PENYULUHAN EKONOMI SYARIAH ( RIBA DAN BANK SYARIAH ) DI MAJLIS TALIM
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur keoada Allah yang telah
melimpahkan nikmatnya yang tak henti-hentinya dengan kuasaNya kami dapat
menyelesaikan tugas PKL dan menyusun laporanya.
Sholawat seiring salam teruntuk Rosullah SAW yang patut
dijadikan tauladan dalam berda’wah dan penerapan ekonomi syariah karena beliau kini kita dalam masa yang penuh
keberkahan.
Di Indonesia penerapan ekonomi syariah sebenarnya sudah berlangsung
lama bahkan sejak jaman kakek dan nenek masih ada, hanya saja penerapannya
hanya terbatas pada bidang-bidang tertentu, misalnya paroan hewan ternak, garapan sawah/lahan.
Sejak tahun 1991 berdirilah bank non riba yang pertama yaitu
Bank Muamalat atas rekomendasi hasil simposium MUI yang membahas Riba, bahanya
dan solusinya. Setelah lebih 20 tahun,
ekonomi syariah di indonesia tumbuh dan berkembang dengan cukup baik,
perkembangan itu ternyata tak sebanding dengan pengtahuan yang dioleh mayarakat
Indonesia yang mayoritas Muslim, karena ekonomi syariah hanya difahami oleh
segelintir orang dan hany dari kalangan menengah keatas.
Dalam rangka menyelesaikan tugas akademik yang
sesuai dengan jurusan Hukum
ekonomi Syariah, maka saya melakukan
Praktek Kerja Lapangan sosialisasi dan
ekonomi syariah atau dengan bahasa lain adalah penyuluhan bidang ekonomi
syariah.
Karena sagat luasnya daerah dan tak mungkin dikerjakan
dengan waktu yang singkat maka saya
hanya melaksanakan di satu majlis ta’lim dan memfokuskan bahasan pada masalah
riba dan Bank syariah.
Dengan segala keterbatasan dan kekurangan tugas untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan dapat
diselesaikan dengan banyak catatan yang harus diperbaiki untuk saat yang akan
datang secara khusus bagi saya dan umumnya untuk semuanya.
Terimakasi kepada semua pihak yang telah membantu baik
secara langsung atau tak langsung, terutama Karena petunjuk dan bimbingannya
yang diberikan oleh pembimbing dan pamong serta dukungan dari keluarga terutama
isteri, dengan itu saya menyelesaikan tugas PKL dan laporannya, Semoga semua
menjadi catatan amal ibadah dan hanya Allah SWT yang akan membalasnya.
Billahi taufiq walhidayah
Wallahu a’lam
Cikarang barat,2012
Atang Shalihin
BAB I
A. Latar
Belakang
Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa
adalah terjun langsung kemasyarakat guna mendalami dan menimba ilmu secara
langsung dari tempat yang telah ditentukan, Selain untuk memenuhi kewajiban
Akademik, diharapkan kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu
tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya tersebut dapat
menjadi jembatan penghubung antara majlis ta’lim dengan dunia pendidikan serta
dapat menambah pengetahuan tentang majlis taklim sehingga mahasiswa mampu mengatasi
beberapa persoalan di msyarakat / majlis ta’lim. Mengingat mutu pendidikan
telah menjadi sorotan di mata dunia, demi terciptanya sumber daya manusia yang
berkualitas yang mampu membuat masyarakat menjadi lebih maju dan menjadikannya
kehidupan yang lebih baik. Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan
mahasiswa dimasyarakat diperlukan adanya suatu kegiatan yang bertujuan untuk
melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya kegiatan yang sangat membangun
mahasiswa diadakannya Praktek Pendalaman Lapangan Syariah (PPLS). PPLS
merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu tempat
yang berkaiatan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya . Selain itu, PPLS yang
dilakukan dapat membantu mahasiswa agar lebih memahami bidang studi yang di tekuninya
dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian ilmunya di dunia nyata.
Tujuan
Tujuan yang ingi
dicapai adalah PPLS ini bermanpat, selain bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan dan
bermanfaat bagi lembaga kampus juga
majlis ta’lim tempat pelaksanaan PPLS.
Adapun manfaat yang
bisa di dapat diantaranya adalah:
1. Manfaat
bagi Mahasiswa
• Dengan
mengikuti praktek kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan.
• Mampu
menggunakan pengalaman kerjanya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang diinginkan setelah menyelesaikan kuliahnya.
• Memperoleh
pendidikan untuk menjadi yang ahli dan profesional.
• Mengetahui
perbedaan antara lingkungan Dakwah / masyarakat umum dengan lingkungan kampus
2. Manfaat
bagi Akademik
• Mampu
mengembangkan program kemitraan dengan banyak pihak
• Mempu
merelevansikan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan masyarakat.
3. Manfaat
bagi Majlis ta’lim
Mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki mahasiswa ,
sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang Sumber Daya
Manusia (SDM)
Dengan rasa bersyukur pada Allah SWT yang selalu senantiasa
melimpahkan nikmat-nikmatnya kami ucapkan banyak terimakasih kepada pihak
pengelola dan pengurus majlis ta’lim
yang telah membantu terselenggaranya PPLS
diantaranya secara khusus untuk:
1. Ibu
ustazdah Sapnah sebagai guru tetap di
majils talim tempat saya melaksanakan tugas
PKL yang dengan segala
kesibukannya bersedia menjadi penyuluh pamong.
2. Ibu
Romsih selaku ketua majis ta’lim Al azhar yang telah memberi izin kepada saya
untuk melaksanakan PKL.
3. Bapak Nur
S Buchori selaku Dosen Pembimbing yang dengan kesibukannya selalu masukan,
motivasi serta jalan keluar dari berbagai masalah yang saya hadapi sebelun dan
selama proses PPLS dilaksanakan.
Dan secara umum , tanpa mengurangi rasa hormat kami
ucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang tak bisa kami sebutkan satu persatu , dan tanpa bantuan serta partisipasi
dari semua pihak keluarga, kampus dan masyarakat serta jamaah majlis ta’lim al
azhar kegiatan PKL tentu tak akan
berhasil.
BAB II
MAJLIS TA’LIM AL AZHAR
• Propil
Majlis Ta’lim Al Azhar
Berdiri sejak tahun tahun 2003, Majlis ta’lim Al Azhar
beralamat di kampung Telar, Desa karang sari, kecamatan Cikarang Timur, kabupaten
Bekasi.
Dengan Jumlah jamaah antara 50-60 orang , pengajian rutin
dilaksanakan setiap hari Rabu
Adapun tempat kegiatan pengajian diadakan di mushola Al
azhar yang berdirinya berbarengan dengan majils talim, tanah mushola ini adalah wakaf dan bangunannya
adalah bekas rumah yang diwakafkan pula oleh keluarga besar almarhum bapak
sabin yang kemudian bangunan rumah tersebut direnovasi /disesuaikan
bentuknya menjadi bentuk mushola
• Visi misi
majlis ta’lim Al azhar
Majlis talim ini memiliki misi yaitu menjadi lembaga dawah
yang mampu memberikan pendidikan pengetahuan agama islam kepada masyarakat sekitar
Adapun misinya adalah memlaksanakan kegiatan pengajian rutin
dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan keislaman.
• Struktur kepengurusan
Penagsuh sekaligus pengajar :
Ibu ustazdah Sapnah
Ketua :
Ibu Romsih
Sekertaris :
Ibu Saudah
Bendahara :
Ibu Romsah
• Program
kegiatan
Kegiatan yang rutin dilakukan adalah : Sepekan sekali setiap
hari Rabu. Dan perayaan serta pringantan hari besar islam seperti : pringatam
maulid dan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW, peringatan 10 muharam yang lebih
lebaran anak yatim.
• Demografi
Berada dilingkungan pertanian yang kebaanyakan penduduknya
hanya sebagai penggarap, dan kebanyakan usia muda bekerja pada daerah kawasan
industri , usia yang berkisar antara 27 – 65 tahun, serta latar belakang
pendidikan yang sangat kurang dari jumlah 60 anggota jamaah tetap tidak sampai
10 % yang menyelesaikan pendidikan SLTA atau sederajat, kebanyakan dari mereka
hanya lulusan sekolah Dasar bahkan tidak tidak lulus
• Keunikan
Karena banyak sebagai penggarap disawah enjadikan majlis
talim ini memiliki keunikan tersendiri misalnya
sepi atau berkurang saat pengajuan rutian setiap rabu bila panen tiba
Yang hadir hanya sebagian bahkan kurang dari setengah dari
jumlah seluruhnya, karena mereka adaa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan
yaitu memenen padi.
BAB III
Pelaksanaan PKL
a. Persiapan
Sebelum melaksanakan tugas PKL kami membuat persiapan yaitu
Setelah mendapatkan tugas dari kampus maka kami menghubungi pihak majis ta’lim
dan memohon ijin untuk melaksanakan PKL, setelah mendapat ijin kami
menyiapkan bahan dan materi yang akan
kami gunakan selama pelaksanaan,
Beberapaa bahan dan yang kami siapkan adalah;
Lembar pretest
Lembar absensi
Adapun materi yang rencana kami akan sampaikan adalah :
1. Riba
Pengertian , hukum riba, macam-macamnya, contoh dan bahaya
nya.
2. Bank
Syariah
Pengertian,
produk, bagi hasil, ijaroh dan marjin
b. Pelaksanaan
Praktek pendalaman lapangan syariah dilaksanakan bertepatan
dengan pengajian rutin di malis ta’lim Al Azhar yaitu setiap hari Rabu , hal
tersebut di lakukan karena untuk memudahkan proses pelaksanaan
Tepatnya pada tanggal 7 dan 21 maret 2012
c. Permasalahan
Beberapa hal kendala dialami dalam proses pelaksanaan PKL
dari berbagai hal, diantaranya:
• Letak
lokasi yang jauh dan jalan yang rusak berat membuat perjalanan menuju lokasi
tidak tepat waktu, dilokasi juga ruangan yang hanya cukup menampung sekitar 50
orang dan jika lebih harus diluar ruangan.
• Tempat
tinggal pengasuh yang sekaligus pengajar sangat jauh dari lokasi majlis ta’lim
yang apabila cuaca buruk/ hujan maka seringkali pengajar tidak hadir,
• Karena
didaerah pertanian yang sebagian besar penduduknya menjadi penggarap maka apabila
panen raya tiba biasanya yang hadir saat pengajian rutin,
• Dan
karena kesibukan yang padat maka dosen pembimbing hanya beberapa saat dalam
memberikan petunjuk pelaksanaan PKL dan laporannya.
BAB IV
REKOMENDASI
Dari hasil pengamatan secara langsung selama proses
pelaksanaan PKL ditemukan hal –hal yang harus diperhatikan oleh pihak yang
terkait dengan jamaah Majlis ta’lim,
Badab Kontak Majlis Ta’lim( BKMT), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Haji Agus
Salim dan pihak yang berhubungan dengan Ekonomi Syariah yaitu kementrian Agama
(KemenAg) Kabupaten Bekasi, atau lembaga keuangan Syariah khususnya Bank
Syariah baik Bank Umum Syariah(BUS), Unit Usaha Syariah(UUS) dan juga Baitul
Maal waTamwil (BMT).
Prihal yang direkomendasi diantaranya:
• Bahasa adalah
salaah satu yang mesti diperhatikan, karena sebagian besar jamaah majlis ta’lim
tak menyelesaikan pendidikan formal maka kemampuan mereka berbahasa
indonesianya kurang, pada umumnya mereka faham dalam mendengan tetapi tak mampu
dalam mengucapkan,
• Dari
beberapa materi/pelajaran di yang biasa di sampaikan (Aqidah,fiqih munakahat,
fiqih ibadah, sirah nabawiah) hampir tak ada yang berhubungan dengan ekonomi
syariah
• Harapan
jamaah majlisTa’lim ketika saat diskusi
berlangsung dan obrolan setelah pelaksanaan PKL Ekonomi Syariah khususnya
tentang riba dan Bank Syariah hendak nya dapat diterapkan dan menjangkau semua
lapisan masyarakat
BAB V
Kesimpulan
Dari hal tadi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
• Perkembangan ekonomi syariah hanya bagi kalangan menengak
keatas.
• Banyak
kalangan masyarakat yang berharap bisa menghindari riba dan bank syariah ada
disekitar mereka.
• Diperlukan
materi/pelajaran tambahan dari pengajian di majlis talim dan kerja sama dengn
pihak yang berhubungan dengan Ekonomi syariah
Saran-saran
Dan beberapa saran yang ingin kami sampaikan adalah :
• Sosialisasi
dan edukasi ekomoni syariah harus bersifat terus menerus dari menjaukau semua lapisan masyarakat
• Mendirikan
lembaga Keuangan Syariah disetiap daerah, terutama yang sudah
mengikuti/mendapatkan pengetahuan tentang ekonomi syariah.
• Adanya
kerja sama antara kementian Agama, lembaga Dawah, perguruan Tinggi, lembaga
keuangan Syariah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar