Airnya ku minum, tanahnya ku pijak
Ku tetap bagian dari mu Indonesia
            Cerita kakek cerita guru
            Sejatah tentang ibu pertiwi
            Membuat ku harus berjuang
            Berjuang mengisi kemerdekaan
Bekerja berkarya
Dan bela negara
Kewajiban warga tanpa batas usia
Berbuat nyata bertindak benar
Mengabdi untuk negeri

* di tulis pada 27 juni 2008

cari uang sekolah / kerja


Cari uang untuk bekerja

Catatan ini ditulis pada juni 2008 sebagai sutu ungkapan keheranan dari banyak pertanyaan yang berhubungan dengan dunia pendidikan, industri, tenaga kerja dan strata sosial orang orang yang berpendidikan dan atau para karyawan, petani,  buruh , pedagang dan pekerjaan lain yang tak menggunakan kata karyawan

S
aya berfikir untuk apa sekolah (tinggi-tinggi) jika yang dikejar sebatas mencari pekerjaan /uang, coba perhatikan beberapa kasus orang yang mencari kerja. Lulusan yang ditempat kerja yang sama yang satu diterima yang lain tidak(karena test nya gagal) atau pencari kerja dari lulusan yang berbeda satu lulusan SLTP yang lain lulusan SLTA ternyata yang diterima adalah  lulusan SLTP dan ada yang lebih menarik yang satu lulusan lolos (SD pun tak selesai/tamat) tapi bisa mengalahkan yang lulus sekolah dalam mencari pekerjaan
.
Semua kasus di atas tadi bahkan lebih dari itu hanya bisa saya dengar dalam obrolan rahasia pinggir jalan. Kalau harus mencari bukti juga ada, tapi entah hari ini orang yang bersangkutan (terlibat) korban atau justru mendapat keuntungan dari itu mau mengakui atau sebaliknya. Yang jelas hal tersebut sekarang bukan rahasia pribadi tapi jadi rahasia umum(di rahasiakan tapi hampir semua orang mengetahuinya) dan terjadi sejak 15 tahun yang lalu.
Yang terjadi di daerah itu adalah kalau anak lulus sekolah yang dicari hanya pekerjaan dan defenisi / pengertian pekerjaan merurut mereka adalah jadi karyawan di Perseroan Terbatas (yang biasa mereka sebut karyawan PT), jadi kalau hanya bekerja jadi petani meneruskan atau memiliki sawah sendiri itu namanya masih pengangguran, bukan juga bekerja jadi orang berusaha bidang perdagangan atau jual beli (pedagang,makelar atau sejenisnya ) berarti mereka belum kerja.

Sementara untuk dapat pekerjaan di PT harus siapkan banyak uang; uang sabun, uang rokok, uang bensin, dam macam macam nama lain yang indah seperti pelangi. Bukan kah lebih hemat jika potong jalur kompas , yang dimaksud adalah setelah lulus SD atau SLTP (karena wajib belajarnya 9 tahun ) tidak usah melanjutkan ke jenjang SLTA, memakan waktu lama dan biaya yang tak sedikit. Jika kita potong kompas berari langsung saja cari uang – jadi kuli atau apa saja – tapi bukan karyawan PT. Selama kurang lebih 1- 2 tahun, jika uang sudah terkumpul tinggal “beli” ijazah SLTA atau mengikuti ujian persamaan paket C yang setara Dengan SLTA --pakek B setara dengan SLTP dan paket A setara dengan SD ( hapir tidak ada di daerah saya yang ikut paket A- karena walau tak lulus SD tak akan mau lagi untuk menanjutkan sekolah.--hasilnya kan sama bisa digunakan melawar kerja di PT dan pasti diterima karena kita sudah siapkan uang pelangi selama 2 tahun hanya di kurangi untuk Ujian Persamaan, tentu itu lebih cepat, lebih hemat walau lebih pinter.

Jika kita hitung setelah SLTP dan melanjutkan ke SLTA, 3 tahun waktu  yang dibutuhkan belum  lagi biaya yang di keluarkan selama itu, waktu saya sekolah tingkat SLTA setiap hari  Rp 2000, kurang nya RP 1000, hanya untuk bayar ongkos  saja, jadi anggap saja sehari butuh RP 3000, jika dalam setahun jumlah hari 365 hari di kurang hari libur nasional dan sejenisnya selama kurang lebih 100 hari maka waktu efektif belajar 265 hari di kali Rp 3000 di kali 3 tahun berarti untuk ongkos saja di butuhkan Rp 795.000 , jika setiap hari jajan 1000 saja maka Rp 265.000 , dan jika iuran bulanan Rp 15.000 perbulan maka biaya yang di keluarkan adalah  Rp 540.000, dan biaya Caturwulan , jika satu kali saja Rp 20.000 maka biayanya adalah 20.000 x 8 = 160.000 dan yang terakhir Ujian Nasional , dan yang awal belum tertera adalah biaya gedung , pendaftaran , seragam dan lain-lain.


Di tahun 1996 - 1999 ( ketika saya sekolah Tingkat SLTA)  biaya yang di keluarkan adalah:
Pendaftaran                                      ???
Seragam                                              Rp 150.000
Bangunan                                           ???
Ongkos                                                Rp 795.000*
Jajan                                                     Rp 265.000*
Iuran bulanan                                   Rp 540.000
Caturwulan                                        Rp 160.000
Ujian Nasional                                  Rp 65.000*
Pengeluaran yang lupa                                 ???
*Ini hitungan yang sangat irit , bahkan kurang 

Itu biaya yang di keluarka selama sekolah belum termasuk tektek bengek embel embel  yang lain, di tambah lagi harus menyiapkan uang pelangi  kalau dah mau cari kerja yang nominalnya tentu lebih besar dari satu-dua tahun sebelumnya.

Apakah hal tersebut sebagai salah satu jalan keluar atau justru sebaliknya hal itu merupakan bagian dari deretan masalah yang harus di selesaikan yang selama ini terjadi di lingkungan Pendidikan dan Perindustian  dan tenaga kerja.

Semoga kita tetap menjadi bagian yang bukan menjadi masalah tersebut dan sebaliknya dapat memberi kontribusi penyelesaian nyata dalam hal-hal itu,
Hanya Allah yang Tahu Segalanya