Rabu, 27 Februari 2013

laporan PPLS ( PENYULUHAN EKONOMI SYARIAH )


PENYULUHAN EKONOMI SYARIAH ( RIBA DAN BANK SYARIAH ) DI MAJLIS TALIM

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur keoada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya yang tak henti-hentinya dengan kuasaNya kami dapat menyelesaikan tugas PKL dan menyusun laporanya.
Sholawat seiring salam teruntuk Rosullah SAW yang patut dijadikan tauladan dalam berda’wah dan penerapan ekonomi syariah  karena beliau kini kita dalam masa yang penuh keberkahan.
Di Indonesia penerapan ekonomi syariah sebenarnya sudah berlangsung lama bahkan sejak jaman kakek dan nenek masih ada, hanya saja penerapannya hanya terbatas pada bidang-bidang tertentu, misalnya paroan hewan ternak,  garapan sawah/lahan.

Sejak tahun 1991 berdirilah bank non riba yang pertama yaitu Bank Muamalat atas rekomendasi hasil simposium MUI yang membahas Riba, bahanya dan solusinya. Setelah lebih  20 tahun, ekonomi syariah di indonesia tumbuh dan berkembang dengan cukup baik, perkembangan itu ternyata tak sebanding dengan pengtahuan yang dioleh mayarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, karena ekonomi syariah hanya difahami oleh segelintir orang dan hany dari kalangan menengah keatas.
Dalam rangka menyelesaikan tugas akademik   yang  sesuai dengan jurusan  Hukum ekonomi Syariah, maka saya  melakukan Praktek Kerja Lapangan sosialisasi dan  ekonomi syariah atau dengan bahasa lain adalah penyuluhan bidang ekonomi syariah.

Karena sagat luasnya daerah dan tak mungkin dikerjakan dengan waktu yang singkat  maka saya hanya melaksanakan di satu majlis ta’lim dan memfokuskan bahasan pada masalah riba dan Bank syariah.

Dengan segala keterbatasan dan kekurangan tugas  untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan dapat diselesaikan dengan banyak catatan yang harus diperbaiki untuk saat yang akan datang secara khusus bagi saya dan umumnya untuk semuanya.

Terimakasi kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung atau tak langsung, terutama Karena petunjuk dan bimbingannya yang diberikan oleh pembimbing dan pamong serta dukungan dari keluarga terutama isteri, dengan itu saya menyelesaikan tugas PKL dan laporannya, Semoga semua menjadi catatan amal ibadah dan hanya Allah SWT yang akan membalasnya.
Billahi taufiq walhidayah
Wallahu a’lam
Cikarang barat,2012


Atang Shalihin


BAB I
A.            Latar Belakang

Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa adalah terjun langsung kemasyarakat guna mendalami dan menimba ilmu secara langsung dari tempat yang telah ditentukan, Selain untuk memenuhi kewajiban Akademik, diharapkan kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya tersebut dapat menjadi jembatan penghubung antara majlis ta’lim dengan dunia pendidikan serta dapat menambah pengetahuan tentang majlis taklim sehingga mahasiswa mampu mengatasi beberapa persoalan di msyarakat / majlis ta’lim. Mengingat mutu pendidikan telah menjadi sorotan di mata dunia, demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membuat masyarakat menjadi lebih maju dan menjadikannya kehidupan yang lebih baik. Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan mahasiswa dimasyarakat diperlukan adanya suatu kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya kegiatan yang sangat membangun mahasiswa diadakannya Praktek Pendalaman Lapangan Syariah (PPLS). PPLS merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu tempat yang berkaiatan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya . Selain itu, PPLS yang dilakukan dapat membantu mahasiswa agar lebih memahami bidang studi yang di tekuninya dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian ilmunya di dunia nyata.

Tujuan
Tujuan  yang ingi dicapai adalah  PPLS ini   bermanpat, selain bermanfaat  bagi mahasiswa yang melaksanakan dan bermanfaat bagi lembaga kampus  juga majlis ta’lim tempat pelaksanaan PPLS.
Adapun   manfaat yang bisa di dapat diantaranya adalah:
1.            Manfaat bagi Mahasiswa
             Dengan mengikuti praktek kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan    kemampuan.
             Mampu menggunakan pengalaman kerjanya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang   diinginkan setelah menyelesaikan kuliahnya.
             Memperoleh pendidikan untuk menjadi yang ahli dan profesional.
             Mengetahui perbedaan antara lingkungan Dakwah / masyarakat umum dengan    lingkungan kampus

2.            Manfaat bagi Akademik
             Mampu mengembangkan program kemitraan dengan banyak pihak 
             Mempu merelevansikan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan masyarakat.

3.            Manfaat bagi Majlis ta’lim
Mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki mahasiswa , sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM)

Dengan rasa bersyukur pada Allah SWT yang selalu senantiasa melimpahkan nikmat-nikmatnya kami ucapkan banyak terimakasih kepada pihak pengelola dan pengurus  majlis ta’lim yang telah membantu terselenggaranya PPLS   diantaranya secara khusus untuk:

1.            Ibu ustazdah  Sapnah sebagai guru tetap di majils talim tempat saya melaksanakan tugas   PKL  yang dengan segala kesibukannya bersedia menjadi penyuluh pamong.

2.            Ibu Romsih selaku ketua majis ta’lim Al azhar yang telah memberi izin kepada saya untuk melaksanakan PKL.

3.            Bapak Nur S Buchori selaku Dosen Pembimbing yang dengan kesibukannya selalu masukan, motivasi serta jalan keluar dari berbagai masalah yang saya hadapi sebelun dan selama proses PPLS dilaksanakan.

Dan secara umum , tanpa mengurangi rasa hormat kami ucapkan  terimakasih kepada semua pihak yang tak bisa kami sebutkan satu persatu , dan tanpa bantuan serta partisipasi dari semua pihak keluarga, kampus dan masyarakat serta jamaah majlis ta’lim al azhar kegiatan PKL  tentu tak akan berhasil.

BAB II
MAJLIS TA’LIM AL AZHAR
             Propil Majlis Ta’lim Al Azhar
Berdiri sejak tahun tahun 2003, Majlis ta’lim Al Azhar beralamat di kampung Telar, Desa karang sari, kecamatan Cikarang Timur, kabupaten Bekasi.
Dengan Jumlah jamaah antara 50-60 orang , pengajian rutin dilaksanakan setiap hari Rabu
Adapun tempat kegiatan pengajian diadakan di mushola Al azhar yang berdirinya berbarengan dengan majils talim,  tanah mushola ini adalah wakaf dan bangunannya adalah bekas rumah yang diwakafkan pula oleh keluarga besar almarhum bapak sabin yang kemudian bangunan rumah tersebut direnovasi /disesuaikan bentuknya  menjadi bentuk mushola

             Visi misi majlis ta’lim Al azhar
Majlis talim ini memiliki misi yaitu menjadi lembaga dawah yang mampu memberikan pendidikan pengetahuan agama  islam kepada masyarakat sekitar
Adapun misinya adalah memlaksanakan kegiatan pengajian rutin dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan keislaman.

             Struktur  kepengurusan
Penagsuh sekaligus pengajar      : Ibu ustazdah Sapnah
Ketua                                                    : Ibu Romsih
Sekertaris                                            : Ibu Saudah
Bendahara                                          : Ibu Romsah

             Program kegiatan
Kegiatan yang rutin dilakukan adalah : Sepekan sekali setiap hari Rabu. Dan perayaan serta pringantan hari besar islam seperti : pringatam maulid dan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW, peringatan 10 muharam yang lebih lebaran anak yatim.

             Demografi
Berada dilingkungan pertanian yang kebaanyakan penduduknya hanya sebagai penggarap, dan kebanyakan usia muda bekerja pada daerah kawasan industri , usia yang berkisar antara 27 – 65 tahun, serta latar belakang pendidikan yang sangat kurang dari jumlah 60 anggota jamaah tetap tidak sampai 10 % yang menyelesaikan pendidikan SLTA atau sederajat, kebanyakan dari mereka hanya lulusan sekolah Dasar bahkan tidak tidak lulus

             Keunikan
Karena banyak sebagai penggarap disawah enjadikan majlis talim ini memiliki keunikan tersendiri misalnya  sepi atau berkurang saat pengajuan rutian setiap rabu bila panen tiba
Yang hadir hanya sebagian bahkan kurang dari setengah dari jumlah seluruhnya, karena mereka adaa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan yaitu memenen padi.

BAB III
Pelaksanaan PKL
a.            Persiapan
Sebelum melaksanakan tugas PKL kami membuat persiapan yaitu Setelah mendapatkan tugas dari kampus maka kami menghubungi pihak majis ta’lim dan memohon ijin untuk melaksanakan PKL, setelah mendapat ijin kami menyiapkan  bahan dan materi yang akan kami gunakan selama pelaksanaan,
Beberapaa bahan dan yang kami siapkan adalah;

Lembar pretest
Lembar absensi

Adapun materi yang rencana kami  akan sampaikan adalah :
1.            Riba
Pengertian , hukum riba, macam-macamnya, contoh dan bahaya nya.
2.            Bank Syariah
                                Pengertian, produk, bagi hasil, ijaroh dan marjin
b.            Pelaksanaan
Praktek pendalaman lapangan syariah dilaksanakan bertepatan dengan pengajian rutin di malis ta’lim Al Azhar yaitu setiap hari Rabu , hal tersebut di lakukan karena untuk memudahkan proses pelaksanaan
Tepatnya pada tanggal 7 dan 21 maret 2012
c.             Permasalahan
Beberapa hal kendala dialami dalam proses pelaksanaan PKL dari berbagai hal, diantaranya:
             Letak lokasi yang jauh dan jalan yang rusak berat membuat perjalanan menuju lokasi tidak tepat waktu, dilokasi juga ruangan yang hanya cukup menampung sekitar 50 orang dan jika lebih harus diluar ruangan.
             Tempat tinggal pengasuh yang sekaligus pengajar sangat jauh dari lokasi majlis ta’lim yang apabila cuaca buruk/ hujan maka seringkali pengajar tidak hadir,
             Karena didaerah pertanian yang sebagian besar penduduknya menjadi penggarap maka apabila panen raya tiba biasanya yang hadir saat pengajian rutin,
             Dan karena kesibukan yang padat maka dosen pembimbing hanya beberapa saat dalam memberikan petunjuk pelaksanaan PKL dan laporannya.




BAB IV
REKOMENDASI 
Dari hasil pengamatan secara langsung selama proses pelaksanaan PKL ditemukan hal –hal yang harus diperhatikan oleh pihak yang terkait  dengan jamaah Majlis ta’lim, Badab Kontak Majlis Ta’lim( BKMT), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Haji Agus Salim dan pihak yang berhubungan dengan Ekonomi Syariah yaitu kementrian Agama (KemenAg) Kabupaten Bekasi, atau lembaga keuangan Syariah khususnya Bank Syariah baik Bank Umum Syariah(BUS), Unit Usaha Syariah(UUS) dan juga Baitul Maal waTamwil (BMT).
Prihal yang direkomendasi diantaranya:
             Bahasa adalah salaah satu yang mesti diperhatikan, karena sebagian besar jamaah majlis ta’lim tak menyelesaikan pendidikan formal maka kemampuan mereka berbahasa indonesianya kurang, pada umumnya mereka faham dalam mendengan tetapi tak mampu dalam mengucapkan,
             Dari beberapa materi/pelajaran di yang biasa di sampaikan (Aqidah,fiqih munakahat, fiqih ibadah, sirah nabawiah) hampir tak ada yang berhubungan dengan ekonomi syariah
             Harapan jamaah majlisTa’lim  ketika saat diskusi berlangsung dan obrolan setelah pelaksanaan PKL Ekonomi Syariah khususnya tentang riba dan Bank Syariah hendak nya dapat diterapkan dan menjangkau semua lapisan masyarakat

BAB V
Kesimpulan
Dari hal tadi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
             Perkembangan  ekonomi syariah hanya bagi kalangan menengak keatas.
             Banyak kalangan masyarakat yang berharap bisa menghindari riba dan bank syariah ada disekitar mereka.
             Diperlukan materi/pelajaran tambahan dari pengajian di majlis talim dan kerja sama dengn pihak yang berhubungan dengan Ekonomi syariah

Saran-saran
Dan beberapa saran yang ingin kami sampaikan adalah :
             Sosialisasi dan edukasi ekomoni syariah harus bersifat terus menerus  dari menjaukau semua lapisan masyarakat
             Mendirikan lembaga Keuangan Syariah disetiap daerah, terutama yang sudah mengikuti/mendapatkan pengetahuan tentang ekonomi syariah.
             Adanya kerja sama antara kementian Agama, lembaga Dawah, perguruan Tinggi, lembaga keuangan Syariah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar