aktulisasi diri yang merindukan sesuatu dalam perjalanan hidup, dan sesuatu itu adalah nilai manfaat bagi sesama
Rabu, 24 Oktober 2012
Kamis, 06 September 2012
kerja aja
Catatan ini ditulis pada juni 2008 sebagai sutu ungkapan keheranan dari banyak pertanyaan yang berhubungan dengan dunia pendidikan, industri, tenaga kerja dan strata sosial orang orang yang berpendidikan dan atau para karyawan, petani, buruh , pedagang dan pekerjaan lain yang tak menggunakan kata karyawan
S
|
aya berfikir untuk
apa sekolah (tinggi-tinggi) jika yang dikejar sebatas mencari pekerjaan /uang,
coba perhatikan beberapa kasus orang yang mencari kerja. Lulusan yang ditempat
kerja yang sama yang satu diterima yang lain tidak(karena test nya gagal) atau
pencari kerja dari lulusan yang berbeda satu lulusan SLTP yang lain lulusan SLTA
ternyata yang diterima adalah lulusan
SLTP dan ada yang lebih menarik yang satu lulusan lolos (SD pun tak selesai/tamat) tapi bisa mengalahkan yang lulus sekolah
dalam mencari pekerjaan
.
Semua kasus di atas
tadi bahkan lebih dari itu hanya bisa saya dengar dalam obrolan rahasia pinggir
jalan. Kalau harus mencari bukti juga ada, tapi entah hari ini orang yang
bersangkutan (terlibat) korban atau justru mendapat keuntungan dari itu mau
mengakui atau sebaliknya. Yang jelas hal tersebut sekarang bukan rahasia
pribadi tapi jadi rahasia umum(di rahasiakan tapi hampir semua orang
mengetahuinya) dan terjadi sejak 15 tahun yang lalu.
Yang terjadi di
daerah itu adalah kalau anak lulus sekolah yang dicari hanya pekerjaan dan
defenisi / pengertian pekerjaan merurut mereka adalah jadi karyawan di
Perseroan Terbatas (yang biasa mereka sebut karyawan PT), jadi kalau hanya
bekerja jadi petani meneruskan atau memiliki sawah sendiri itu namanya masih
pengangguran, bukan juga bekerja jadi orang berusaha bidang perdagangan atau
jual beli (pedagang,makelar atau sejenisnya ) berarti mereka belum kerja.
Sementara untuk
dapat pekerjaan di PT harus siapkan banyak uang; uang sabun, uang rokok, uang
bensin, dam macam macam nama lain yang indah seperti pelangi. Bukan kah lebih
hemat jika potong jalur kompas , yang dimaksud adalah setelah lulus SD atau
SLTP (karena wajib belajarnya 9 tahun ) tidak usah melanjutkan ke jenjang SLTA,
memakan waktu lama dan biaya yang tak sedikit. Jika kita potong kompas berari
langsung saja cari uang – jadi kuli atau apa saja – tapi bukan karyawan PT.
Selama kurang lebih 1- 2 tahun, jika uang sudah terkumpul tinggal “beli” ijazah SLTA atau mengikuti ujian
persamaan paket C yang setara Dengan SLTA --pakek B setara dengan SLTP dan
paket A setara dengan SD ( hapir tidak ada di daerah saya yang ikut paket A-
karena walau tak lulus SD tak akan mau lagi untuk menanjutkan sekolah.--hasilnya
kan sama bisa digunakan melawar kerja di PT dan pasti diterima karena kita
sudah siapkan uang pelangi selama 2 tahun hanya di kurangi untuk Ujian
Persamaan, tentu itu lebih cepat, lebih hemat walau lebih pinter.
Selasa, 19 Juni 2012
ciri ekonomi syariah
ciri ekonomi syariah
jika kita mau jujur, ternyata
orang tua kita sejak lama (tahun 80 an dan sebelumnya) sudah menerapkan
nilai- nilai ekonomi Islam.
coba kita perhatikan
ketika mereka inin mendapatkan sesuatu dengan menukarnya dengan sesuatu
atau yang biasa disebit dengan barter, secara prinsif keuangan islam
/syariah adalah keuangan dengan sistem barter (republika 15-16-2012)
dalam hal lain pemberian modal dan bagi keuntungan/hasil ketika melakukan paroan
domba, seorang pemilik mempercayakan dombanya untuk dipelihara kepada
yang membutuhkan , mau dan dapat dipercaya, biasanya sepasang atau
paling tidak induk betina, karena betina yang akan menambah hasil,
seiring dengan perjalanan waktu domba itu beranak, maka anaknya yang
akan dibagi, karena anak domba itulah hasil sebagai keuntungan.
apabila
induk hanya beranak satu atau ganjil maka mereka (pemilik dan
pemelihara ) akan menunggu si induk beranak kembali sampai genap,
tetapi jika trus ganjil akan tetap dibagi 2, dan yang satu dibagi
berdasar kesadaran dan kerelaan masing2, jika tidak ada yang merelakan
solusinya adalah dengan di uangkan/dijual. hasil penjualan di bagi
atau dengan mentaksir harga nya dan si pemilik membayar dengan harga
separuhnya (separuh milik nya).
transaksi yang terjadi diatas (barter dan paroan) dedasari dengan saling percaya, sama2 senang dan ada keadilan. yang merupakan ciri dari ekonomi syariah.
secara
pengetahuan mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah sistem ekonomi
syariah, tapi mereka telah menerapkannya dan sesuai dengan ciri ekonomi
syariah.
menurut Adiwarman karim dalam bukunya ekonomi mikro islam ciri-ciri ekonomi islam adalah:
- kepemilikan multi jenis
dalam ekonomi sosialis semua usaha harus berada/dikelola oleh
negara, dalam sistem kapitalis sebaliknya swasta yang harus pegang,
berbeda dengan itu(sosialis dan kapitalis) sistem ekonomi islam bahwa
usaha boleh, bisa di kelola oleh pemerintah dan swasta.
- kebebasan bertindak
karena usaha boleh dikelola oleh pemerintah dan swasta maka
masing2 pihak bisa melqakukan hal2 yang bersifat untuk kemajuan
peruisahaan asal tidak bertentangan dengan nilai dan peraturan yang ada
(syariah),
karena memang hukum asal dari muamalah adalah halal/boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.
dan untuk menjaga kestabilan tentu harus dibuat dan disepakati peraturan yang tidak bertentangan dengan syariah.
- keadilan sossial
semua sistem ekonomi bertujuan menciptakan keadilan dan
kesejahtraan yang merata, tapi pada kenyataan sosialis telah tumbang
daan negara pendukungnya hancur terpecah-pecah, dan kini bisa kita
lihat kapitalis sedang oleng dengan bnyak krisis terjadi dari waktu
kewaktu di banyak negara dan dalam waktu tak akan lama akan karam.
dan
kita tak boleh lupakan sejarah ketika ekonomi syariah diterapkan pada
masa khilifah Umar bin Abdil Aziz kesejahtraan terjadi dengan indikator
tak ada mustahik pada waktu itu.
prinsif2 diatas
(kepemilikan multijenis,kebebasan bertindak,keadilan sosial) hanya bisa
dijalankan/diterapkan dalam ekonomi syariag dan para pelakunya memiliki
sifat yang baik atau lebih jelasnya berakhlak karimah
contoh diatas (barter,paroan)
adalah dilandasi dengan prilaku yang baik, mereka lebih memilih
menymbunyikan suara perut(menahan rasa lapar) daripada harus kehilangan
muka akibat berbuat curang.
walau disisi lain kita tidak bisa
menutup mataada prilaku segolongan orang yang memanfaatkan kebodohan
untuk memenihi kebutuhan jasmani dengan cara yang batil(ijon dan
rentenir) tapi jika kita perhatikan proses trantaksi tersebut terjadi
karena pengaruh penjajahan Belanda/VOC yang berharap untung besar, di
ikuti oleh orang kaya (juragan) lokal yang ingin menambah harta
kekayaan dengan memeras keringat dan darah orang yang butuh pertolongan
padahal mereka saudara sebangsa nya sendiri.
Rabu, 06 Juni 2012
sekolah apa ya
Sekolah seperti ini*
Sejak lulus dari sekolah (Madrasah
Aliyah Negeri Cikarang) tahun 1999 saya sudah bercita-cita ingin menjadi orang
yang memiliki yayasan pendidikan .
keinginan itu adalah akibat dari sebelumnya saya sudah hampir 7 tahun terjun di dunia pendidikan
formal tingkat dasar (Madrasah Ibtidaiyah) Sekolah Dasar yang berbasis pada
nilai dan pelajaran agama islam, dan tetap memuat / memberikan pelajaran yang
sama seperti sekolah umum untuk pelajaran selain pelajaran agama, jika di
Sekolah Dasar biasanya pelajaran agama hanya ada satu yaitu Pendidikan Agama
Islam(bagi muslim), maka di Madrasah Ibtidatiah Pelajaran tersebut punya porsi
yang lebih banyak dengan nama dan waktu pelajar yang lebih banyak pula, nama pelajaran tersebut adalah Aqidah
bersatu dengan pelajaran Akhlak atau di yang biasa di sebut Aqidah Akhlaq,
kemudian ada Al-Qur’an yang digabung dengan Al-Hadits yang di sebut dengan
pelajaran Al qur’an Hadits, selain itu juga ada pelajaran Fiqih,Sejarah
Islam(walau terfokus pada kebudayaan) atau yang lebih lazim disebut SKI
(Sejarah Kebudayaan Islam) dan yang terakhir adalah yang termasuk dasar dari
pelajaran agama yaitu bahasa Arab. Walau dua pelajaran terakhir – SKI dan
bahasa Arab- baru mulai dipelajari pada kelas IV.
Keinginan saya untuk memiliki yayasan
yang bergerak bidang pendidikan semakin lama semakin berubah –bertambah-
seiring dengan perjalanan di organisasi PII (pelajar Islam Indonesia). Banyak
training dan latihan juga berbagai
kegiatan ditambah obrolan berupa diskusi kecil, hal itu dinatara penyebab
perubahan yang pada saya.
Perubahan keinginan saya setelah
itu-duduk di dunia lembaga pendidikan formal dan bergabung dalam organisasi
pelajar islam indonesia- adalah bagaimana membuat sebuah lembaga pendidikan
dengan metode yang berbeda dengan yang
ada selama ini saya ketahui dan saya rasakan.
Saya ingin membuat yang berbeda, lebih
ideal, lebih baik yang akan di terapkan
berdasarkan pengalaman yang di dapat dari pendidikan formal atau yang lebih
berharga lagi pengalaman sekolah yang tak akan pernah lulus yaitu pendidikan
dalam kehidupan.
Lembaga pendidikan yang ingin saya
wujudkan adalah sebuah sekolah yang di dalamnya memiliki beberapa ruangan atau
kalau belum ada juga cukup satu ruangan. Ruangan yang dibutuhkan harus sesuai
dan difungsikan sesuai dengan
peruntukannya, diantara ruang yang dibutuhkan antara lain kantor atau
kesekretariatan, ruangan ini sebagai pusat adminitrasi agat tercipta
keteraturan dan ketertiban dalam bidang- bidang yang berhubungan dengan program kerja para pekerja sekolah – kepala
sekolah, bidang kurikulum, kesiswaan, keuangan,hubungan masyarakat, tata usaha,
bidang sarana serta prasarana, ketenaga kerjaan sampai pada perencananan dewan
guru.
Ruang yang kedua yang dibutuhkan satu
yang sangat vital dan nadinya sebuah pendidikan yaitu perpustakaan,lembaga
pendidikan baik formal maupun nonformal hendaklah mewajibkan dirinya untuk
memiliki gudang pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh semua civitas
lingkungan dalam, terlebih lagi mampu menjangkau/menarik perhatian pihak luar,
masyarakat untuk ikut belajar bersama dalam perpustakaan sekolah hal yang
demikian akan memberikan nilai tambah kelembaga,
atau masyarakat sekolah – kepala sekolah, dewan guru, murid, dan pekerja lain
disekolah—baik secara langsung maupun manfaat tidak langsung (salah satu cara
promosi). Dari perpustakaan itulah masyarakat sekolah akan berlomba-lomba untuk
mencari dari bacaan tentang sesuatu-tugas dari pembimbing, atau sekedar
pengayaan pribadi—karena buku adalah jendela dunia dan perpustakaan adalah
gudang pengetahuan tentunya.
Tempat
berikutnya yang juga penting untuk membantu peningkatan kualitas
kemampuan , pengetahuan bagi pembimbing dan peserta secara khusus dan umumnya
bagi masyarakat adalah aula, tempat ini berfungsi pusat kegiatan, latihan dan
uji dan unjuk kemampuan dalam berbagai bidang, hal ini sangat penting untuk
menempa, mengasah, membiasakan,dan menonjolkan kemampuan yang dimiliki setiap
individu murid yang berbeda.
