elahiran FILE’S (Forum Islamic of Law Economic Studies) di STAI Haji Agus Salim (HAS) Cikarang Bekasi sebagai forum kajian hukum ekonomi Islam, yang digagas mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Muamalah yang kemudian dideklarasikan pada 1 April 2012 di kampus dalam lingkup terbatas sesama mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), sama “sunyinya” ketika diadakan perekrutan dan pembekalan anggota baru dalam kegiatan bertajuk O2SQ (Orientation and Out bound Spiritual Quotient) selama dua hari, 5 - 6 Mei 2012 di kampus STAI HAS, yang diikuti 23 peserta mahasiswa HES semester 4 dan 6.
Pembentukan FILE’S adalah ide besar di tengah kejumudan kegiatan ekstra kurikuler dan perkuliahan mahasiwa STAI, khususnya pada program studi HES. Tapi bukan bentuk ingin berbeda mahasiswa HES dari mahasiswa lainnya, meski Ketua Program Studi HES, H. Sumardjo, SH, MM menilai FILE’S memang berbeda.
”Kalau dibandingkan dengan kegiatan pramuka di PAI, FILE’S bobotnya beda. Pramuka banyak hal fisik. Di FILE’S ada fisik, mental dan materi. Komplit. Itu bedanya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam UU pendidikan, “ ujar H. Sumardjo pada acara pembukaan O2SQ.
Sedianya, O2SQ diselenggarakan di tempat yang lebih representatif. Kawasan pegunungan Cigudeg-Bogor semula dipilih. Daerah sejuk ini cocok untuk tadabur alam, qiyamullail dan outbound, hingga target spiritual quotient tercapai. Anggaran Rp 24 juta dicanangkan. Tapi penyelenggaraan yang cukup cepat, sedikitnya proposal dana dari luar yang dikabulkan dan adanya UTS STAI 8 Mei 2012, membuat acara diubah di kampus STAI Cikarang Utara, tanpa menginap, tanpa qiyamullail, tanpa tadabbur alam dan hanya sedikit out bound.
O2SQ akhirnya dilaksanakan di kampus STAI dengan sentuhan spiritual quotient lewat materi al Quran dan Sains, yang banyak diambil dari proses penciptaan manusia dalam al Qur’an. Slide dari Dr Harun Yahya ditampilkan. Di zaman modern, wahyu 14 abad yang lalu yakni al Qur’an terbukti kebenarannya. Dan betapa kecilnya manusia yang berasal dari setetes air hina di antara tulang syulbi. “Nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang engkau dustakan?”
8
Outbound sederhana lebih menitikberatkan kepada pembentukan sifat dasar caracter building. Tanpa sesi yang menguras keberanian dan adrenalin seperti menyebrang sungai, jembatan tali dan meluncur dari ketinggian. Wawasan ekonomi syariah didalami melalui sesi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan selebihnya penggalian potensi diri lewat materi pengenalan diri (personal introduction), tatacara sidang dan teori organisasi.
Artinya secara silabus, dua hari kegiatan O2SQ cukup memadai di tengah segala keterbatasan yang ada. Tetapi secara kelembagaan, FILE’S mulai diakui eksistensinya, terbukti dengan respon yang baik dari organisasi sejenis semacam Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bekasi Islamic Economic Forum (BIEF) dan Forum Ekonomi Syariah (FOREKS) Unisma Bekasi. Pada hari kedua O2SQ 6 Mei 2012, rektorat STAI melalui Puket 2 memberi sumbangan uang “ektra kurikuler” kepada Panitia sebesar Rp 200.000. Alhamdulillah.
Nara sumber dari MES Kota Bekasi dan Konsultan Syariah bersedia hadir. Kepastian untuk mengisi acara sebagai nara sumber hanya dilakukan per telpon/SMS dan soft copy materi dikirim via e-mail. Ghirah mengkaji iqtishodiah lewat FILE’S justeru ditanggapi sangat positif oleh pihak luar. Sayang nara sumber dari FoSSEI berhalangan hadir.
Nara sumber Konsultan Syariah malah menolak diberi uang transport. Mungkin faham dana panitia yang cekak dan hanya semangat yang mendasari hingga acara setingkat kampus itu tetap dapat terlaksana. “Buat dana kegiatan saja,”ujar nara sumber Konsultan Syariah.
Karenanya Ketua FILE’S Atang Sholihin berujar di acara penutupan, “Tulisan bisa direkayasa, bicara juga demikian. Tapi amal tidak bisa direkayasa. FILE’S jadi kalau kita istiqomah, “ ujarnya memberi semangat.
Elis Syarifah, peserta, mahasiswa HES semester 6, mengaku bangga dengan teman-teman panitia
9
O2SQ. “Kita harus bisa banyak berbuat seperti mereka. Bisa bikin kita semangat!,” katanya.
