sehari sebelum hari buruh, atau tepatnya tanggal 30 april 2013 , saya dapat pesan dari kepala sekolah tempat mengajar.
pesan dalam sms berbunyi" yth kepada sekolah SMP negeri & swasta , sehubungan besok ada peringatan hari buruh ( May Day) Rabu 1 mei 2013, maka seluruh siswa SMP belajar dirumah kecuali yang sedang UN susulan (kabid SMP).
sms tersebut sebenarnya hanya untuk kepala sekolah, tapi untuk mempermudah langsung dilempar/diteruskan kembali kepada dewan guru terutama yang bertugas pada saat may day .
dengan pesan tersebut siswa di LIBUR kan walau bahasa yang disampaikan menggunnakan kata BELAJAR DI RUMAH
saya sangat tidak faham apa yang melandasi keputuan meliburkan kabid SMP yang belajar pada may day, padahal sepengtahuan bahwa yang meminta di liburkan adalah buruh/karyawan/pekerja, dengan libur mereka mersa lebih dihargai dan lebih bebas dalam menyampaikan aspirasi/ tuntutan tanpa harus khawatir dibayangi ketakutan di PHK dari tempatnya bekerja, karena melakukan aksi pada saat jam kerja.
siswa sekolah siliburkan pada saat may day sungguh menjadi pertanyaan besar,
ada beberapa alasan yang menjadi dasar pembenaran keputusan tersebut, yaitu aksi buruh turun kejalan yang akan membuat macet, jika hal itu benar terjadi berarti hanya sekolah yang berada dibeberapa tempat/kecamatan yang dekat dengan jalan atau tranfortasinya melalui jalan digunakan untuk aksi selebihnya banyak sekolah yang tak terganggu dengan aksi turun kejalan.
diantara sekolah yang akan terganggu karena letak atau tranfortasinya melalui daeraah aksi dan sebenarnya bisa diatur waktunya, tersebut diantaranya tambun selatan, cikarang barat,cikarang utara, cikarang timur,cikarang selatan dan serang baru. hanya ada 8 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di kabupaten Bekasi, berapa banyak sekolah yang kena dampak dari keputusan libur, bukan dampak dari may day.
bila kita lebih faham lokasi dari sekolah tentu tidak akan semberono MEMBUAT KEPUTUSAN.
bahkan ada beberapa kecamatan yang sama sekali tak terganggu dengan aksi buruh turun kejalan, daerah tersebut antara lain adalah kecamatan muara gembong, cabang bungin, pebayuran,sukawangi,tarumajaya,suka karya, suka tani , dan termasuk kedung waringin juga karang bahagia di bagian utara serta kecamatan bojong mangu dan cibarusah di bagian selatan.
may day , aksi buruh kali ini (2013)sebenarnya akan dipusatkan dibundaran HI dan akan dihadiri sekitar 30 ribu buruh dari daerah cikarang, bekasi dan jakarta.
kembali ke libur sekolah di saat may day, hal ini semestinya di perhatikan oleh para pengambil/pembuat keputusan , saya khawatir setiap akan ada acara besar yang tidak berhubungan dengan aanak sekolah akan selalu di jadikan alasan untuk BELAJAR DIRUMAH atau dengan kata yang lebih jujur Sekolah di LIBUR kan
maka pada 1 mei 2013 ini saya mengucapkan SELAMAT, TAPI SAYANG may day buruh telah di jadikan alasan untuk "pembodohan" generasi bangsa.
aktulisasi diri yang merindukan sesuatu dalam perjalanan hidup, dan sesuatu itu adalah nilai manfaat bagi sesama
Rabu, 01 Mei 2013
Senin, 11 Maret 2013
Rabu, 27 Februari 2013
laporan PPLS ( PENYULUHAN EKONOMI SYARIAH )
PENYULUHAN EKONOMI SYARIAH ( RIBA DAN BANK SYARIAH ) DI MAJLIS TALIM
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur keoada Allah yang telah
melimpahkan nikmatnya yang tak henti-hentinya dengan kuasaNya kami dapat
menyelesaikan tugas PKL dan menyusun laporanya.
Sholawat seiring salam teruntuk Rosullah SAW yang patut
dijadikan tauladan dalam berda’wah dan penerapan ekonomi syariah karena beliau kini kita dalam masa yang penuh
keberkahan.
Di Indonesia penerapan ekonomi syariah sebenarnya sudah berlangsung
lama bahkan sejak jaman kakek dan nenek masih ada, hanya saja penerapannya
hanya terbatas pada bidang-bidang tertentu, misalnya paroan hewan ternak, garapan sawah/lahan.
Sejak tahun 1991 berdirilah bank non riba yang pertama yaitu
Bank Muamalat atas rekomendasi hasil simposium MUI yang membahas Riba, bahanya
dan solusinya. Setelah lebih 20 tahun,
ekonomi syariah di indonesia tumbuh dan berkembang dengan cukup baik,
perkembangan itu ternyata tak sebanding dengan pengtahuan yang dioleh mayarakat
Indonesia yang mayoritas Muslim, karena ekonomi syariah hanya difahami oleh
segelintir orang dan hany dari kalangan menengah keatas.
Dalam rangka menyelesaikan tugas akademik yang
sesuai dengan jurusan Hukum
ekonomi Syariah, maka saya melakukan
Praktek Kerja Lapangan sosialisasi dan
ekonomi syariah atau dengan bahasa lain adalah penyuluhan bidang ekonomi
syariah.
Karena sagat luasnya daerah dan tak mungkin dikerjakan
dengan waktu yang singkat maka saya
hanya melaksanakan di satu majlis ta’lim dan memfokuskan bahasan pada masalah
riba dan Bank syariah.
Dengan segala keterbatasan dan kekurangan tugas untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan dapat
diselesaikan dengan banyak catatan yang harus diperbaiki untuk saat yang akan
datang secara khusus bagi saya dan umumnya untuk semuanya.
Terimakasi kepada semua pihak yang telah membantu baik
secara langsung atau tak langsung, terutama Karena petunjuk dan bimbingannya
yang diberikan oleh pembimbing dan pamong serta dukungan dari keluarga terutama
isteri, dengan itu saya menyelesaikan tugas PKL dan laporannya, Semoga semua
menjadi catatan amal ibadah dan hanya Allah SWT yang akan membalasnya.
Billahi taufiq walhidayah
Wallahu a’lam
Cikarang barat,2012
Atang Shalihin
BAB I
A. Latar
Belakang
Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa
adalah terjun langsung kemasyarakat guna mendalami dan menimba ilmu secara
langsung dari tempat yang telah ditentukan, Selain untuk memenuhi kewajiban
Akademik, diharapkan kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu
tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya tersebut dapat
menjadi jembatan penghubung antara majlis ta’lim dengan dunia pendidikan serta
dapat menambah pengetahuan tentang majlis taklim sehingga mahasiswa mampu mengatasi
beberapa persoalan di msyarakat / majlis ta’lim. Mengingat mutu pendidikan
telah menjadi sorotan di mata dunia, demi terciptanya sumber daya manusia yang
berkualitas yang mampu membuat masyarakat menjadi lebih maju dan menjadikannya
kehidupan yang lebih baik. Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan
mahasiswa dimasyarakat diperlukan adanya suatu kegiatan yang bertujuan untuk
melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya kegiatan yang sangat membangun
mahasiswa diadakannya Praktek Pendalaman Lapangan Syariah (PPLS). PPLS
merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu tempat
yang berkaiatan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya . Selain itu, PPLS yang
dilakukan dapat membantu mahasiswa agar lebih memahami bidang studi yang di tekuninya
dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian ilmunya di dunia nyata.
Tujuan
Tujuan yang ingi
dicapai adalah PPLS ini bermanpat, selain bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan dan
bermanfaat bagi lembaga kampus juga
majlis ta’lim tempat pelaksanaan PPLS.
Adapun manfaat yang
bisa di dapat diantaranya adalah:
1. Manfaat
bagi Mahasiswa
• Dengan
mengikuti praktek kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan.
• Mampu
menggunakan pengalaman kerjanya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang diinginkan setelah menyelesaikan kuliahnya.
• Memperoleh
pendidikan untuk menjadi yang ahli dan profesional.
• Mengetahui
perbedaan antara lingkungan Dakwah / masyarakat umum dengan lingkungan kampus
2. Manfaat
bagi Akademik
• Mampu
mengembangkan program kemitraan dengan banyak pihak
• Mempu
merelevansikan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan masyarakat.
3. Manfaat
bagi Majlis ta’lim
Mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki mahasiswa ,
sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang Sumber Daya
Manusia (SDM)
Dengan rasa bersyukur pada Allah SWT yang selalu senantiasa
melimpahkan nikmat-nikmatnya kami ucapkan banyak terimakasih kepada pihak
pengelola dan pengurus majlis ta’lim
yang telah membantu terselenggaranya PPLS
diantaranya secara khusus untuk:
1. Ibu
ustazdah Sapnah sebagai guru tetap di
majils talim tempat saya melaksanakan tugas
PKL yang dengan segala
kesibukannya bersedia menjadi penyuluh pamong.
2. Ibu
Romsih selaku ketua majis ta’lim Al azhar yang telah memberi izin kepada saya
untuk melaksanakan PKL.
3. Bapak Nur
S Buchori selaku Dosen Pembimbing yang dengan kesibukannya selalu masukan,
motivasi serta jalan keluar dari berbagai masalah yang saya hadapi sebelun dan
selama proses PPLS dilaksanakan.
Dan secara umum , tanpa mengurangi rasa hormat kami
ucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang tak bisa kami sebutkan satu persatu , dan tanpa bantuan serta partisipasi
dari semua pihak keluarga, kampus dan masyarakat serta jamaah majlis ta’lim al
azhar kegiatan PKL tentu tak akan
berhasil.
BAB II
MAJLIS TA’LIM AL AZHAR
• Propil
Majlis Ta’lim Al Azhar
Berdiri sejak tahun tahun 2003, Majlis ta’lim Al Azhar
beralamat di kampung Telar, Desa karang sari, kecamatan Cikarang Timur, kabupaten
Bekasi.
Dengan Jumlah jamaah antara 50-60 orang , pengajian rutin
dilaksanakan setiap hari Rabu
Adapun tempat kegiatan pengajian diadakan di mushola Al
azhar yang berdirinya berbarengan dengan majils talim, tanah mushola ini adalah wakaf dan bangunannya
adalah bekas rumah yang diwakafkan pula oleh keluarga besar almarhum bapak
sabin yang kemudian bangunan rumah tersebut direnovasi /disesuaikan
bentuknya menjadi bentuk mushola
• Visi misi
majlis ta’lim Al azhar
Majlis talim ini memiliki misi yaitu menjadi lembaga dawah
yang mampu memberikan pendidikan pengetahuan agama islam kepada masyarakat sekitar
Adapun misinya adalah memlaksanakan kegiatan pengajian rutin
dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan keislaman.
• Struktur kepengurusan
Penagsuh sekaligus pengajar :
Ibu ustazdah Sapnah
Ketua :
Ibu Romsih
Sekertaris :
Ibu Saudah
Bendahara :
Ibu Romsah
• Program
kegiatan
Kegiatan yang rutin dilakukan adalah : Sepekan sekali setiap
hari Rabu. Dan perayaan serta pringantan hari besar islam seperti : pringatam
maulid dan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW, peringatan 10 muharam yang lebih
lebaran anak yatim.
• Demografi
Berada dilingkungan pertanian yang kebaanyakan penduduknya
hanya sebagai penggarap, dan kebanyakan usia muda bekerja pada daerah kawasan
industri , usia yang berkisar antara 27 – 65 tahun, serta latar belakang
pendidikan yang sangat kurang dari jumlah 60 anggota jamaah tetap tidak sampai
10 % yang menyelesaikan pendidikan SLTA atau sederajat, kebanyakan dari mereka
hanya lulusan sekolah Dasar bahkan tidak tidak lulus
• Keunikan
Karena banyak sebagai penggarap disawah enjadikan majlis
talim ini memiliki keunikan tersendiri misalnya
sepi atau berkurang saat pengajuan rutian setiap rabu bila panen tiba
Yang hadir hanya sebagian bahkan kurang dari setengah dari
jumlah seluruhnya, karena mereka adaa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan
yaitu memenen padi.