Dan tempat yang setidaknya harus
dimiliki oleh lembaga pendidikan adalah laboratorium baik lab kelas atau lab
alam terbuka, lab kelas adalah ruang lab yang didalamnya sudah disiapkan
fasilitas dan peralatan untuk melakukan obsevasi tempat ini merupakan penunjang
dasar keberhasilan dari proses yang dilaksanakan/ kerjakan, dan jangan dianggap
remah perlunya lab lapangan luar kelas, tempat ini di sediakan atau setidaknya
sekolah memberikan fasilitas agar peserta dapat memanfaatkan alam, lingkungan
dan masyarakat sebagai tempat ,alat dan bahan observasi.
Adapun ruamg kelas
yang selama ini menjadi kendala di sebagian banyak sekolah baru atau sekolah
lama yang jumlah siswanya melebihi / tak tertampung dalam ruangan sehingga
harus menggunakan dua shif (kelas pagi dan kelas siang), dan selama ini
penggunaan dua shif ini sangat tidak efektif. Coba perhatikan dari waktu yang
diguanakan/yang tersedia untuk kelas pagi belajar 07; 15-12;15 sementara untuk siang dimulai
dari jam 12;30 – 17 ;15 jadi tidak sama antara waktu pagi dan siang(selisih 15
menit) belun jika energi yang digunakan, energi yang digunakan pada sshif dua
adalah energi sisa dari energi dari shif satu, karena biasanya guru yang
mengajar pada shif dua adalah sama atau sebelumnya bertugas di shif dua dan hal
sangat memungkinkan akan mengganggu proses pembelajaran terlebih di jam awal pelajaran
biasanya digunakan oleh guru untuk beristiharat/melepas lelah setelah menguras
energi di shif pagi. Selain hal yang diatas (waktu dan energi) tempat yang
digunakan secara bersama dengan kelas yang berbeda akan menimbulkan hal yang
kurang positif diantaranya saling mengandalkan / membebankan kepihak lain(yang
pagi ke siang dan sebaliknya) dalam menjaga dan merawat ruangan dan sebaliknya
jika terjadi kerusakan akan saling menyalahkan lempar tanggungjawab. Dan hal
tersebut dapat dihindari disekolah yang ingin bangun, karena dalam lingkungan
pendidikan ruang kelas bukan sesuatu yang harus ada, atau lebih jelas ruang
kelas adalah ruang atau tempat yang digunakan dalam proses belajar, dengan
demikian kelas tidak mesti atau bukan keharusan berbentuk ruangan yang disekat,
kelas/ruang belajar bagi kita adalah seprti yang telah dijabarkan diawal yaitu
tempat untuk proses belajar, dan itu bisa dilaksanakan dirumah, sawah, kebun,
pinggir sungai (disungainya),dan atau dimanapun, yang penting tidak menggangu
dan tidak terganggu.
Proses Kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan dilembaga ini mungkin berbeda dengan lembaga pendidikan ditempat
lain, sepengetahuan yang saya rasakan
selama belajar dan mengajar biasanya biasanya para peserta didik(murid ) masuk kelas sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan dan seorang guru akan masuk memberikan keterangan, penjelasan dan
tugas yang kesemuanya harus sesuai dengan ketentuan kurikulum(baik murni dari
dinas atau modifikasi oleh sekolah tersebut).
Proses pembelajaran
yang akan diterapkan dilembaga ini adalah:
Pertama para dewan guru harus
membuat pokok bahasan yang harus / akan di pelajari oleh peserta didik/murid
dalam hal ini materi yang akan diujikan dengan keterangan waktu belajar serta
target yang harus dicapai. Contoh pada bidang stadi matematika peserta didik
harus mampu perkalian ratusan dalam waktu 3 bulan dan pembagian ratusan dalam
tempo satu semester, atau yang lebih dikenal dan biasa disebut mulai dari
program jangka panjang (tahun) progran semester, rencan pembelajaran,
selain rencana itu di buat secara matang
juga di aflikasikan dalam proses pembelajaran.
Jika bahan pokok
bahasan telah dibuat dibagikan pada setiap peserta, sekarang tinggal terserah peserta
menyelesaikannya di bulan pertama , kedua atau ketiga karena guru akan
mengujinya di bulan ketiga, sedangkan untuk pembagian juga demikian apakah akan
diselesaikan pada bulan pertama keempat atau bahkan bulan keenam yang jelas itu
akan diujikan pada akhir semester. Para peserta didik di beri kebebasan untuk
belajar dimana saja yang jelas pihak sekolah menyiapkan guru guru
(matematika)nya sebagai pembimbing bila ada yang bertanya, konsultasi dalam
menghadapi pelajaran (matematika) tersebut dan selain itu seorang guru bertugas
sebagai penguji lokal dilembaga pendidikan tersebut pada bidang stadi
(matematika). Dengan cara seperti ini para peserta akan memilih bidang
prioritas dan penyesuaian dengan kemampuan yang dimilikinya.
*ini ditulis pada juni 2008 hasil dari sebuah
perenungan akibah kegundahan hati
melihat fenomena (lembaga)pendidikan saat itu, yang mungkin saat in (april
2012) keadaan sudah berubah dalam beberapa hal.
Selasa, 05 Juni 2012
solusi sampah/ mirip bank sampah
Beli Emas dengan Sampah yang Top (BEST)
Sampah adalah
masalah yang sampai hari ini belun bisa diselesaikan, muali dari tingkat
individu sampai pada masalah pemerintah dan anehnya baik pemerintah dan
masyarakat seperti tak pernah dengan akibat yang di timbulkan dari sampah,
mulai dari bau yang tak sedap, kotor, mengganggu ke indaahan sampai menjadi
bibit penyakit serta menjadi penyeban pencemaran dan banjir yang sering
dirasakan.
Persoalan yang
paling mendasar dari sampah adalah pengelolaan, jika pengelolaan sampah di
jalankan dengan benar maka akibat akibat yang tadi dapat di atasi bahkan
berdampak lebih sehingga dapat menghasilkan tambahan materi bagi semua pihak—masyarakat
dan pemerintah--.
Program Beli Emas
Dengan Sampah yang Top (BEST) adalah sebuah program pengelolaan sampah yang
dapat mengurang sampai menghilangkan akibat negatif dari sampah dan sebaliknya dapat menjadi
dampak positif secara lingkungan, kesehatan dan finansial.
Hal yang mesti
diperhatikan dalam pengelolaan sampah adalah harus ada badan usaha yang bekerja
mulai dari hulu hingga hilir dalam pengelolaan .
Yang kami tawarkan
adalah sebuah badan usaha jenis koperasi, dengan koperasi setiap anggota yang
akan melakukan tansaksi sampah harus menjadi anggota, dengan demikian setiap
warga masyarakat akan terikat.
Proses yang
dijalankan oleh koperasi ini adalah sebagai berikut :
Koperasi membeli
sampah ( sudah di pisah dalam beberapa kategori dan ) dari masyarakat (anggota) lalu koperasi menjual sampah yang sudah
menjadi jenis lain (sampah organik sudah menjadi kompos- di buat oleh koperasi
atau di serahkan pada pihak lain dalam pengolahan sampah ini) atau sampah yang masih bentuk semula (jenis
kertas atau plasti ) dalam jumlah yang besar
kepada pihak perusahan/
perorangan.
Adapun progam
BEST adalah pihak koperasi menjual
Emas (atau peralatan elektronik di
sesuaikan dengan kebutuhan ) kepada anggota dan anggota membayar secara kredit
dengan sampah.
Contoh ilustarsi,
harga Emas Rp
400.000 /gram
sampah organik Rp
100/kg
( 1 )
sampah plastik Rp 200/kg
sampah Kertas Rp 500/Kg
koperasi menjual
emas kepada angggota bernama atang 2 gram
dengan total nilai rupiah Rp 800.000. maka atang harus dengan
sampah organik 800.000 dibagi 100 = 8000 kg
sampah plastik 800.000 dibagi 200 = 4000 Kg
sampah kertas
800.000 dibagi 500 = 1600Kg
atau kombinasi dari
ketiga jenis sampah tersebut
dan selama proses
cicilan anggota di larang untuk mengambil yang lain (lunasi dahulu baru boleh
ambil lagi) kecuali jika dalam keadaan darurat( biaya berobat atau kematian)
dengan demikian maka anggota makan tertarik
karena ada sesuatu yang dimiliki (Emas atau kebutuhan lain) dan berusaha selalu
mengumpulkan sampah –tidak membuang sembarangan), karna sayang untuk cicilan
kalau tidak akan diambil orang juga untuk di jadikan cicilan .
di sisi lain sampah
yang di dapat bisa jadi modal lagi yaitu dengan cara
sampag organik di
buat pupuk kompos dan di jual kembali kepada anggota yang membutuhkan dengan
perimbangan jika biaya mengolah Rp 300 /Kg maka di jaul Rp 500 /Kg jadi ada
selisih Rp 100 /Kg dari pembelian
sampah plastik dan
kertas juga demikian hanya untuk jenis ini yak mesti di olah lagi (langsung
dijual dalam jumlah besar)
( 2 )
Minggu, 03 Juni 2012
berdinya FILES
DEKLARASI FILE’S
|
S
|
alah satu ciri masyarakat ilmiah kampus adalah adanya semangat nuansa keilmuan, melalui
kegiatan-kegiatan ilmiah berupa penelitian, penerbitan jurnal ilmiah dan kajian
ilmiah melalui seminar, lokakarya, atau kelompok studi. Dalam kaitan itu
mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Mu’amalah Sekolah
Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang mendeklarasikan
organisasi ilmiah kampus yang diberi label FILE’S (dibaca “fail’s”) pada Ahad, 1 April 2012 di kampus STAI HAS Jalan Urip Sumohardjo
Kp Kali Ulu Cikarang Utara. FILE’S bukan berarti “arsip-arsip”, tetapi
kependekan dari Forum Islamic of Law
Ecomomic Studies. Atau forum studi hukum ekonomi Islam.
“Jika di perguruan tinggi lain ada kelompok studi yang menitik
beratkan pada bidang kajian ekonomi Islam atau syariah, tapi forum ini lebih
fokus pada kajian hukum ekonomi syariahnya. Aspek hukumnya lebih menonjol. Ini
jarang sekali ada. Di UNISMA ada FOREKS (forum ekomoni syariah), juga mahasiswa-mahasiswa Bekasi jurusan ekonomi
syariah yang berasal dari UNISMA dan SEBI membikin BIEF (Bekasi Islamic
Economic Forum). Tapi di STAI HAS beda. Saya berharap forum ini menjadi
lembaga kajian yang maju dan terdaftar di tingkat nasional, di FOSSEI (Forum
Silaturahim Studi Ekonomi Islam),” ujar Nur Syamsudin Buchori dalam sambutan
acara deklarasi.
Nur Syamsudin Buchori
adalah praktisi ekonomi syariah, pernah menjadi direktur BPRS, dosen dan
instruktur ekonomi syariah di beberapa perguruan tinggi (termasuk di STAI HAS),
konsultan, penulis buku Koperasi Syariah,
serta penggagas dibentuknya FILE’S.
Dalam kesempatan itu disusun Anggaran Dasar FILE’S dan terpilih sebagai
Ketua FILE’S pertama Atang Solihin, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah
(Muamalah) semester 6.
“Saya hanya membidani FILE’S saja. Sebentar lagi kuliah saya
selesai. Tinggal dua semester. Justeru mahasiswa HES semester 4 dan di bawahnya
yang harus menghidupkan FILE’S. Dan keanggotaan FILE’S terbuka untuk seluruh
mahasiswa STAI, bukan hanya Prodi HES ,” ucap Atang Solihin memberi sambutan
setelah terpilih menjadi Ketua.
Atang menambahkan, organisasi intra kampus ini merupakan UKM
atau unit kegiatan mahasiswa yang bersifat independen dan fokus sebagai
kelompok studi mahasiswa (KSM). Program jangka pendek di antaranya mengadakan
seminar baik nara sumber internal atau eksternal. Sedangkan program jangka
panjang adalah penelitian ilmiah.
Sebagai tindak lanjut deklarasi FILE’S akan diadakan launching FILE’S dengan acara seminar hukum ekonomi syariah.
Tetapi sebelum hal itu dilaksanakan, akan diadakan acara OAB (Orientasi Anggota
Baru) dalam suatu kegiatan luar kampus dengan materi muamalah, out bound, qiyamullail, tadabur alam dll
dengan trainer dari luar selama dua hari di daerah Cigudeg Kabupaten Bogor yang
direncanakan pada minggu pertama Mei 2012. Anggota FILE’S yang sudah mengikuti
OAB akan mendapat sertifikat. Jika di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ada
kegiatan wajib pramuka, maka di Prodi HES berupa keanggotaan FILE’S plus
OAB.*** (Hapil Hanapi ibnu Ahmad)
|
DEKLARASI
FILE’S
|
S
|
alah satu ciri masyarakat ilmiah kampus adalah adanya semangat nuansa keilmuan, melalui
kegiatan-kegiatan ilmiah berupa penelitian, penerbitan jurnal ilmiah dan kajian
ilmiah melalui seminar, lokakarya, atau kelompok studi. Dalam kaitan itu
mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Mu’amalah Sekolah
Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang mendeklarasikan
organisasi ilmiah kampus yang diberi label FILE’S (dibaca “fail’s”) pada Ahad, 1 April 2012 di kampus STAI HAS Jalan Urip Sumohardjo
Kp Kali Ulu Cikarang Utara. FILE’S bukan berarti “arsip-arsip”, tetapi
kependekan dari Forum Islamic of Law
Ecomomic Studies. Atau forum studi hukum ekonomi Islam.
“Jika di perguruan tinggi lain ada kelompok studi yang menitik
beratkan pada bidang kajian ekonomi Islam atau syariah, tapi forum ini lebih
fokus pada kajian hukum ekonomi syariahnya. Aspek hukumnya lebih menonjol. Ini
jarang sekali ada. Di UNISMA ada FOREKS (forum ekomoni syariah), juga mahasiswa-mahasiswa Bekasi jurusan ekonomi
syariah yang berasal dari UNISMA dan SEBI membikin BIEF (Bekasi Islamic
Economic Forum). Tapi di STAI HAS beda. Saya berharap forum ini menjadi
lembaga kajian yang maju dan terdaftar di tingkat nasional, di FOSSEI (Forum
Silaturahim Studi Ekonomi Islam),” ujar Nur Syamsudin Buchori dalam sambutan
acara deklarasi.
Nur Syamsudin Buchori
adalah praktisi ekonomi syariah, pernah menjadi direktur BPRS, dosen dan
instruktur ekonomi syariah di beberapa perguruan tinggi (termasuk di STAI HAS),
konsultan, penulis buku Koperasi Syariah,
serta penggagas dibentuknya FILE’S.
Dalam kesempatan itu disusun Anggaran Dasar FILE’S dan terpilih
sebagai Ketua FILE’S pertama Atang Solihin, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi
Syariah (Muamalah) semester 6.
“Saya hanya membidani FILE’S saja. Sebentar lagi kuliah saya
selesai. Tinggal dua semester. Justeru mahasiswa HES semester 4 dan di bawahnya
yang harus menghidupkan FILE’S. Dan keanggotaan FILE’S terbuka untuk seluruh
mahasiswa STAI, bukan hanya Prodi HES ,” ucap Atang Solihin memberi sambutan
setelah terpilih menjadi Ketua.
Atang menambahkan, organisasi intra kampus ini merupakan UKM
atau unit kegiatan mahasiswa yang bersifat independen dan fokus sebagai
kelompok studi mahasiswa (KSM). Program jangka pendek di antaranya mengadakan
seminar baik nara sumber internal atau eksternal. Sedangkan program jangka
panjang adalah penelitian ilmiah.
Sebagai tindak lanjut deklarasi FILE’S akan diadakan launching FILE’S dengan acara seminar hukum ekonomi syariah.
Tetapi sebelum hal itu dilaksanakan, akan diadakan acara OAB (Orientasi Anggota
Baru) dalam suatu kegiatan luar kampus dengan materi muamalah, out bound, qiyamullail, tadabur alam dll
dengan trainer dari luar selama dua hari di daerah Cigudeg Kabupaten Bogor yang
direncanakan pada minggu pertama Mei 2012. Anggota FILE’S yang sudah mengikuti
OAB akan mendapat sertifikat. Jika di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ada
kegiatan wajib pramuka, maka di Prodi HES berupa keanggotaan FILE’S plus
OAB.*** (Hapil Hanapi ibnu Ahmad)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
|
Langganan:
Postingan (Atom)