Dari sesi Perkembangan Ekonomi Syariah yang dibawakan Muhammad Musa, Lc, MA dari MES kota Bekasi, di tengah pertumbuhan asset keuangan syariah nasional terhadap keuangan (perbankan) konvensional yang belum mencapai 5 %, terungkap betapa cara berekenomi kitapun seringkali jauh dari nilai-nilai Islami. Menurut Musa, yang alumni jurusan syariah Al Azhar Mesir seangkatan Habiburrahman El Shirazy (penulis novel best seller Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta dll) di Al Azhar, S2 UMJ Jakarta dan kini sedang menyelesaikan S3 di UIN Jakarta, ekonomi Islam secara garis besar terbagi dua, yaitu bisnis (tijari) dan hutang (dainun).
Bisnis adalah bisnis dan bisa diperlakukan secara mudhorobah, musyarokah, murabahah atau bentuk lainnya. Tetapi hutang atau memberi pinjaman kepada pihak lain adalah qordul hasan,
pinjaman kebaikan, suatu bentuk kepedulian sosial, atau menolong orang lain.
“Saat ini hutang dikelola menjadi suatu bentuk bisnis. Orang memberi pinjaman karena mengharapkan keuntungan. Konsep waktu terhadap uang jadi standar nilai. Jadilah riba. Bukan sosial lagi, bukan menolong lagi. Ini kemelencengan umat,” ujar Musa.
Dadang, peserta, mahasiswa HES semester 6, bahkan menilai lebih baik O2SQ daripada kuliah di kelas. “Benar, saya setuju acara ini, kalau bisa satu bulan sekali,” katanya. Mulyanah, mahasiswa HES semester 4 yang menjadi peserta O2SQ bersama suami tercinta Ahmad Jamali, mengaku menjadi bisa berbicara seperti teman-temannya. “Sebenarnya saya tidak pernah maju untuk berbicara di depan. Tapi dengan acara ini saya jadi bisa bicara. Saya berubah,” katanya. Dalam sesi Tatacara Sidang Muyanah tampil berorasi di depan kelas. Suatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi sang suami, Ahmad Jamali
10
yang satu kelas dengan Mulyanah, menganalogikan jangan menjadikan organisasi FILE’S ibarat ekor tikus. “Besar di depan, kecil di belakan,” ujarnya. Maksud Jamali, “Ketika baru ada meriah. Acara selesai, selesai juga informasinya,” katanya.
Karno Syarifudin Syah atau biasa dipanggil Noe, peserta, mahasiswa semester 4 HES, tidak menampik ada perubahan. “Ada perubahan pada diri saya. Saya jadi berani berbicara di depan banyak orang. Saya senang, bangga, berkat rahmat Allah.,” ujar Karno.
Harapan atas keberadaan FILE’S tidak hanya berhenti pasca O2SQ. O2SQ sejatinya awal eksistensi FILE’S. Bahkan acara O2SQ harus dilakukan tiap tahun untuk pembekalan dan perekrutan anggota baru. FILE’S adalah wadah proses ilmiah untuk istimbat hukum-hukum ekonomi Islam bagi mahasiswa HES. “Kajian ekonomi syariah tiap bulan. Seminar tiap 6 bulan sekali, “ usul Irwan, mahasiswa HES semester 6. Karman, mahasiswa HES semester 4 berujar
tentang program FILE’S. ”Lakukan kunjungan ke bank-bank syariah. Bagaimana proses penerapan hukum ekonomi syariah di bank tersebut,” tandasnya.
Sementara Siti Hawa Munawaroh, mahasiswa HES semester 4, ingin agar FILE’S memberi informasi kepada kalangan umum dan sekitarnya tentang ekonomi syariah setiap 6 bulan sekali. Sedangkan Qonitatillah, mahasiswi HES semester 6 menginginkan FILE’S mengadakn riset, penelitian pada lingkungan sekitar. “Juga studi banding ke kampus yang memiliki forum setara FILE’S dan mengikuti aktivitas forum-forum yang berkaitan,” tambahnya.
Ekawati Fazriah, mahasiswa HES semester 6, mengharapkan FILE’S mengadakan koperasi syariah di STAI. “Agar kita bisa mempraktekkan ilmu ekonomi syariah,” ujar Eka. Elis Syarifah mahasiswa HES semester 6, mengusulkan ada simpanan/tabungan syariah untuk anggota FILE’S. Ketua BEM Ambar Sumantri mengusulkan weekly
11
presentation, membahas isu-isu ekonomi syariah kontemporer tiap Ahad, saat jam kuliah kosong serta membiasakan infaq bagi anggota FILE’S.
Demikian besarnya harapan disandangkan atas FILE’S, terpulang kepada kita semua. Ide-ide itu ibarat mozaik yang harus dipadukan agar tampak indah dan serasi. Itu tugas kita bersama. Keterbatasan jangan jadi halangan, cibiran jangan jadi hambatan. Tak perlu menimpakan kesalahan kepada yang tidak faham. Ingin perubahan hanya kita yang mengusahakan. Begitulah kata firman.
Mari kita bersama-sama mewujudkan harapan-harapan di tengah keterbatasan sebagai sumbangsih kepada agama dari sisi iqtishodiah /ekonomi syariah demi terwujudnya maqoshidusysyariah (tujuan diterapkannya syariah) yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta, hingga kita mendapatkan baldatun thoyibatun wa robbun ghofur (negeri yang baik di bawah ampunan Allah). Insya Allah. Wallahu ‘alam bishowab. *** Cikarang, 24 Mei 2012