Kebutuhan
|
D
|
emi memenuhi kebutuhan , orang akan melakukan
apapun dengan berbagai cara apalagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan
yang bersifat fisik ini akan sangat merasa rugi, menyesal jika tak terpenuhi.
Akan sangat merasa sedih jika lapar tak tertahan sementara tak ada makanan yng
bisa di lahap, tak ada jaminam akan makan apa, tak terbayang akan bisa makan
kapan sehingga dengan sekuat tenaga akan mencari sesuap, sepiring, secukup
memenuhi kebutuhan keinginan untuk makan, begitu pula dengan pakaian dan tempat
tinggal, walau untuk pakaian apalagi
tempat tinggal adalah kebutuhan primer yang sifatnya hanya penting tapi
tak sampai genting . tak ada seorang yang sanggup bertahan terlalu lama demi
menahan perut dalam kedadaan kosong , sementara tak ada niat atau tak punya
tujuan untuk melaksanakan puasa.
Jika terhadap isi perut, dan bungkus kulit
orang begitu peduli terbalik 100 bahkan sampai 180 derajat dengan pemenuhan isi
hati, jiwa . kebutuhan ruhani kadang terabaikan bahkan dengan sengaja di
abaikan sampai terlupakan. Orang-orang tak pernah merasa lapar ketika berhari-hari bahkan
berminggu-minggu tak mendapatkan dan menikmati santapan ruhani , mereka tak
pernah kehausan walau selama mungkin tak meneguk air telaga hikmah, mereka tak
merasa kekeringan padahal jarang sekali mendapat siraman ruhani. Kebanyakan
orang menganggap bahwa ruhani tah punya kebutuhan, tak mesti di beri makan,
minum tak perlu di basuh bahkan tak perlu di lindungi.
Sungguh sebuah kenyataan kenyataan yang sangat
menyedihkan. mereka , orang-orang yang hanya menganggap harus memenuhi
kebutuhan jasmani belaka tanpa
memperdulikan bahwa sangat penting memenuhi kebutuhan ruhani, mereka lupa,
mereka tak sadar, bahwa jasmani yang
selalu mereka penuhi kebutuhannya itu akan binasa, akam mati, hancur bercampur
tanah karena memang berasal dari tanah, saripati tanah, mereka tidak berfikir
bahwa yang kekal abadi adalah jiwa, ruh yang akan mempertanggungjawabkan
perbuatan, prilaku yang mereka lakukan ketika ruh masih bersama jasmani.
Tapi tentu tak semua orang yang demikian,
beranggapan tidak perlu memenuhi kebutuhan ruhani,karena ada sekelompok,
segolongan , sebagian orang yang beranggapan sama penting memenuhi kebutuhan
jasmani dan kebutuhan ruhani atau bahkan ada yang berprinsif bahwa memenuhi
kebutuhan jasmani cukup alakadarnya sementara pemenuhan kebutuhan ruhani harus
maksimal.
Seharusnya pemenuhan kebutuhan jasmani menjadi
alat , sarana untuk bisa mencapai terpenuhinya kebutuhan ruhani sehingga
keseimbangan akan tercapai. Dalam mencari kebutuhan (dunia) jasmani seakan-akan
kita akan hidup selamanya, tapi memenuhi kebutuhan ruhani bagai akan berpisah
(mati) secepat mungkin (esok hari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar