Rabu, 09 Mei 2012

harus di penuhi


Kebutuhan
D
emi memenuhi kebutuhan , orang akan melakukan apapun dengan berbagai cara apalagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan yang bersifat fisik ini akan sangat merasa rugi, menyesal jika tak terpenuhi. Akan sangat merasa sedih jika lapar tak tertahan sementara tak ada makanan yng bisa di lahap, tak ada jaminam akan makan apa, tak terbayang akan bisa makan kapan sehingga dengan sekuat tenaga akan mencari sesuap, sepiring, secukup memenuhi kebutuhan keinginan untuk makan, begitu pula dengan pakaian dan tempat tinggal, walau untuk pakaian apalagi  tempat tinggal adalah kebutuhan primer yang sifatnya hanya penting tapi tak sampai genting . tak ada seorang yang sanggup bertahan terlalu lama demi menahan perut dalam kedadaan kosong , sementara tak ada niat atau tak punya tujuan untuk melaksanakan puasa.
Jika terhadap isi perut, dan bungkus kulit orang begitu peduli terbalik 100 bahkan sampai 180 derajat dengan pemenuhan isi hati, jiwa . kebutuhan ruhani kadang terabaikan bahkan dengan sengaja di abaikan sampai terlupakan. Orang-orang tak pernah  merasa lapar ketika berhari-hari bahkan berminggu-minggu tak mendapatkan dan menikmati santapan ruhani , mereka tak pernah kehausan walau selama mungkin tak meneguk air telaga hikmah, mereka tak merasa kekeringan padahal jarang sekali mendapat siraman ruhani. Kebanyakan orang menganggap bahwa ruhani tah punya kebutuhan, tak mesti di beri makan, minum tak perlu di basuh bahkan tak perlu di lindungi.
Sungguh sebuah kenyataan kenyataan yang sangat menyedihkan. mereka , orang-orang yang hanya menganggap harus memenuhi kebutuhan jasmani  belaka tanpa memperdulikan bahwa sangat penting memenuhi kebutuhan ruhani, mereka lupa, mereka tak sadar,  bahwa jasmani yang selalu mereka penuhi kebutuhannya itu akan binasa, akam mati, hancur bercampur tanah karena memang berasal dari tanah, saripati tanah, mereka tidak berfikir bahwa yang kekal abadi adalah jiwa, ruh yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan, prilaku yang mereka lakukan ketika ruh masih bersama jasmani.
Tapi tentu tak semua orang yang demikian, beranggapan tidak perlu memenuhi kebutuhan ruhani,karena ada sekelompok, segolongan , sebagian orang yang beranggapan sama penting memenuhi kebutuhan jasmani dan kebutuhan ruhani atau bahkan ada yang berprinsif bahwa memenuhi kebutuhan jasmani cukup alakadarnya sementara pemenuhan kebutuhan ruhani harus maksimal.
Seharusnya pemenuhan kebutuhan jasmani menjadi alat , sarana untuk bisa mencapai terpenuhinya kebutuhan ruhani sehingga keseimbangan akan tercapai. Dalam mencari kebutuhan (dunia) jasmani seakan-akan kita akan hidup selamanya, tapi memenuhi kebutuhan ruhani bagai akan berpisah (mati) secepat mungkin (esok hari).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar