Selasa, 19 Juni 2012

ciri ekonomi syariah

ciri ekonomi syariah

jika kita mau jujur, ternyata orang tua kita sejak lama (tahun 80 an dan sebelumnya) sudah menerapkan nilai- nilai ekonomi Islam.

coba kita perhatikan ketika mereka inin mendapatkan sesuatu dengan menukarnya dengan sesuatu atau yang biasa disebit dengan barter, secara prinsif keuangan islam /syariah adalah keuangan dengan sistem barter (republika 15-16-2012)

dalam hal lain pemberian modal  dan bagi keuntungan/hasil ketika melakukan paroan  domba, seorang pemilik mempercayakan dombanya untuk dipelihara kepada yang membutuhkan , mau dan dapat dipercaya, biasanya sepasang atau paling tidak induk betina, karena betina yang akan menambah hasil, seiring dengan perjalanan waktu domba itu beranak, maka anaknya yang akan dibagi, karena anak domba itulah hasil sebagai keuntungan.

apabila induk hanya beranak satu atau ganjil maka mereka (pemilik dan pemelihara ) akan menunggu  si induk beranak kembali  sampai genap, tetapi jika trus ganjil  akan tetap dibagi 2, dan yang satu dibagi berdasar kesadaran dan kerelaan masing2, jika tidak ada yang merelakan solusinya adalah dengan  di uangkan/dijual. hasil penjualan di bagi atau dengan mentaksir harga nya dan si pemilik membayar dengan harga separuhnya (separuh milik nya).
transaksi yang terjadi diatas (barter dan paroan) dedasari dengan saling percaya, sama2 senang dan ada keadilan. yang merupakan ciri dari ekonomi syariah.
secara pengetahuan mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah sistem ekonomi syariah, tapi mereka telah menerapkannya dan sesuai dengan ciri ekonomi syariah.

menurut Adiwarman karim dalam bukunya  ekonomi mikro islam ciri-ciri ekonomi islam adalah:
  • kepemilikan multi jenis
dalam ekonomi sosialis semua usaha harus berada/dikelola oleh negara, dalam sistem kapitalis sebaliknya swasta yang harus pegang, berbeda dengan itu(sosialis dan kapitalis) sistem ekonomi islam  bahwa usaha boleh, bisa di kelola oleh pemerintah dan swasta.
  • kebebasan bertindak
karena usaha boleh dikelola oleh pemerintah dan swasta maka masing2 pihak bisa melqakukan hal2 yang bersifat untuk kemajuan peruisahaan asal tidak bertentangan dengan nilai dan peraturan yang ada (syariah),
karena memang hukum asal dari muamalah adalah halal/boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.
dan untuk menjaga kestabilan tentu harus dibuat dan disepakati peraturan yang tidak bertentangan dengan syariah.
  • keadilan sossial 
 semua sistem ekonomi bertujuan menciptakan keadilan dan kesejahtraan yang merata, tapi pada kenyataan sosialis telah tumbang daan negara pendukungnya hancur terpecah-pecah, dan kini bisa kita lihat kapitalis sedang oleng dengan bnyak krisis terjadi dari waktu kewaktu di banyak negara dan dalam waktu tak akan lama akan karam.

dan kita tak boleh lupakan sejarah ketika ekonomi syariah diterapkan pada masa khilifah Umar bin Abdil Aziz kesejahtraan terjadi dengan indikator tak ada mustahik pada waktu itu.

prinsif2 diatas (kepemilikan multijenis,kebebasan bertindak,keadilan sosial) hanya bisa dijalankan/diterapkan dalam ekonomi syariag dan para pelakunya memiliki sifat yang baik atau lebih jelasnya berakhlak karimah

contoh diatas (barter,paroan) adalah dilandasi dengan prilaku yang baik, mereka lebih memilih menymbunyikan suara perut(menahan rasa lapar) daripada harus kehilangan muka akibat berbuat curang.
 walau disisi lain kita tidak bisa menutup mataada prilaku segolongan orang yang memanfaatkan kebodohan untuk memenihi kebutuhan jasmani dengan cara yang batil(ijon dan rentenir) tapi jika kita perhatikan proses trantaksi tersebut terjadi karena pengaruh penjajahan Belanda/VOC yang berharap untung besar,  di ikuti oleh orang kaya (juragan) lokal yang ingin menambah harta kekayaan dengan memeras keringat dan darah orang yang butuh pertolongan padahal mereka saudara sebangsa nya sendiri.

Rabu, 06 Juni 2012

sekolah apa ya


Sekolah seperti ini*
Sejak lulus dari sekolah (Madrasah Aliyah Negeri Cikarang) tahun 1999 saya sudah bercita-cita ingin menjadi orang yang memiliki yayasan pendidikan .  keinginan itu adalah akibat dari sebelumnya saya sudah  hampir 7 tahun terjun di dunia pendidikan formal tingkat dasar (Madrasah Ibtidaiyah) Sekolah Dasar yang berbasis pada nilai dan pelajaran agama islam, dan tetap memuat / memberikan pelajaran yang sama seperti sekolah umum untuk pelajaran selain pelajaran agama, jika di Sekolah Dasar biasanya pelajaran agama hanya ada satu yaitu Pendidikan Agama Islam(bagi muslim), maka di Madrasah Ibtidatiah Pelajaran tersebut punya porsi yang lebih banyak dengan nama dan waktu pelajar yang lebih banyak pula,  nama pelajaran tersebut adalah Aqidah bersatu dengan pelajaran Akhlak atau di yang biasa di sebut Aqidah Akhlaq, kemudian ada Al-Qur’an yang digabung dengan Al-Hadits yang di sebut dengan pelajaran Al qur’an Hadits, selain itu juga ada pelajaran Fiqih,Sejarah Islam(walau terfokus pada kebudayaan) atau yang lebih lazim disebut SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) dan yang terakhir adalah yang termasuk dasar dari pelajaran agama yaitu bahasa Arab. Walau dua pelajaran terakhir – SKI dan bahasa Arab- baru mulai dipelajari pada kelas IV.

Keinginan saya untuk memiliki yayasan yang bergerak bidang pendidikan semakin lama semakin berubah –bertambah- seiring dengan perjalanan di organisasi PII (pelajar Islam Indonesia). Banyak training  dan latihan juga berbagai kegiatan ditambah obrolan berupa diskusi kecil, hal itu dinatara penyebab perubahan  yang pada saya.

Perubahan keinginan saya setelah itu-duduk di dunia lembaga pendidikan formal dan bergabung dalam organisasi pelajar islam indonesia- adalah bagaimana membuat sebuah lembaga pendidikan dengan metode yang berbeda  dengan yang ada selama ini saya ketahui dan saya rasakan.

Saya ingin membuat yang berbeda, lebih ideal, lebih baik  yang akan di terapkan berdasarkan pengalaman yang di dapat dari pendidikan formal atau yang lebih berharga lagi pengalaman sekolah yang tak akan pernah lulus yaitu pendidikan dalam kehidupan.
     
Lembaga pendidikan yang ingin saya wujudkan adalah sebuah sekolah yang di dalamnya memiliki beberapa ruangan atau kalau belum ada juga cukup satu ruangan. Ruangan yang dibutuhkan harus sesuai dan  difungsikan sesuai dengan peruntukannya, diantara ruang yang dibutuhkan antara lain kantor atau kesekretariatan, ruangan ini sebagai pusat adminitrasi agat tercipta keteraturan dan ketertiban dalam bidang- bidang yang berhubungan dengan  program kerja para pekerja sekolah – kepala sekolah, bidang kurikulum, kesiswaan, keuangan,hubungan masyarakat, tata usaha, bidang sarana serta prasarana, ketenaga kerjaan sampai pada perencananan dewan guru.

Ruang yang kedua yang dibutuhkan satu yang sangat vital dan nadinya sebuah pendidikan yaitu perpustakaan,lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal hendaklah mewajibkan dirinya untuk memiliki gudang pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh semua civitas lingkungan dalam, terlebih lagi mampu menjangkau/menarik perhatian pihak luar, masyarakat untuk ikut belajar bersama dalam perpustakaan sekolah hal yang demikian akan memberikan nilai tambah  kelembaga, atau masyarakat sekolah – kepala sekolah, dewan guru, murid, dan pekerja lain disekolah—baik secara langsung maupun manfaat tidak langsung (salah satu cara promosi). Dari perpustakaan itulah masyarakat sekolah akan berlomba-lomba untuk mencari dari bacaan tentang sesuatu-tugas dari pembimbing, atau sekedar pengayaan pribadi—karena buku adalah jendela dunia dan perpustakaan adalah gudang pengetahuan tentunya.

Tempat  berikutnya yang juga penting untuk membantu peningkatan kualitas kemampuan , pengetahuan bagi pembimbing dan peserta secara khusus dan umumnya bagi masyarakat adalah aula, tempat ini berfungsi pusat kegiatan, latihan dan uji dan unjuk kemampuan dalam berbagai bidang, hal ini sangat penting untuk menempa, mengasah, membiasakan,dan menonjolkan kemampuan yang dimiliki setiap individu murid yang berbeda.

Dan tempat yang setidaknya harus dimiliki oleh lembaga pendidikan adalah laboratorium baik lab kelas atau lab alam terbuka, lab kelas adalah ruang lab yang didalamnya sudah disiapkan fasilitas dan peralatan untuk melakukan obsevasi tempat ini merupakan penunjang dasar keberhasilan dari proses yang dilaksanakan/ kerjakan, dan jangan dianggap remah perlunya lab lapangan luar kelas, tempat ini di sediakan atau setidaknya sekolah memberikan fasilitas agar peserta dapat memanfaatkan alam, lingkungan dan masyarakat sebagai tempat ,alat dan bahan observasi.

Adapun ruamg kelas yang selama ini menjadi kendala di sebagian banyak sekolah baru atau sekolah lama yang jumlah siswanya melebihi / tak tertampung dalam ruangan sehingga harus menggunakan dua shif (kelas pagi dan kelas siang), dan selama ini penggunaan dua shif ini sangat tidak efektif. Coba perhatikan dari waktu yang diguanakan/yang tersedia untuk kelas pagi belajar  07; 15-12;15 sementara untuk siang dimulai dari jam 12;30 – 17 ;15 jadi tidak sama antara waktu pagi dan siang(selisih 15 menit) belun jika energi yang digunakan, energi yang digunakan pada sshif dua adalah energi sisa dari energi dari shif satu, karena biasanya guru yang mengajar pada shif dua adalah sama atau sebelumnya bertugas di shif dua dan hal sangat memungkinkan akan mengganggu proses pembelajaran terlebih di jam awal pelajaran biasanya digunakan oleh guru untuk beristiharat/melepas lelah setelah menguras energi di shif pagi. Selain hal yang diatas (waktu dan energi) tempat yang digunakan secara bersama dengan kelas yang berbeda akan menimbulkan hal yang kurang positif diantaranya saling mengandalkan / membebankan kepihak lain(yang pagi ke siang dan sebaliknya) dalam menjaga dan merawat ruangan dan sebaliknya jika terjadi kerusakan akan saling menyalahkan lempar tanggungjawab. Dan hal tersebut dapat dihindari disekolah yang ingin bangun, karena dalam lingkungan pendidikan ruang kelas bukan sesuatu yang harus ada, atau lebih jelas ruang kelas adalah ruang atau tempat yang digunakan dalam proses belajar, dengan demikian kelas tidak mesti atau bukan keharusan berbentuk ruangan yang disekat, kelas/ruang belajar bagi kita adalah seprti yang telah dijabarkan diawal yaitu tempat untuk proses belajar, dan itu bisa dilaksanakan dirumah, sawah, kebun, pinggir sungai (disungainya),dan atau dimanapun, yang penting tidak menggangu dan tidak terganggu.

Proses Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dilembaga ini mungkin  berbeda dengan lembaga pendidikan ditempat lain, sepengetahuan  yang saya rasakan selama belajar dan mengajar biasanya biasanya para peserta didik(murid )  masuk kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan seorang guru akan masuk memberikan keterangan, penjelasan dan tugas yang kesemuanya harus sesuai dengan ketentuan kurikulum(baik murni dari dinas atau modifikasi oleh sekolah tersebut).  

Proses pembelajaran yang akan diterapkan dilembaga ini adalah:

Pertama para dewan guru harus membuat pokok bahasan yang harus / akan di pelajari oleh peserta didik/murid dalam hal ini materi yang akan diujikan dengan keterangan waktu belajar serta target yang harus dicapai.  Contoh  pada bidang stadi matematika peserta didik harus mampu perkalian ratusan dalam waktu 3 bulan dan pembagian ratusan dalam tempo satu semester, atau yang lebih dikenal dan biasa disebut mulai dari program jangka panjang (tahun) progran semester, rencan pembelajaran, selain  rencana itu di buat secara matang juga di aflikasikan dalam proses pembelajaran.

Jika bahan pokok bahasan telah dibuat dibagikan pada setiap peserta,  sekarang tinggal terserah peserta menyelesaikannya di bulan pertama , kedua atau ketiga karena guru akan mengujinya di bulan ketiga, sedangkan untuk pembagian juga demikian apakah akan diselesaikan pada bulan pertama keempat atau bahkan bulan keenam yang jelas itu akan diujikan pada akhir semester. Para peserta didik di beri kebebasan untuk belajar dimana saja yang jelas pihak sekolah menyiapkan guru guru (matematika)nya sebagai pembimbing bila ada yang bertanya, konsultasi dalam menghadapi pelajaran (matematika) tersebut dan selain itu seorang guru bertugas sebagai penguji lokal dilembaga pendidikan tersebut pada bidang stadi (matematika). Dengan cara seperti ini para peserta akan memilih bidang prioritas dan penyesuaian dengan kemampuan yang dimilikinya.
*ini ditulis pada juni 2008 hasil dari sebuah perenungan     akibah kegundahan hati melihat fenomena (lembaga)pendidikan saat itu, yang mungkin saat in (april 2012) keadaan sudah berubah dalam beberapa hal.





















Selasa, 05 Juni 2012

solusi sampah/ mirip bank sampah



                                       
                                                                                               
Beli Emas dengan Sampah yang Top (BEST)
Sampah adalah masalah yang sampai hari ini belun bisa diselesaikan, muali dari tingkat individu sampai pada masalah pemerintah dan anehnya baik pemerintah dan masyarakat seperti tak pernah dengan akibat yang di timbulkan dari sampah, mulai dari bau yang tak sedap, kotor, mengganggu ke indaahan sampai menjadi bibit penyakit serta menjadi penyeban pencemaran dan banjir yang sering dirasakan.
Persoalan yang paling mendasar dari sampah adalah pengelolaan, jika pengelolaan sampah di jalankan dengan benar maka akibat akibat yang tadi dapat di atasi bahkan berdampak lebih sehingga dapat menghasilkan tambahan materi bagi semua pihak—masyarakat dan pemerintah--.
Program Beli Emas Dengan Sampah yang Top (BEST) adalah sebuah program pengelolaan sampah yang dapat mengurang sampai menghilangkan akibat negatif  dari sampah dan sebaliknya dapat menjadi dampak positif secara lingkungan, kesehatan dan finansial.
Hal yang mesti diperhatikan dalam pengelolaan sampah adalah harus ada badan usaha yang bekerja mulai dari hulu hingga hilir dalam pengelolaan .
Yang kami tawarkan adalah sebuah badan usaha jenis koperasi, dengan koperasi setiap anggota yang akan melakukan tansaksi sampah harus menjadi anggota, dengan demikian setiap warga masyarakat akan terikat.
Proses yang dijalankan oleh koperasi ini adalah sebagai berikut :
Koperasi membeli sampah ( sudah di pisah dalam beberapa kategori dan ) dari  masyarakat (anggota)  lalu koperasi menjual sampah yang sudah menjadi jenis lain (sampah organik sudah menjadi kompos- di buat oleh koperasi atau di serahkan pada pihak lain dalam pengolahan sampah ini)  atau sampah yang masih bentuk semula (jenis kertas atau plasti ) dalam jumlah yang besar  kepada pihak  perusahan/ perorangan.
Adapun progam BEST  adalah pihak koperasi menjual Emas  (atau peralatan elektronik di sesuaikan dengan kebutuhan ) kepada anggota dan anggota membayar secara kredit dengan sampah.      
Contoh ilustarsi,
harga Emas Rp 400.000 /gram
sampah organik Rp 100/kg
( 1 )


sampah plastik  Rp 200/kg
sampah Kertas  Rp 500/Kg
koperasi menjual emas kepada angggota bernama atang 2 gram  dengan total nilai rupiah Rp 800.000. maka atang harus dengan
sampah organik  800.000 dibagi 100 = 8000 kg
sampah plastik  800.000 dibagi 200 = 4000 Kg
sampah kertas 800.000 dibagi 500 = 1600Kg
atau kombinasi dari ketiga jenis sampah tersebut
dan selama proses cicilan anggota di larang untuk mengambil yang lain (lunasi dahulu baru boleh ambil lagi) kecuali jika dalam keadaan darurat( biaya berobat atau kematian)
 dengan demikian maka anggota makan tertarik karena ada sesuatu yang dimiliki (Emas atau kebutuhan lain) dan berusaha selalu mengumpulkan sampah –tidak membuang sembarangan), karna sayang untuk cicilan kalau tidak akan diambil orang juga untuk di jadikan cicilan .
di sisi lain sampah yang di dapat bisa jadi modal lagi yaitu dengan cara
sampag organik di buat pupuk kompos dan di jual kembali kepada anggota yang membutuhkan dengan perimbangan jika biaya mengolah Rp 300 /Kg maka di jaul Rp 500 /Kg jadi ada selisih Rp 100 /Kg dari pembelian
sampah plastik dan kertas juga demikian hanya untuk jenis ini yak mesti di olah lagi (langsung dijual dalam jumlah besar)








( 2 )

Minggu, 03 Juni 2012

berdinya FILES


DEKLARASI FILE’S

S

alah satu ciri masyarakat ilmiah kampus adalah  adanya semangat nuansa keilmuan, melalui kegiatan-kegiatan ilmiah berupa penelitian, penerbitan jurnal ilmiah dan kajian ilmiah melalui seminar, lokakarya, atau kelompok studi. Dalam kaitan itu mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Mu’amalah Sekolah Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang mendeklarasikan organisasi ilmiah kampus yang diberi label FILE’S (dibaca “fail’s”) pada Ahad, 1 April 2012 di kampus STAI HAS Jalan Urip Sumohardjo Kp Kali Ulu Cikarang Utara. FILE’S bukan berarti “arsip-arsip”, tetapi kependekan dari Forum Islamic of Law Ecomomic Studies. Atau forum studi hukum ekonomi Islam.

“Jika di perguruan tinggi lain ada kelompok studi yang menitik beratkan pada bidang kajian ekonomi Islam atau syariah, tapi forum ini lebih fokus pada kajian hukum ekonomi syariahnya. Aspek hukumnya lebih menonjol. Ini jarang sekali ada. Di UNISMA ada FOREKS (forum ekomoni syariah), juga  mahasiswa-mahasiswa Bekasi jurusan ekonomi syariah yang berasal dari UNISMA dan SEBI membikin BIEF (Bekasi Islamic Economic Forum). Tapi di STAI HAS beda. Saya berharap forum ini menjadi lembaga kajian yang maju dan terdaftar di tingkat nasional, di FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam),” ujar Nur Syamsudin Buchori dalam sambutan acara deklarasi.

Nur  Syamsudin Buchori adalah praktisi ekonomi syariah, pernah menjadi direktur BPRS, dosen dan instruktur ekonomi syariah di beberapa perguruan tinggi (termasuk di STAI HAS), konsultan, penulis buku Koperasi Syariah, serta penggagas dibentuknya FILE’S.

Dalam kesempatan itu disusun Anggaran Dasar FILE’S dan terpilih sebagai Ketua FILE’S pertama Atang Solihin, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) semester 6.

“Saya hanya membidani FILE’S saja. Sebentar lagi kuliah saya selesai. Tinggal dua semester. Justeru mahasiswa HES semester 4 dan di bawahnya yang harus menghidupkan FILE’S. Dan keanggotaan FILE’S terbuka untuk seluruh mahasiswa STAI, bukan hanya Prodi HES ,” ucap Atang Solihin memberi sambutan setelah terpilih menjadi Ketua.

Atang menambahkan, organisasi intra kampus ini merupakan UKM atau unit kegiatan mahasiswa yang bersifat independen dan fokus sebagai kelompok studi mahasiswa (KSM). Program jangka pendek di antaranya mengadakan seminar baik nara sumber internal atau eksternal. Sedangkan program jangka panjang adalah penelitian ilmiah.

Sebagai tindak lanjut deklarasi FILE’S akan diadakan launching FILE’S  dengan acara seminar hukum ekonomi syariah. Tetapi sebelum hal itu dilaksanakan, akan diadakan acara OAB (Orientasi Anggota Baru) dalam suatu kegiatan luar kampus dengan materi muamalah, out bound, qiyamullail, tadabur alam dll dengan trainer dari luar selama dua hari di daerah Cigudeg Kabupaten Bogor yang direncanakan pada minggu pertama Mei 2012. Anggota FILE’S yang sudah mengikuti OAB akan mendapat sertifikat. Jika di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ada kegiatan wajib pramuka, maka di Prodi HES berupa keanggotaan FILE’S plus OAB.*** (Hapil Hanapi ibnu Ahmad)

BREAKING NEWS
 
DEKLARASI FILE’S

S

alah satu ciri masyarakat ilmiah kampus adalah  adanya semangat nuansa keilmuan, melalui kegiatan-kegiatan ilmiah berupa penelitian, penerbitan jurnal ilmiah dan kajian ilmiah melalui seminar, lokakarya, atau kelompok studi. Dalam kaitan itu mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Mu’amalah Sekolah Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang mendeklarasikan organisasi ilmiah kampus yang diberi label FILE’S (dibaca “fail’s”) pada Ahad, 1 April 2012 di kampus STAI HAS Jalan Urip Sumohardjo Kp Kali Ulu Cikarang Utara. FILE’S bukan berarti “arsip-arsip”, tetapi kependekan dari Forum Islamic of Law Ecomomic Studies. Atau forum studi hukum ekonomi Islam.

“Jika di perguruan tinggi lain ada kelompok studi yang menitik beratkan pada bidang kajian ekonomi Islam atau syariah, tapi forum ini lebih fokus pada kajian hukum ekonomi syariahnya. Aspek hukumnya lebih menonjol. Ini jarang sekali ada. Di UNISMA ada FOREKS (forum ekomoni syariah), juga  mahasiswa-mahasiswa Bekasi jurusan ekonomi syariah yang berasal dari UNISMA dan SEBI membikin BIEF (Bekasi Islamic Economic Forum). Tapi di STAI HAS beda. Saya berharap forum ini menjadi lembaga kajian yang maju dan terdaftar di tingkat nasional, di FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam),” ujar Nur Syamsudin Buchori dalam sambutan acara deklarasi.

Nur  Syamsudin Buchori adalah praktisi ekonomi syariah, pernah menjadi direktur BPRS, dosen dan instruktur ekonomi syariah di beberapa perguruan tinggi (termasuk di STAI HAS), konsultan, penulis buku Koperasi Syariah, serta penggagas dibentuknya FILE’S.

Dalam kesempatan itu disusun Anggaran Dasar FILE’S dan terpilih sebagai Ketua FILE’S pertama Atang Solihin, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) semester 6.

“Saya hanya membidani FILE’S saja. Sebentar lagi kuliah saya selesai. Tinggal dua semester. Justeru mahasiswa HES semester 4 dan di bawahnya yang harus menghidupkan FILE’S. Dan keanggotaan FILE’S terbuka untuk seluruh mahasiswa STAI, bukan hanya Prodi HES ,” ucap Atang Solihin memberi sambutan setelah terpilih menjadi Ketua.

Atang menambahkan, organisasi intra kampus ini merupakan UKM atau unit kegiatan mahasiswa yang bersifat independen dan fokus sebagai kelompok studi mahasiswa (KSM). Program jangka pendek di antaranya mengadakan seminar baik nara sumber internal atau eksternal. Sedangkan program jangka panjang adalah penelitian ilmiah.

Sebagai tindak lanjut deklarasi FILE’S akan diadakan launching FILE’S  dengan acara seminar hukum ekonomi syariah. Tetapi sebelum hal itu dilaksanakan, akan diadakan acara OAB (Orientasi Anggota Baru) dalam suatu kegiatan luar kampus dengan materi muamalah, out bound, qiyamullail, tadabur alam dll dengan trainer dari luar selama dua hari di daerah Cigudeg Kabupaten Bogor yang direncanakan pada minggu pertama Mei 2012. Anggota FILE’S yang sudah mengikuti OAB akan mendapat sertifikat. Jika di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ada kegiatan wajib pramuka, maka di Prodi HES berupa keanggotaan FILE’S plus OAB.*** (Hapil Hanapi ibnu Ahmad)









-------------------------------------------------------------------------------------------------------







catatan FILES tentang O2SQ


Catatan O2SQ – FILE’S, 5 – 6 Mei 2012                                                                                       7
Text Box: Zaitun
Hapil Hanapi ibnu Ahmad
Mahasiswa semester 6, Prodi HES



K
elahiran FILE’S  (Forum Islamic of Law Economic Studies) di STAI Haji Agus Salim (HAS) Cikarang Bekasi sebagai forum kajian hukum ekonomi Islam, yang digagas mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Muamalah yang kemudian dideklarasikan pada 1 April 2012 di kampus dalam lingkup terbatas sesama mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), sama “sunyinya” ketika diadakan perekrutan dan pembekalan anggota baru dalam kegiatan bertajuk O2SQ (Orientation and Out bound Spiritual Quotient) selama dua hari, 5 - 6 Mei  2012 di kampus STAI HAS,  yang diikuti 23 peserta  mahasiswa HES semester 4  dan 6.
Pembentukan FILE’S adalah ide besar di tengah kejumudan kegiatan ekstra kurikuler dan perkuliahan mahasiwa STAI, khususnya pada program studi HES. Tapi bukan bentuk ingin berbeda mahasiswa HES dari mahasiswa lainnya, meski Ketua Program Studi HES, H. Sumardjo, SH, MM menilai FILE’S memang berbeda.
”Kalau dibandingkan dengan kegiatan pramuka di PAI, FILE’S bobotnya beda. Pramuka banyak hal fisik. Di FILE’S ada fisik, mental dan materi. Komplit. Itu bedanya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam UU pendidikan, “ ujar H. Sumardjo pada acara pembukaan O2SQ.

Sedianya, O2SQ diselenggarakan di tempat yang lebih representatif. Kawasan pegunungan Cigudeg-Bogor semula dipilih. Daerah sejuk ini cocok untuk tadabur alam, qiyamullail dan outbound, hingga target  spiritual quotient tercapai. Anggaran Rp 24 juta dicanangkan. Tapi penyelenggaraan yang cukup cepat, sedikitnya proposal dana dari luar yang dikabulkan dan adanya UTS STAI 8 Mei 2012, membuat acara diubah di kampus STAI Cikarang Utara, tanpa menginap, tanpa qiyamullail, tanpa tadabbur alam dan hanya sedikit out bound.
O2SQ akhirnya dilaksanakan di kampus STAI dengan sentuhan spiritual quotient  lewat materi al Quran dan Sains, yang banyak diambil dari proses penciptaan manusia dalam al Qur’an. Slide dari Dr Harun Yahya ditampilkan. Di zaman modern, wahyu 14 abad yang lalu yakni al Qur’an terbukti kebenarannya. Dan betapa kecilnya manusia  yang   berasal   dari   setetes  air  hina di antara tulang syulbi. “Nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang engkau dustakan?”
8
Outbound sederhana lebih menitikberatkan kepada pembentukan sifat dasar caracter building. Tanpa sesi yang menguras keberanian dan adrenalin seperti menyebrang sungai, jembatan tali dan meluncur dari ketinggian. Wawasan ekonomi syariah didalami melalui sesi perkembangan ekonomi syariah  di Indonesia dan selebihnya penggalian potensi diri lewat materi pengenalan diri (personal introduction), tatacara sidang dan teori organisasi.
Artinya secara silabus, dua hari kegiatan O2SQ cukup memadai di tengah segala keterbatasan yang ada. Tetapi secara kelembagaan, FILE’S mulai diakui eksistensinya, terbukti dengan respon yang baik dari organisasi sejenis semacam Forum Silaturahim  Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bekasi Islamic Economic Forum (BIEF) dan Forum  Ekonomi Syariah (FOREKS) Unisma Bekasi. Pada hari kedua O2SQ 6 Mei 2012, rektorat STAI melalui Puket 2 memberi sumbangan uang “ektra kurikuler” kepada Panitia sebesar Rp 200.000. Alhamdulillah.

Nara sumber dari MES Kota Bekasi dan Konsultan Syariah bersedia hadir. Kepastian untuk mengisi acara sebagai nara sumber hanya dilakukan per telpon/SMS dan soft copy materi dikirim via e-mail. Ghirah mengkaji iqtishodiah lewat FILE’S justeru ditanggapi sangat positif oleh pihak luar. Sayang nara sumber dari FoSSEI berhalangan hadir.
Nara sumber Konsultan  Syariah malah menolak diberi uang  transport. Mungkin faham dana panitia yang cekak dan hanya semangat yang mendasari hingga acara setingkat kampus itu tetap dapat terlaksana. “Buat dana kegiatan saja,”ujar nara sumber Konsultan  Syariah.
Karenanya Ketua FILE’S Atang Sholihin berujar di acara penutupan, “Tulisan bisa direkayasa, bicara juga demikian. Tapi amal tidak bisa direkayasa. FILE’S jadi kalau kita istiqomah, “ ujarnya memberi semangat.
Elis Syarifah, peserta, mahasiswa HES  semester 6, mengaku  bangga   dengan   teman-teman    panitia
9
O2SQ. “Kita harus bisa banyak berbuat seperti mereka. Bisa bikin kita semangat!,” katanya.
Dari sesi Perkembangan Ekonomi Syariah yang dibawakan Muhammad Musa, Lc, MA dari MES kota Bekasi, di tengah pertumbuhan asset keuangan syariah nasional terhadap keuangan (perbankan) konvensional yang belum mencapai 5 %, terungkap betapa cara berekenomi kitapun seringkali jauh dari nilai-nilai Islami. Menurut Musa, yang alumni jurusan syariah Al Azhar Mesir seangkatan Habiburrahman El Shirazy (penulis novel best seller Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta dll) di Al Azhar, S2 UMJ Jakarta dan kini sedang menyelesaikan S3 di UIN Jakarta, ekonomi Islam secara garis besar terbagi dua, yaitu bisnis (tijari) dan hutang (dainun).
Bisnis adalah bisnis dan bisa diperlakukan secara mudhorobah, musyarokah, murabahah atau bentuk lainnya. Tetapi hutang atau memberi pinjaman   kepada   pihak  lain adalah qordul hasan,


pinjaman kebaikan, suatu bentuk kepedulian sosial, atau menolong orang lain.
“Saat ini hutang dikelola menjadi suatu  bentuk bisnis. Orang memberi pinjaman karena mengharapkan keuntungan. Konsep waktu terhadap uang jadi standar nilai. Jadilah riba. Bukan sosial lagi, bukan menolong lagi. Ini kemelencengan umat,” ujar Musa.
Dadang, peserta, mahasiswa HES semester 6, bahkan menilai lebih baik O2SQ daripada kuliah  di kelas. “Benar, saya setuju acara ini, kalau bisa satu bulan sekali,” katanya. Mulyanah, mahasiswa HES semester 4 yang menjadi peserta O2SQ bersama suami tercinta Ahmad Jamali, mengaku menjadi bisa berbicara seperti teman-temannya. “Sebenarnya saya tidak pernah maju untuk berbicara di depan. Tapi dengan acara ini  saya jadi bisa bicara. Saya berubah,” katanya. Dalam sesi Tatacara Sidang Muyanah tampil berorasi di depan kelas. Suatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.      Tetapi  sang   suami,  Ahmad Jamali
10
yang satu kelas dengan Mulyanah, menganalogikan jangan menjadikan organisasi FILE’S  ibarat ekor tikus. “Besar di depan, kecil di belakan,” ujarnya. Maksud Jamali, “Ketika baru ada meriah. Acara selesai, selesai juga informasinya,” katanya.
Karno Syarifudin Syah atau biasa dipanggil Noe, peserta, mahasiswa semester 4 HES, tidak menampik ada perubahan. “Ada perubahan pada diri saya. Saya jadi berani berbicara di depan banyak orang. Saya senang, bangga, berkat rahmat Allah.,” ujar Karno.
Harapan atas keberadaan FILE’S tidak hanya berhenti pasca O2SQ. O2SQ sejatinya awal eksistensi FILE’S. Bahkan acara O2SQ harus dilakukan tiap tahun untuk pembekalan dan perekrutan  anggota baru. FILE’S adalah wadah proses ilmiah untuk istimbat hukum-hukum ekonomi Islam  bagi mahasiswa HES. “Kajian ekonomi syariah tiap bulan. Seminar tiap 6 bulan sekali, “ usul Irwan, mahasiswa HES semester 6. Karman,   mahasiswa    HES     semester   4   berujar

tentang program FILE’S. ”Lakukan kunjungan ke bank-bank syariah. Bagaimana proses penerapan hukum ekonomi syariah di bank tersebut,” tandasnya.
Sementara Siti Hawa Munawaroh, mahasiswa HES semester 4, ingin agar FILE’S  memberi informasi kepada kalangan umum dan sekitarnya tentang ekonomi syariah setiap 6 bulan sekali.  Sedangkan Qonitatillah, mahasiswi HES semester 6 menginginkan FILE’S mengadakn riset, penelitian pada lingkungan sekitar. “Juga studi banding ke kampus yang memiliki forum setara FILE’S dan mengikuti aktivitas forum-forum yang berkaitan,” tambahnya.
Ekawati Fazriah, mahasiswa HES semester 6, mengharapkan FILE’S mengadakan koperasi syariah di STAI. “Agar kita bisa mempraktekkan ilmu ekonomi syariah,” ujar Eka. Elis Syarifah mahasiswa HES semester 6, mengusulkan ada simpanan/tabungan syariah untuk anggota  FILE’S. Ketua  BEM  Ambar   Sumantri mengusulkan weekly
11
presentation, membahas   isu-isu ekonomi syariah kontemporer tiap Ahad, saat jam kuliah kosong serta membiasakan infaq bagi anggota FILE’S.
Demikian besarnya harapan disandangkan atas FILE’S, terpulang kepada kita semua. Ide-ide itu ibarat mozaik yang harus dipadukan agar tampak indah dan serasi. Itu tugas kita bersama. Keterbatasan jangan jadi halangan, cibiran jangan jadi hambatan. Tak perlu menimpakan kesalahan kepada yang tidak faham. Ingin perubahan hanya kita yang mengusahakan. Begitulah kata firman.
Mari kita bersama-sama mewujudkan harapan-harapan di tengah keterbatasan sebagai sumbangsih kepada agama dari sisi iqtishodiah /ekonomi syariah demi terwujudnya maqoshidusysyariah (tujuan diterapkannya syariah) yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta, hingga kita mendapatkan baldatun thoyibatun wa robbun ghofur (negeri yang baik di bawah ampunan Allah). Insya Allah. Wallahu ‘alam bishowab. *** Cikarang, 24 Mei 2012