Dalam hadits nabi
bersabda “barang siapa yang gembira meyambutdatangnya bulan ramadhan maka
diharamkan api neraka membakar jasadnya”
Bulan ramadhan sangat istimewa di dalamnya penuh dengn
peristiwa yang sangat hebat yaitu kemenangan kaum muslimin dalam perang badr,
juga nujulul qur’an. Kemerdekaan indonesia juga terjadi pada ramadhan.
Bergembira menyambut ramadhan berarti kita telah siap dan
nantikan sejak lama, bahkan dua bulan seblum ramadan kita senantiasa berdoa
meminta kepada Allah supaya diberi kesempatan untuk bertemu dengn ramadhan.
Ramadhan memeng begitu spesial, karena ramadhan para pekerja
mendapatkan jatah wkatu istirahat yang lebih banyak tetapi tetap mampu mengejar target yang
ditentukan, dalam ramadhan perputaran uang naik, baik jumlah atau waktunya. Dalam
ramadhan rasa kasih sayang dan perhatian serta kepedulian lebih meningkat, pada
ramhadan setiap orang mencoba mewujudkan keinginannya. Menambah pundi amal,
menjalin persaudaraan sampai meningkatkan kualitas diri.
Bergembira menyambut juga gembira mengisi ramadan dengan
berbagai sikap dan aktivitas, berpuasa sebagai kewajiban, firman Allah dalam al
Qur’an surrah Al baqarah 183.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”,
Dengan berpuasa
banyak keuntungan yang akan dapatkan, mulai dari teraturnya waktu makan, sampai
kesehatan lambung pencernaan dan anggota tubuh yang lain.
Selain menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik puasa juga
akan meningkatkan produktifitas kerja, dalam menjalankan ibadah puasa setiap
muslim akan bekerja dengan kejujuran dan penuh rasa tanggung jawab sehingga
berimbas pada hasil kerja. Saat puasa ramadhan juga memberikan kesempatan orang
untuk bekerja lebih awal, walau justru beberapa pihak memberi kelonggaran
dengan mengurang jam kerja.
Saling kepercayaan akan timbul dari semua pihak saat puasa,
menjaga hubungan serta memberi kesempatan untuk berbuat lebih banyak.
Terkadang kita tidak bisa menutup mata sebagain muslim
menjadikan puasa sebagai alasan untuk berleha-leha, atau menghentikan
pekerjaan, yang sebenarnya tak tetlalu berpengaruh antara pekerjaan dan
puasanya. Mereka merasa terbebani dengan bekerja saat puasa, dan sesungguhnya
mereka terbebani saat bekerja pada saat tak puasa.
Keikhlasan adalah salah satu kunci, menjalankan ibadah puasa
dengn tetap bekerja adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Dari pekerjaan
kita akan mendapatkan bonus berupa pergantian uang makan dalam bentuk uang
sampai pada THR. Dari sisi ibadah sudah jelas bahwa puasa adalah kewajiban dan
melaksanakan pekerjaan sambil menjalankan puasa berarti berlipat nilai bekerja
sebagai ibadahnya, melaksanakan kewajiban bekerja saat kewajiban ibadah
dilaksanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar