Minggu, 03 Juni 2012

catatan FILES tentang O2SQ


Catatan O2SQ – FILE’S, 5 – 6 Mei 2012                                                                                       7
Text Box: Zaitun
Hapil Hanapi ibnu Ahmad
Mahasiswa semester 6, Prodi HES



K
elahiran FILE’S  (Forum Islamic of Law Economic Studies) di STAI Haji Agus Salim (HAS) Cikarang Bekasi sebagai forum kajian hukum ekonomi Islam, yang digagas mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Muamalah yang kemudian dideklarasikan pada 1 April 2012 di kampus dalam lingkup terbatas sesama mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), sama “sunyinya” ketika diadakan perekrutan dan pembekalan anggota baru dalam kegiatan bertajuk O2SQ (Orientation and Out bound Spiritual Quotient) selama dua hari, 5 - 6 Mei  2012 di kampus STAI HAS,  yang diikuti 23 peserta  mahasiswa HES semester 4  dan 6.
Pembentukan FILE’S adalah ide besar di tengah kejumudan kegiatan ekstra kurikuler dan perkuliahan mahasiwa STAI, khususnya pada program studi HES. Tapi bukan bentuk ingin berbeda mahasiswa HES dari mahasiswa lainnya, meski Ketua Program Studi HES, H. Sumardjo, SH, MM menilai FILE’S memang berbeda.
”Kalau dibandingkan dengan kegiatan pramuka di PAI, FILE’S bobotnya beda. Pramuka banyak hal fisik. Di FILE’S ada fisik, mental dan materi. Komplit. Itu bedanya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam UU pendidikan, “ ujar H. Sumardjo pada acara pembukaan O2SQ.

Sedianya, O2SQ diselenggarakan di tempat yang lebih representatif. Kawasan pegunungan Cigudeg-Bogor semula dipilih. Daerah sejuk ini cocok untuk tadabur alam, qiyamullail dan outbound, hingga target  spiritual quotient tercapai. Anggaran Rp 24 juta dicanangkan. Tapi penyelenggaraan yang cukup cepat, sedikitnya proposal dana dari luar yang dikabulkan dan adanya UTS STAI 8 Mei 2012, membuat acara diubah di kampus STAI Cikarang Utara, tanpa menginap, tanpa qiyamullail, tanpa tadabbur alam dan hanya sedikit out bound.
O2SQ akhirnya dilaksanakan di kampus STAI dengan sentuhan spiritual quotient  lewat materi al Quran dan Sains, yang banyak diambil dari proses penciptaan manusia dalam al Qur’an. Slide dari Dr Harun Yahya ditampilkan. Di zaman modern, wahyu 14 abad yang lalu yakni al Qur’an terbukti kebenarannya. Dan betapa kecilnya manusia  yang   berasal   dari   setetes  air  hina di antara tulang syulbi. “Nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang engkau dustakan?”
8
Outbound sederhana lebih menitikberatkan kepada pembentukan sifat dasar caracter building. Tanpa sesi yang menguras keberanian dan adrenalin seperti menyebrang sungai, jembatan tali dan meluncur dari ketinggian. Wawasan ekonomi syariah didalami melalui sesi perkembangan ekonomi syariah  di Indonesia dan selebihnya penggalian potensi diri lewat materi pengenalan diri (personal introduction), tatacara sidang dan teori organisasi.
Artinya secara silabus, dua hari kegiatan O2SQ cukup memadai di tengah segala keterbatasan yang ada. Tetapi secara kelembagaan, FILE’S mulai diakui eksistensinya, terbukti dengan respon yang baik dari organisasi sejenis semacam Forum Silaturahim  Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bekasi Islamic Economic Forum (BIEF) dan Forum  Ekonomi Syariah (FOREKS) Unisma Bekasi. Pada hari kedua O2SQ 6 Mei 2012, rektorat STAI melalui Puket 2 memberi sumbangan uang “ektra kurikuler” kepada Panitia sebesar Rp 200.000. Alhamdulillah.

Nara sumber dari MES Kota Bekasi dan Konsultan Syariah bersedia hadir. Kepastian untuk mengisi acara sebagai nara sumber hanya dilakukan per telpon/SMS dan soft copy materi dikirim via e-mail. Ghirah mengkaji iqtishodiah lewat FILE’S justeru ditanggapi sangat positif oleh pihak luar. Sayang nara sumber dari FoSSEI berhalangan hadir.
Nara sumber Konsultan  Syariah malah menolak diberi uang  transport. Mungkin faham dana panitia yang cekak dan hanya semangat yang mendasari hingga acara setingkat kampus itu tetap dapat terlaksana. “Buat dana kegiatan saja,”ujar nara sumber Konsultan  Syariah.
Karenanya Ketua FILE’S Atang Sholihin berujar di acara penutupan, “Tulisan bisa direkayasa, bicara juga demikian. Tapi amal tidak bisa direkayasa. FILE’S jadi kalau kita istiqomah, “ ujarnya memberi semangat.
Elis Syarifah, peserta, mahasiswa HES  semester 6, mengaku  bangga   dengan   teman-teman    panitia
9
O2SQ. “Kita harus bisa banyak berbuat seperti mereka. Bisa bikin kita semangat!,” katanya.
Dari sesi Perkembangan Ekonomi Syariah yang dibawakan Muhammad Musa, Lc, MA dari MES kota Bekasi, di tengah pertumbuhan asset keuangan syariah nasional terhadap keuangan (perbankan) konvensional yang belum mencapai 5 %, terungkap betapa cara berekenomi kitapun seringkali jauh dari nilai-nilai Islami. Menurut Musa, yang alumni jurusan syariah Al Azhar Mesir seangkatan Habiburrahman El Shirazy (penulis novel best seller Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta dll) di Al Azhar, S2 UMJ Jakarta dan kini sedang menyelesaikan S3 di UIN Jakarta, ekonomi Islam secara garis besar terbagi dua, yaitu bisnis (tijari) dan hutang (dainun).
Bisnis adalah bisnis dan bisa diperlakukan secara mudhorobah, musyarokah, murabahah atau bentuk lainnya. Tetapi hutang atau memberi pinjaman   kepada   pihak  lain adalah qordul hasan,


pinjaman kebaikan, suatu bentuk kepedulian sosial, atau menolong orang lain.
“Saat ini hutang dikelola menjadi suatu  bentuk bisnis. Orang memberi pinjaman karena mengharapkan keuntungan. Konsep waktu terhadap uang jadi standar nilai. Jadilah riba. Bukan sosial lagi, bukan menolong lagi. Ini kemelencengan umat,” ujar Musa.
Dadang, peserta, mahasiswa HES semester 6, bahkan menilai lebih baik O2SQ daripada kuliah  di kelas. “Benar, saya setuju acara ini, kalau bisa satu bulan sekali,” katanya. Mulyanah, mahasiswa HES semester 4 yang menjadi peserta O2SQ bersama suami tercinta Ahmad Jamali, mengaku menjadi bisa berbicara seperti teman-temannya. “Sebenarnya saya tidak pernah maju untuk berbicara di depan. Tapi dengan acara ini  saya jadi bisa bicara. Saya berubah,” katanya. Dalam sesi Tatacara Sidang Muyanah tampil berorasi di depan kelas. Suatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.      Tetapi  sang   suami,  Ahmad Jamali
10
yang satu kelas dengan Mulyanah, menganalogikan jangan menjadikan organisasi FILE’S  ibarat ekor tikus. “Besar di depan, kecil di belakan,” ujarnya. Maksud Jamali, “Ketika baru ada meriah. Acara selesai, selesai juga informasinya,” katanya.
Karno Syarifudin Syah atau biasa dipanggil Noe, peserta, mahasiswa semester 4 HES, tidak menampik ada perubahan. “Ada perubahan pada diri saya. Saya jadi berani berbicara di depan banyak orang. Saya senang, bangga, berkat rahmat Allah.,” ujar Karno.
Harapan atas keberadaan FILE’S tidak hanya berhenti pasca O2SQ. O2SQ sejatinya awal eksistensi FILE’S. Bahkan acara O2SQ harus dilakukan tiap tahun untuk pembekalan dan perekrutan  anggota baru. FILE’S adalah wadah proses ilmiah untuk istimbat hukum-hukum ekonomi Islam  bagi mahasiswa HES. “Kajian ekonomi syariah tiap bulan. Seminar tiap 6 bulan sekali, “ usul Irwan, mahasiswa HES semester 6. Karman,   mahasiswa    HES     semester   4   berujar

tentang program FILE’S. ”Lakukan kunjungan ke bank-bank syariah. Bagaimana proses penerapan hukum ekonomi syariah di bank tersebut,” tandasnya.
Sementara Siti Hawa Munawaroh, mahasiswa HES semester 4, ingin agar FILE’S  memberi informasi kepada kalangan umum dan sekitarnya tentang ekonomi syariah setiap 6 bulan sekali.  Sedangkan Qonitatillah, mahasiswi HES semester 6 menginginkan FILE’S mengadakn riset, penelitian pada lingkungan sekitar. “Juga studi banding ke kampus yang memiliki forum setara FILE’S dan mengikuti aktivitas forum-forum yang berkaitan,” tambahnya.
Ekawati Fazriah, mahasiswa HES semester 6, mengharapkan FILE’S mengadakan koperasi syariah di STAI. “Agar kita bisa mempraktekkan ilmu ekonomi syariah,” ujar Eka. Elis Syarifah mahasiswa HES semester 6, mengusulkan ada simpanan/tabungan syariah untuk anggota  FILE’S. Ketua  BEM  Ambar   Sumantri mengusulkan weekly
11
presentation, membahas   isu-isu ekonomi syariah kontemporer tiap Ahad, saat jam kuliah kosong serta membiasakan infaq bagi anggota FILE’S.
Demikian besarnya harapan disandangkan atas FILE’S, terpulang kepada kita semua. Ide-ide itu ibarat mozaik yang harus dipadukan agar tampak indah dan serasi. Itu tugas kita bersama. Keterbatasan jangan jadi halangan, cibiran jangan jadi hambatan. Tak perlu menimpakan kesalahan kepada yang tidak faham. Ingin perubahan hanya kita yang mengusahakan. Begitulah kata firman.
Mari kita bersama-sama mewujudkan harapan-harapan di tengah keterbatasan sebagai sumbangsih kepada agama dari sisi iqtishodiah /ekonomi syariah demi terwujudnya maqoshidusysyariah (tujuan diterapkannya syariah) yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta, hingga kita mendapatkan baldatun thoyibatun wa robbun ghofur (negeri yang baik di bawah ampunan Allah). Insya Allah. Wallahu ‘alam bishowab. *** Cikarang, 24 Mei 2012
 

Minggu, 13 Mei 2012

PERJALANAN


Ini jalan ku*

Kan ku tempuh sampai waktu habis
Entah berapa lama
Entah sampai kapan
Dengan atau tanpa yang lain
            Kuat jalani hidup
Sungguh suatu keharusan
            Tak kan menyerah
Berhenti ditengah perjalanan
Berarti akan tertabrak waktu
Apalagi bila mundur
Binasa dengan peradaban zaman

Aku ingin menulis, berkarya, menulis sebuah karya yang bisa berguna bukan hanya untuk diriku, tapi bermanfaat bagi orang banyak . sulit sungguh sangat sulit dikeluarkan  yang ada hanya iide , yang ada hanya gagasan dalam kepala sulit sekali di keluarkan.
Imanjinasi, khayalan angan yang terlalu tinggi membuat ku tak mampu untuk merangkai kata, tak mampu menyusun kalimat, hingga semua terhenti.
Coretan coretan ini biarlah menjadi jalan, pipa penghantar sebuah proses yang bisa aku lalui agar kekentalan isi dalam otak. Menjadi encer dan lebih mudah untuk untuk di keluarkan
Walau entah sampai kapan , walau ku sendiri  tak tahu pasti akan perubahan pikiran akibat perubahan jaman, tapi hari ini ku ingin membuat perubahan, sebuah perubahan yang bermanfaat dan menggapai ke-ridhaan Illahi.

*ini di tulis pada 14 juni 2008, di saat saya sedang mencari, banyak mencari tempat yang bisa di jadikan curhat kepenatan dari ide gagasan yang tak pernah tersalurkan,yang tak ada tempat untuk menuangkannya apalagi merealisasikan
Ide penulisan ini diawali karena selalu jenuh,  karena lebih banyak waktu luang dari pada pekerjaan  

GENERASI YANG HEBAT


Generasi yang punya jati diri*
Atang shalihin**
M
encari Jati diri generasi pembangun ekonomi Syariah Ini adalah tema dari kegiatan Orientasi and Outbound Spiritual Quotient (O2SQ) 2012  yang di selenggarakan oleh  FORUM ISLAMIC LAW OF ECONOMIC STUDIES (FILE”S). kegiatan yang semula direncanakan  pelaksanaanyan di Bogor  atau tepatnya  di  Pesantren Alam “Salam Ciriko”, Desa Sukamaju, Dusun Citarna Kecamatan Cigudeg Kab. Bogor Jawa Barat,  akhirnya di laksanakan di Cikarang Bekasi atau lebih tepatnya di kandang sendiri, kampus STAI Haji Agus Salim di Desa tanjungsari, kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Ada bebrapa  alasan perubahan  lokasi pelaksanaan  O2SQ di antaranya:

Jarak tempuh ; bila di laksanakan di Bogor maka butuh jarak tempuh yang cukup jauh, maka akan ada beberapa hal yang tidak terkejar(lebih bayak istirahat dam persiapan), materi yang di beikan hanya 2, plus outbond, dan kemarin (pelaksanaan di tempat sendiri) peserta mendapatkan  5 materi (qur’an dan sins, perkembangan dan peranan Ekonomi Syariah, keorganisasian, persidangan, personal intraduction) serta outbond, jadi dengan dilaksanakan di cikarang peserta lebih bayak mendapat materi.
 
Peserta yang mempunyai anak kecil; karena ada calon peserta yang mempunyai anak kecil (dibawah 2 tahun) yang tak mungin untuk di tinggal( suami yang bersangkutan hanya  memberi ijin jika kegiatan dilaksanakan di sekitar Bekasi agar jika terjadi sesuatu -anak ingin menyusu- dapat di tempuh dalam waktu yang tak lama – kurang dari 60 menit-)

Dana ; alasan inilah yang dapat mewakili dan faktor penyebab yang paling krusil dalam perubahan lokasi, karena jarak tempuh yang jauh berarti dana yang harus di siapkan harus cukup , sementara dana yang ada  sampai pada sehari sebelum pelaksanaan (H  -1) Rp 300.000 dari sekitar 20 jutaan dana yang di butuhkan
hal lain yang menjadi alasan adalah kesiapan waktu yang (keberangkatan) untuk banyak calon peserta yang banyak bekerja di perusahaan industri, serta masih ada sebab lain yang menjadi tempat pelaksanaan acara tidak sesuai dengan rencana.

Berubahnya tempat tak menyurutkan calon peserta (walau ada kabar angin bahwa  tempat menjadi alasan untuk beberapa calon peserta batal ikut ), mereka sangat antusias mengikuti semua proses kegiatan dari awal sampai akhir, bahkan ketika hari ke 2 pun, semua datang kembali (karena acara tidak menginap) dengan semangat yang lebih dari hari sebelumnya, tidak tampak pada wajah mereka rasa lelah, dan kecewa yang ada semangat , padahal di hari pertama mereka sangat di kuras energi – berfikir membutuhkan energi yang lebih besar dari dapa bekerja fisik- dan sebelum acara ada yang baru pulang kerja di perseroan Terbatas (PT) shif 3(belum istirahat) dari tempat kerja.

Acara di mulai      
Hari sabtu pukul 08 30 kegiatan O2SQ di mulai dengan opening ceremony, moderator Ceremony (MC) oleh saudari Ekawati (rencana semula oleh Purnawati ) dari semester VI HES, pembacaan ayat suci Al-quran oleh saudara Jamali dari Semester IV HES  dengan saritilawah saudari Mulyanah (istri saudara Jamali) yang juga dari semester IV HES, untuk sambutan pertama di sampaikan oleh ketua Panitia yang juga ketua FILE’S,  Atang Shalihin .

Dalam sambutannya ketua panitia menjelaskan bahwa pelaksanaan acara ini dengan semangat dan rasa optimis yang tinggi akan terselenggara, walau sebelunnya pihak kampus (Ketua STAI HAS) sudah memperingatkan dengan mengatakan “hari gini mau ngadaion acara,lagi ngebangun aja ditunda dana dari mana “ . tapi dengan tekad dan keyakinan serta kerja sama semua panitia (termasuk didalamnya peserta) bahwa ini adalah langkah yang harus dimulai sebagai jal;an da’wah bil hal dalam sosialisasi, edukasi, dan realisasi ekonomi syariah di kampus STAI HAS terutama secara khusus bagi mahasiswa Prodi Hukum Ekonoi Syariah (HES), untuk itu ketua panitia yang juga ketua FILE’S meinta agar semua  tetap semangat dalam mengikuti kegiatan agar mendapat manfaat yang bayak.

Dan sambutan yang ke dua dari Rektorat di sampaikan oleh ketua Program Studi (kaprodi) HES bapak Sumarjo , dalam sambutannya beliau sangat banga dan prihatin dengan kegiatan ini, beliau juga menegaskan bahwa acara ini (O2SQ) wajib diikuti oleh semua mahasiswa prodi HES, karena sertifikatnya akan digunakan sebagai syarat wajib untuk ujian komprehenshif (selain sertifikat MOS dan PKL) , kalau di PAI kan wajib pramuka maka di HES acara ini wajib diikuti terutama semester VI”  ungkap nya jelas, beliau juga  memberi paparan bahwa HES masih mencari bentuk bukan hanya di STAI HAS tapi hampir semua Perguruan Tinggi yang membuka jurusan Ekonomi Syariah, “ jadi kasihan  semester VI yang kebingungan dengan mata kuliahnya, saya dapat mertasakan hal itu” pengakuannya saat sambutan.

Selain sambutan, bapak Sumarjo juga membuka acara “  dengan membaca BISBILLLAHI RAHMANNIRRAHIIM acara O2SQ saya buka”  ucapnya dilanjut mengetukan palu tiga kali (tok tok tok), dan tepuk tangan pun diberikan oleh semua yang hadir, selain panitia dan peserta  yang turut hadir bapak Nur S Buchori salah satu Dosen di prodi HES dan dan beliau adalah  penggagas berdirinya FILE’S juga O2SQ, hadir juga  bapak Yusuf  beliau adalah sekretaris Jurusan HES yang banyak membantu proses pra pelaksanaan O2SQ..

Selesai sambutan dan pembukaan acara oleh prodi HES bapak Sumarjo , acara yang terakhir dalam rangkaian opening ceremony adalah doa, ” untuk pembambacaan do’a akan di pimpin oleh bapak Buchori “  kata pembawa acara sambil memohon maaf dan pamit karena selesai tugas yang di embannya.
Bapak Buchori memimpin doa penutupan opening ceremony  Orientasi and Outbound Spiritual Quotient ( O2SQ) 2012, “semoga acara ini lancar dan dapat keberkahan dari Allah SWT” amin yaa rabbalalamiin.

Berlanjut ..............................  dengan Tulisan  berjudul   Al qur’an bicara sains lebih awal
*catatan kaki ketua panitia Orientasi and Outbound Spiritual Quotient ( O2SQ) 2012
** ketua FORUM ISLAMIC LAW OF ECONOMIC STUDIES (FILE’S)

Rabu, 09 Mei 2012

harus di penuhi


Kebutuhan
D
emi memenuhi kebutuhan , orang akan melakukan apapun dengan berbagai cara apalagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan yang bersifat fisik ini akan sangat merasa rugi, menyesal jika tak terpenuhi. Akan sangat merasa sedih jika lapar tak tertahan sementara tak ada makanan yng bisa di lahap, tak ada jaminam akan makan apa, tak terbayang akan bisa makan kapan sehingga dengan sekuat tenaga akan mencari sesuap, sepiring, secukup memenuhi kebutuhan keinginan untuk makan, begitu pula dengan pakaian dan tempat tinggal, walau untuk pakaian apalagi  tempat tinggal adalah kebutuhan primer yang sifatnya hanya penting tapi tak sampai genting . tak ada seorang yang sanggup bertahan terlalu lama demi menahan perut dalam kedadaan kosong , sementara tak ada niat atau tak punya tujuan untuk melaksanakan puasa.
Jika terhadap isi perut, dan bungkus kulit orang begitu peduli terbalik 100 bahkan sampai 180 derajat dengan pemenuhan isi hati, jiwa . kebutuhan ruhani kadang terabaikan bahkan dengan sengaja di abaikan sampai terlupakan. Orang-orang tak pernah  merasa lapar ketika berhari-hari bahkan berminggu-minggu tak mendapatkan dan menikmati santapan ruhani , mereka tak pernah kehausan walau selama mungkin tak meneguk air telaga hikmah, mereka tak merasa kekeringan padahal jarang sekali mendapat siraman ruhani. Kebanyakan orang menganggap bahwa ruhani tah punya kebutuhan, tak mesti di beri makan, minum tak perlu di basuh bahkan tak perlu di lindungi.
Sungguh sebuah kenyataan kenyataan yang sangat menyedihkan. mereka , orang-orang yang hanya menganggap harus memenuhi kebutuhan jasmani  belaka tanpa memperdulikan bahwa sangat penting memenuhi kebutuhan ruhani, mereka lupa, mereka tak sadar,  bahwa jasmani yang selalu mereka penuhi kebutuhannya itu akan binasa, akam mati, hancur bercampur tanah karena memang berasal dari tanah, saripati tanah, mereka tidak berfikir bahwa yang kekal abadi adalah jiwa, ruh yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan, prilaku yang mereka lakukan ketika ruh masih bersama jasmani.
Tapi tentu tak semua orang yang demikian, beranggapan tidak perlu memenuhi kebutuhan ruhani,karena ada sekelompok, segolongan , sebagian orang yang beranggapan sama penting memenuhi kebutuhan jasmani dan kebutuhan ruhani atau bahkan ada yang berprinsif bahwa memenuhi kebutuhan jasmani cukup alakadarnya sementara pemenuhan kebutuhan ruhani harus maksimal.
Seharusnya pemenuhan kebutuhan jasmani menjadi alat , sarana untuk bisa mencapai terpenuhinya kebutuhan ruhani sehingga keseimbangan akan tercapai. Dalam mencari kebutuhan (dunia) jasmani seakan-akan kita akan hidup selamanya, tapi memenuhi kebutuhan ruhani bagai akan berpisah (mati) secepat mungkin (esok hari).

untuk Indonesia


NEGERIKU*
Di sini di negeri ini aku di lahirkan
Airnya ku minum, tanahnya ku pijak
Ku tetap bagian dari mu Indonesia
            Cerita kakek cerita guru
            Sejatah tentang ibu pertiwi
            Membuat ku harus berjuang
            Berjuang mengisi kemerdekaan
Bekerja berkarya
Dan bela negara
Kewajiban warga tanpa batas usia
Berbuat nyata bertindak benar
Mengabdi untuk negeri

* di tulis pada 27 juni 2008