BAB III
Pelaksanaan PKL
a. Persiapan
Sebelum melaksanakan tugas PKL kami membuat persiapan yaitu
Setelah mendapatkan tugas dari kampus maka kami menghubungi pihak majis ta’lim
dan memohon ijin untuk melaksanakan PKL, setelah mendapat ijin kami
menyiapkan bahan dan materi yang akan
kami gunakan selama pelaksanaan,
Beberapaa bahan dan yang kami siapkan adalah;
Lembar pretest
Lembar absensi
Adapun materi yang rencana kami akan sampaikan adalah :
1. Riba
Pengertian , hukum riba, macam-macamnya, contoh dan bahaya
nya.
2. Bank
Syariah
Pengertian,
produk, bagi hasil, ijaroh dan marjin
b. Pelaksanaan
Praktek pendalaman lapangan syariah dilaksanakan bertepatan
dengan pengajian rutin di malis ta’lim Al Azhar yaitu setiap hari Rabu , hal
tersebut di lakukan karena untuk memudahkan proses pelaksanaan
Tepatnya pada tanggal 7 dan 21 maret 2012
c. Permasalahan
Beberapa hal kendala dialami dalam proses pelaksanaan PKL
dari berbagai hal, diantaranya:
• Letak
lokasi yang jauh dan jalan yang rusak berat membuat perjalanan menuju lokasi
tidak tepat waktu, dilokasi juga ruangan yang hanya cukup menampung sekitar 50
orang dan jika lebih harus diluar ruangan.
• Tempat
tinggal pengasuh yang sekaligus pengajar sangat jauh dari lokasi majlis ta’lim
yang apabila cuaca buruk/ hujan maka seringkali pengajar tidak hadir,
• Karena
didaerah pertanian yang sebagian besar penduduknya menjadi penggarap maka apabila
panen raya tiba biasanya yang hadir saat pengajian rutin,
• Dan
karena kesibukan yang padat maka dosen pembimbing hanya beberapa saat dalam
memberikan petunjuk pelaksanaan PKL dan laporannya.
BAB IV
REKOMENDASI
Dari hasil pengamatan secara langsung selama proses
pelaksanaan PKL ditemukan hal –hal yang harus diperhatikan oleh pihak yang
terkait dengan jamaah Majlis ta’lim,
Badab Kontak Majlis Ta’lim( BKMT), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Haji Agus
Salim dan pihak yang berhubungan dengan Ekonomi Syariah yaitu kementrian Agama
(KemenAg) Kabupaten Bekasi, atau lembaga keuangan Syariah khususnya Bank
Syariah baik Bank Umum Syariah(BUS), Unit Usaha Syariah(UUS) dan juga Baitul
Maal waTamwil (BMT).
Prihal yang direkomendasi diantaranya:
• Bahasa adalah
salaah satu yang mesti diperhatikan, karena sebagian besar jamaah majlis ta’lim
tak menyelesaikan pendidikan formal maka kemampuan mereka berbahasa
indonesianya kurang, pada umumnya mereka faham dalam mendengan tetapi tak mampu
dalam mengucapkan,
• Dari
beberapa materi/pelajaran di yang biasa di sampaikan (Aqidah,fiqih munakahat,
fiqih ibadah, sirah nabawiah) hampir tak ada yang berhubungan dengan ekonomi
syariah
• Harapan
jamaah majlisTa’lim ketika saat diskusi
berlangsung dan obrolan setelah pelaksanaan PKL Ekonomi Syariah khususnya
tentang riba dan Bank Syariah hendak nya dapat diterapkan dan menjangkau semua
lapisan masyarakat
BAB V
Kesimpulan
Dari hal tadi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
• Perkembangan ekonomi syariah hanya bagi kalangan menengak
keatas.
• Banyak
kalangan masyarakat yang berharap bisa menghindari riba dan bank syariah ada
disekitar mereka.
• Diperlukan
materi/pelajaran tambahan dari pengajian di majlis talim dan kerja sama dengn
pihak yang berhubungan dengan Ekonomi syariah
Saran-saran
Dan beberapa saran yang ingin kami sampaikan adalah :
• Sosialisasi
dan edukasi ekomoni syariah harus bersifat terus menerus dari menjaukau semua lapisan masyarakat
• Mendirikan
lembaga Keuangan Syariah disetiap daerah, terutama yang sudah
mengikuti/mendapatkan pengetahuan tentang ekonomi syariah.
• Adanya
kerja sama antara kementian Agama, lembaga Dawah, perguruan Tinggi, lembaga
keuangan Syariah.
Sabtu, 23 Februari 2013
PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP BERBASIS KAMPUS
MENCARI PENGUSAHA MUDA DARI KALANGAN MAHASISWA
Melahirkan wirausahawan muda Indonesia
adalah judul dari suplemen koran tempo
setiap edisi dalam mengisi acara sosialisasi program Gerakan
Kewirausahaan Nasional (GKN) dari kementerian koperasi dan UKM RI di kampus
termasuk di STAI Haji Agus Salim cikarang Bekasi, akan tetapi saya sendiri hadir
saat sosialisasi di Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta.
GKN
kali ini bukan kali pertama yang dilaksanakan oleh Kemenkop dan UKM RI,
sebelumnya pada tahun 2011 mulai di laksanakan, saat pertama digulirkan pada 2
februari 2011 jumlah wirausaha muda belum terbilang banyak pada gelaran yang kedua pada 8 maret 2012 peningkatan
mulai terasa , dan kini pada kali ke 3 progran GKN akan dilaksanakan pada januari sampai maret 2013 dengan rangkaian
kegiatan mulai dari sosialisasi, seleksi
proposal sampai pada 18 maret 2013
pengumuman 1500 penerima modal usaha GKN.
Ada
yang menarik dari prgram GKN , yang diluncurkan Kemenkop dan UKM RI yang hari
ini di pimpim DR Syarief Hasan , dari 1500 yang akan terpilih menerima modal
usaha 1000 diantaranya akan di pilih dari kalangan mahasiswa, hal ini berarti
lebih dari 30 % ditujukan untuk mahasiswa, ini dilakukan tentu agar bisa mencapai
maksud dari GKN yaitu : membangkitkan semangat dan motivasi tentang
kewirausahaan kepada masyarakat ,
terutama generasi muda, dan yang lebih menarik lagi adalah program ini
diutamakan untuk para pemula.
Dana
sebesar 5 juta sampai 25 juta ini di
siapkan untuk orang yang baru mau memulai usaha dan tentu setelah menunjukan
kesungguhan melalui pengajuan proposal usaha yang akan diseleksi oleh panitia (Kemenkop dan
UKM RI, koran tempo dan wirausahawan sukses) karena di antara tujuannya adalah
meningkatkan penetahuan dan keterampilan berwirausaha baru.
Saya
memang tak memiliki data akurat tentang program pengentasan kemisikan dan
peningkatan usaha, tapi kebanyakan hanya
ditujukan untuk peningkatan dan pengembangan yang berarti menolak oranag yang
baru memulai, hal tersebut di hindari karena khawatir akan terjadi kerugian pada usaha yang baru.
Pengalaman
buruk menghantui para pemberi modal
bahwa memberikan modal pada yang baru memulai usaha hanya akan membuang uang
atau investasi yang salah, mereka yang baru memulai usaha belum memiliki
pengalaman, belum tentu memiliki
keahlian dan seabreg hal negatif
yang memvonis para pelaku usaha baru,
sementara di lain para pengusaha yang sudah tumbuh dan ingin berkembang
dengan mudahnya mendapatkan bantuan atau pinjaman dari berbagai pihak, atau
sebaliknya para pemilik modal yang menawarkan mamberi pinjaman atau
bantuan dana untuk pengembangan usaha. Maka tak salah jika ada sesuai dengan
pepetah gunung selalu di urug sementara sumur terus digali .
Kegiatan
GKN tentu sebagai angin segar bagi orang
yang hendak memulai usaha, kendala modal material yang selama ini dikeluhkan
sedikit dapat terselesaikan, terlebih bagi kalangan mahasiswa, dalam keadaan
yang serba terbatas dan tetap harus menyelesaikan kuliahnya, kegiatan ini tentu memberikan
semangat dan energi baru, semangat untuk memulai usaha, semangat untuk tetap
terus melanjutkan studi.
Jika
kita melihat sejarah maka selayaknya
kaum muda diberi peluang dan kesempatan serta modal dalam berusaha, nabi
Muhammad pada usia 12 tahun di ajak
berdagang oleh pamannya Abdul Muthalib, dan selanjutnya sang saudagar siti
khodijah memberi kesmpatan dan kepercayaan penuh kepada muhammad untuk
berdagang sndiri. Hal ini menunjukan
bahwa kaum muda layak dipercaya dan memiliki energi yang lebih dalam
berusaha tak kalah dengan kaum tua.
Pemuda
khususnya mahasiswa memang memiliki segudang energi yang pantas untuk diberi
kepercayaan, dalam satu haditsnya
Rosullah SAW pernah bersabda ” pemuda
hari ini adalah pemimpin masa yang akan datang “ menurut saya salah satu
dari kandungan hadits tersebut adalah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada
para pemuda secara khusus mahasiswa untuk melakukan sebuah kegiatan dalam hal
ini kegiatan ekonomi yaitu menjadi pengusaha.
Energi
yang dimiliki oleh pemuda untuk menggerakan, membangun bangsa telah di ucapkan
sang proklamator soekarno dalam salah satu pidatonya “ beri aku seribu orang tua maka akan ku cabut semeru dari akarnya, dan
berikan kepadaku empat orang pemuda maka akan ku guncang dunia ” kata-kata
demikian menunjukan bahwa pemuda memiliki energi, semangat, kemampuan dan
banyak hal lain yang mesti di perhitungkan
Pengusaha
muda yang sukses dan ikut menggerakan roda perekonomian negeri ini sudah banyak
dan mereka bersama tergabung dalam sebuah wadah yaitu Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (HIPMI), tapi kali ini pemerintah dalam hal ini kemenkop dan UKM
ingin mencetak generasi pengusaha muda yang baru dan berbasis kampus yaitu
mahasiswa .
Sepatutnya
kita dukung program ini, dan mendorong kepada pihak lain (kementerian,
pemda, lemnaga keuangan dan perbankan
)untuk mengikuti hal yang sama atau sejenis, yaitu usaha pemula dan berbasis kampus.
Semoga
Allah SWT meridhai langkah kita dan memberikan kemudahan, kesuksesan dalam
setiap usaha, sehingga kita termasuk golongan yang kuat di segala bagian terutama
kuat imannya, kuat ilmunya dan kuat ekonominya, Amiin ya robbal ‘alamin .
Pandangan tentang Kegiatan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2013
KEMENTERIAN
KOPERASI DAN UKM REPUBLIK INDONESIA
Sabtu, 19 Januari 2013
pemilihan
hari ini 20 januari 2013, di beberapa desa diadakan pemilihan kepala daerah tingkat desa , PILKADES atau orang zaman HEUBEL biasa bilang nyolok lurah. ga ada yang menarik dari cerita pemilihan kepala desa, karena sama aja dengan pemilihan pimpinan pemerintak tingkat manapun.
beberapa minggu kebelakan saya mendengan istilah CILOK DI KECAPAN (Di colok mun aya gocapan) dan ternyata sekarang orang banyak yang suka pedas sehingga jadi CILOK DI CABEAN (di colok mun aya cepean)
kini semua berpikir yang enak saat itu tak perduli waktu yang akan datang, sengsara , susah tu mah sudah takdir, dan mereka para pemilih tahu betul apa yang akan terjadi, ' sekarang dia ( calon yang ingin jadi pemimpin ) supaya keluar uang yang banyak dan kita harus mesalakannya karena toh nanti juga pada korupsi ambilin uang kita(rakyat) jdisaat nya kita ambil dulu uangnya
sampai kapanpun selagi pemimpin suatu daerah atau pemimpin apapun yang itu terjadi karena sesuatu yang tak benar maka yang akan timbul juga sebuah kenistaan.
sangat sulit untuk menyelesaikan ini tapi pasti ada cara untuk mengubahnyya, semula saya berharap akhir dari kalender maya adalah akan terjadi perubahan perilaku manusia yang telah banyak melakukan banyak kesalahan terutama dalam masalah keyakinan dan ibadah kepadatuhan, tapi seribi tanda tanya berbaris tak beratutan sehingga tak ada penjelasan yang dapat menyelesaikan permasalahan.
dan tetap dalam keadaan yang ...............................................
beberapa minggu kebelakan saya mendengan istilah CILOK DI KECAPAN (Di colok mun aya gocapan) dan ternyata sekarang orang banyak yang suka pedas sehingga jadi CILOK DI CABEAN (di colok mun aya cepean)
kini semua berpikir yang enak saat itu tak perduli waktu yang akan datang, sengsara , susah tu mah sudah takdir, dan mereka para pemilih tahu betul apa yang akan terjadi, ' sekarang dia ( calon yang ingin jadi pemimpin ) supaya keluar uang yang banyak dan kita harus mesalakannya karena toh nanti juga pada korupsi ambilin uang kita(rakyat) jdisaat nya kita ambil dulu uangnya
sampai kapanpun selagi pemimpin suatu daerah atau pemimpin apapun yang itu terjadi karena sesuatu yang tak benar maka yang akan timbul juga sebuah kenistaan.
sangat sulit untuk menyelesaikan ini tapi pasti ada cara untuk mengubahnyya, semula saya berharap akhir dari kalender maya adalah akan terjadi perubahan perilaku manusia yang telah banyak melakukan banyak kesalahan terutama dalam masalah keyakinan dan ibadah kepadatuhan, tapi seribi tanda tanya berbaris tak beratutan sehingga tak ada penjelasan yang dapat menyelesaikan permasalahan.
dan tetap dalam keadaan yang ...............................................
Kamis, 17 Januari 2013
mengudang bencana
tentu tak bijak bila kita menyudutkan orang saat dalam mendapat musibah, tapi ini harus tetap dilakukan , karena hanya saat seperti ini mereka akan mengerti bahwa segala malapetaka dan musibah terjadi karena ulah perbuatan yang buruk, terlebih lagi hal itu dilakukan sejaca berjamaah hampir menjadi budaya.
mari berkaca pada masa lalu dimana jakarta dan banyak daerah di indonesia terkena banyak musibah, banyak sekali.
hampir setiap tahun bahkan setiap musim hujan beberapa daerah akan dapat hak (bencana) sebagai balasan/ dampak dari perilaku yang buruk.
tanpa ingin melupakan perilaku yang terpuji mari kita inventarisir berbagai kegiatan dan perilaku buruk yang kerap dikerjakan oleh penghuni negeri ini, kaena ibarat pepatah panas berkepanjangan kan hilang dengan hujan sehari,
walau banyak pencinta alam tapi lebih banyak oarang yang merusak alam
banyak petugas kebersihan lebih banyak yang menjadi pegawai yang berbuat kotor (sebenarnya bukan sebenarnya)
ada orang yang merapihkan dan lebih banyak yang mengacaukan
banyak yang menjaga dan lebih bamyak yang merusak..............................................................................................................................................
mari berkaca pada masa lalu dimana jakarta dan banyak daerah di indonesia terkena banyak musibah, banyak sekali.
hampir setiap tahun bahkan setiap musim hujan beberapa daerah akan dapat hak (bencana) sebagai balasan/ dampak dari perilaku yang buruk.
tanpa ingin melupakan perilaku yang terpuji mari kita inventarisir berbagai kegiatan dan perilaku buruk yang kerap dikerjakan oleh penghuni negeri ini, kaena ibarat pepatah panas berkepanjangan kan hilang dengan hujan sehari,
walau banyak pencinta alam tapi lebih banyak oarang yang merusak alam
banyak petugas kebersihan lebih banyak yang menjadi pegawai yang berbuat kotor (sebenarnya bukan sebenarnya)
ada orang yang merapihkan dan lebih banyak yang mengacaukan
banyak yang menjaga dan lebih bamyak yang merusak..............................................................................................................................................
Langganan:
Postingan (Atom)




